
Khanza dan puja akhirnya pergi puja mengajaknya ke tempat wisata daerah lembang,ya Lembang memang sangat bagus untuk berwisata selain udara yang sejuk pemandangan yang bagus tempat wisata dan kuliner yang lengkap tersaji disana tentu saja dengan tarif yang sangat terjangkau membuat Lembang banyak di kunjungi wisatawan di akhir pekan.
tak seperti biasanya Puja yang selalu bisa mencairkan suasana menjadi pendiam entah apa yang ada di fikirannya membuat Khanza merasa canggung akhirnya Khanza memberanikan diri menanyakan hal itu pada Puja.
"kamu kenapa ko diem terus dari tadi?"
" gak apa-apa za kangen ajah." menghela nafas sangat dalam sambil menggenggam tangan khanza.
Khanza hanya terdiam tak menghiraukan ucapan Puja karena ia tidak tahu apa maksud dari sikap Puja ini.
"za sini pegangan." menggenggam tangan khanza dan meletakan kedua tangan khanza di perutnya.
Suasana telah mencair mereka banyak bercerita kesana kemari bercanda tertawa dan Puja bercerita pada Khanza bahwa ia akan cuti kuliah karena jadwal kerja yang rumit dan keadaan keuangan Puja yang goyah membuat ia harus cuti beberapa bulan ada sedikit kecewa bagi Khanza karena ia tidak akan bisa dekat lagi dengan Puja namun ia mengerti keadaannya mungkin sulit bagi Puja maka dari itu Khanza menyemangati dan mendukung setiap keputusan yang Puja ambil.Perjalanan menuju Lembang memang cukup jauh belum sempat setengah perjalanan hujan lebat mengguyur kota dengan derasnya Khanza dan Puja berteduh di pinggiran jalan dan membeli minuman hangat.Khanza yang memiliki alergi terhadap udara dingin cukup kesal dengan keadaan ini akhirnya Khanza hanya diam dan cemberut.
"maaf za jadi kaya gini acara mainnya kamu pasti marah yah?" tanya Puja menyesal
"ngga ko aku cuma agak gak enak badan ajah." timbal Khanza
"hujannya deras banget mau di lanjutin gak nih jalannya.?"
__ADS_1
"kita balik ajah kali yah kalo di terusin tar pulang nya larut banget apalagi cuaca kaya gini takut ada apa-apa di jalan."
"ya udah kita balik tapi tunggu hujan reda yah."
setelah hujan mereda mereka pun bergegas pulang dan mampir di salah satu tempat makan kabetulan hari sudah mulai gelap mereka mampir untuk beristirahat sejenak.Khanza yang memiliki alergi mulai memerah di sekujur tubuh nya.
"za kamu kenapa muka kamu ko merah gitu mana panas lagi badan kamu,kamu sakit?" mengusap pipi Khanza dan keningnya.
"owh gak apa-apa kalo dingin aku pasti gini." menundukkan kepalanya.
Puja pun memesankan makanan dan minuman hangat untuk khanza ia pun memakaikan jaketnya pada khanza mereka makan bersama dan sesekali membicarakan hari-hari mereka di kampus,Khanza dan puja memang sudah lama tidak kuliah bareng apalagi bertemu seperti ini.cuaca dingin memecah suasana mereka Puja melingkarkan tangannya pinggang Khanza.
"emhh...eh minuman ku mana yah keburu dingin gak enak nanti." berusaha melepaskan tangan Puja.
Khanza meneguk minumnya dengan canggung sesekali melihat ke arah Puja, Puja hanya tersenyum melihat tingkah laku Khanza dengan alergi Khanza yang semakin buruk ia sampai duduk meringkuk dan Puja memeluk erat Khanza dari belakang.
" Za aku sebenarnya suka sama kamu tapi aku belum berani komitmen sama kamu aku gak bisa janjiin apa-apa."
"ini orang bilang suka? nyatain perasaannya? ngajak kencan?atau apa sih maksudnya ga bisa komitmen?? terus maunya apa??" gerutu khanza dalam hati sambil memandang Puja dan hanya terdiam kaget mendengar ucapannya.Belum usai lamunan Khanza membayangkan ucapan Puja bibir Khanza di ciumnya lembut dan Khanza semakin kaget dengan apa yang terjadi padanya,tak terasa air mata Khanza terjatuh dan membasahi pipinya.Puja melepaskan pelukannya dan menatap Khanza.
__ADS_1
"kamu nangis za?"
"aku gak pernah sama sekali kaya gini kamu kenapa gitu ke aku?" suara tangis Khanza pun pecah. untung lah tempat makan mereka memang di desain bale-bale kecil dan terbilang cukup private.
"kamu serius gak pernah kaya gini? maafin aku za aku gak tau maafin aku." memegang kedua tangan khanza dan membungkukkan badannya menyentuh tangan khanza.
"maksud kamu apa selama ini?"masih menangis.
"aku sayang kamu za tapi aku gak bisa bareng kamu maaf."
Suasana hening tercipta Khanza mencoba menenangkan dirinya dan Puja merasa bersalah atas apa yang terjadi Hari semakin gelap mereka bergegas untuk pulang.
"za maafin aku yah aku gak maksud nyakitin kamu." menarik tangan khanza.
Khanza hanya terdiam menundukkan kepalanya entah apa yang ia rasakan di hatinya terlebih alergi yang menyerangnya membuat Khanza tak karuan, Puja memegang kedua pipi Khanza dan mencium keningnya Khanza hanya melihat Puja dengan sayu lalu melingkarkan tangannya di pinggang Puja memeluk Puja dan menangis, Puja membalas pelukannya dan mencium bibirnya kembali dengan lembut.
"maaf za maafin aku aku gak tau kita harus gimana sekarang."
Khanza hanya terdiam mereka pun bergegas pergi tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mereka sampai mereka pulang.Khanza membersihkan diri lalu melamun di atas tempat tidurnya memikirkan kejadian hari itu
__ADS_1
" kalau dia suka sama aku kenapa dia gak bisa komitmen?apa karena keadaan dia sekarang? dia sampai harus cuti kuliah dan keuangannya yang sedang goyah? apa karena itu? terus kenapa dia cium aku gak sopan banget terus kenapa aku gak bisa lawan dan hanya diam! ach..." gerutu Khanza menyesali semuanya sampai ia tertidur.