
Semenjak saat itu Khanza dan Puja tidak pernah bertemu kembali,Puja sudah cuti berkuliah dan Khanza tetap melakukan aktivitas seperti biasa,sesekali mereka berkomunikasi lewat chat saja itu pun hanya sekedar menyapa atau ada hal-hal penting yang harus disampaikan.Betapa terkejutnya Khanza ketika kak Heru menanyakan kedekatan Khanza dan Puja.
"Za dari kapan kamu Deket sama Puja?" berbisik pada khanza
"kak Heru..kok tau?" jawab Khanza sigap
"tahu lah cerita-cerita donk." menarik tangan khanza menuju lobby kampus.
"kak Heru mau ngapain kesini?" celingak celinguk keheranan.
"cerita-cerita lah kepo nih." mereka duduk di bangku.
"cerita disini? banyak orang gini?" bisik Khanza.
"ayo kita ke tempat biasa."kak Heru menarik tangan khanza membawanya ke tempat mereka biasa nongkrong.
"kak Heru mau bolos?"teriak Khanza
"gak apa-apa lah sekali-kali bolos,ayo."
__ADS_1
Mereka pun akhirnya bolos dan pergi ke tempat biasa mereka beristirahat.Khanza mulai menceritakan semuanya pada kak Heru dari pertama mereka dekat sampai terakhir kalinya mereka berkomunikasi betapa marahnya kak Heru mendengar cerita Khanza di perlakukan seperti itu sedangkan kak Heru tahu bahwa Puja menyukai orang lain, yah kak Heru memang tidak menganggap Khanza sebagai teman saja tapi seperti adiknya sendiri.
"Za kamu tahu gak sih Puja itu suka sama Widi dari dulu."
"Kak Heru kenapa bisa tahu?" Khanza kaget mendengarnya dan ada rasa kecewa dalam hatinya.
"Za kamu tahu kan Puja dekat Isma?" memegang kedua tangan khanza.
"Iya kak ada apa sama kak Isma?" jawabnya lirih.
"Isma kan dekat dengan Widi maka dari itu Puja dekat dengan Isma karena Widi."menepuk bahu Khanza.
"Za kamu tahu gak sih kalau Widi tuh suka sama aku dan aku tahu semuanya dari dia."
"Kak heru,kakak kan udah tunangan bentar lagi mau nikah kok bisa Widi itu.. ?"Khanza kaget
"aku emang udah tunangan tapi kan Widi yang deketin aku dia yang ngajak aku jalan yah ibarat kucing di kasih ikan gimana."kak Heru tertawa licik.
" kak Heru yah bener-bener."memukul bahu kak Heru keras.
__ADS_1
"sakit za." mereka tertawa melihat kelakuan kak Heru yang selalu penuh lelucon.
"za kamu tahu gak sih kalo Widi tuh suka cemburu sama kamu."mengusap kepala Khanza.
"Cemburu? sama aku? kenapa? jelas" lebih cantik dan lebih modis dia kemana-mana." omel Khanza.
"Iyah dia cemburu sama kamu soalnya aku bisa sedeket ini sama kamu."
"Jadi Widi beneran suka sama kak Heru yang ganteng ini!" mencolek dagu kak Heru meledek.
"kamu ngeledek yah biar aku buktiin sama kamu kalau Widi tuh beneran bucin sama aku."menepuk dadanya percaya diri.
"ayo kak kita pulang tapi bayarin dulu jajanan ku yah." senyum licik
"dasar kamu heuh...ok tapi kamu jangan sedih yah jangan ngerasa minder sama Widi kamu tuh cewek menarik tahu.semangat..." mengacak-acak rambut Khanza.
" Iyah..."
Khanza memang selalu minder jika di bandingkan dengan Widi yang cantik dan modis tentu saja banyak yang menyukainya tak heran jika Puja menyukainya juga dan dari sini lah Khanza mengetahui kenapa Puja mengatakan bahwa ia menyukai Khanza namun tidak bisa bersamanya maka Khanza berfikir bahwa itu bukan cinta namun rasa terima kasih atau semacam balas budi entah lah.
__ADS_1