
Saat pertemuan Khanza dan kak Ivan di kampus mereka lebih sering berkomunikasi walaupun hanya lewat chat,tentu saja kak Ivan selalu kepo pada Khanza menanyakan Fatir pada Khanza karena ia tidak pernah tahu bahwa Khanza sedalam itu menyukai Fatir sampai-sampai Khanza mengetahui no handphone terbarunya Fatir dan Khanza tidak pernah berani untuk berkomunikasi lagi dengan Fatir karena Fatir sangat jutek dan telihat tidak senang saat terakhir kali Khanza mencoba chat Fatir.
Kak Ivan membujuk Khanza untuk mencoba chat dengan Fatir karena kak Ivan rasa Fatir akan senang bila dapat mengenal Khanza lebih dekat,namun Khanza tak seberani itu ia berfikir cukup untuk menjadi fans dan menyukainya dalam diam tanpa harus Fatir tahu sedalam apa Khanza menyukainya.
Weekend telah tiba satnite Khanza selalu diisi dengan berkumpul dengan saudara dan teman-teman nya.Kuliner,Iyah kuliner kesukaan mereka saat mengisi satnite berdiam di teras rumah bercanda,bercurhat-curhat ria di temani coffee yang tak pernah terlewatkan dan handphone yang selalu menjadi teman berkumpul Meraka entah menonton film,mendengarkan musik atau mabar rame-rame,namun saat Khanza berkumpul tiba-tiba Khanza mendapatkan sebuah panggilan telepon dengan nama "kak Fatir" di handphone nya,betapa terkejutnya Khanza melihat layar handphone nya berdering tertulis nama "kak Fatir". Rasa gugup tak percaya,senang,bingung semua campur aduk yang Khanza rasakan hingga panggilan nya berhenti Khanza masih tak tahu berbuat apa saat handphone nya berhenti berdering Khanza mengecek berkali-kali meyakinkan bahwa ia tak salah melihat nama yang baru saja memanggilnya di telepon dan Khanza benar-benar yakin bahwa itu no kak Fatir.Tak lama kemudian handphone Khanza berdering kembali dan dengan nama yang sama. " kak Fatir" dengan cepat Khanza mengangkatnya walaupun gugup setengah mati.
" ha...halo..." Khanza mengangkat telepon
"za ini aku Ivan lagi ngapain kamu?" tanpa basa basi kak Ivan menjawab
"eh kak Ivan di kirain siapa,lagi ngumpul ajah sama sodara ma temen-temen juga." Khanza menghela nafas panjang ternyata yang telepon kak Ivan.
__ADS_1
"di kira siapa? Fatir? wah seru dini ngumpul-ngumpul?"
ejek kak Ivan sambil cengar-cengir cengengesan.
"iya sih soalnya setau Khanza ini no kak Fatir.sini kak main k rumah kita ngumpul bareng." ajak Khanza pada kak Ivan.
"lanjutin ajah za ganggu gak aku telepon ini kamu kan lagi kumpul?" dengan nada sedikit merendah dan terdengar kecewa.
" ngga apa-apa pengen ajah telepon nih ada yang mau ngobrol juga sama kamu dari tadi aku load speak nih."sambil cengengesan.
"halo Khanza tau gak ini siapa? pasti tau kan suaranya?" Fatir menyapa Khanza.
__ADS_1
" tahu dong ini kak Fatir kan." meremas-remas kursi saking senangnya.
"ih tau ajah,Khanza kenapa gak chat Fatir kalau tahu no Fatir?"goda Fatir
"Khanza malu kak takut kakak jutekin lagi eh kakak udah pulang dari Bali?" tanya Khanza penasaran.
" malu kenapa? Fatir seneng kok kenal Khanza Iyah Za Fatir pulang kampung gak akan kesana lagi enakan juga di kampung sendiri apalagi sekarang kenal Khanza." gombal Fatir.
"ih kakak apaan sih gombal banget."Khanza tersipu malu sampai jingkrak-jingkrak di kursi senyum-senyum sendiri.
"ngga gombal kok eh za kita lanjut di chat yah ngobrol nya temen-temen Fatir udah mulai pada dateng katanya sih mau pada begadang main PS mumpung lagi pada kumpul."
__ADS_1
"oh ya udah kak Khanza tutup yah teleponnya assalamualaikum." Khanza menutup telepon nya dengan bahagia.