Cinta Lama Belum (Tentu) Kembali

Cinta Lama Belum (Tentu) Kembali
CLB(t)K 25


__ADS_3

Damar menatap nyalang pada Via yang ada di depannya.


"Memangnya apa salahku?" tanya Via memberanikan diri menatap Damar.


"Kau membuntuti ku?" sentak Damar "Aku tidak suka dikuntit, dan aku tidak suka seseorang yang bukan apa-apa bagiku tetapi dengan lancang ikut campur urusanku!"


"Aku hanya mengusahakan apa yang menjadi milikku agar bisa kembali, tapi jika kau tidak bisa kembali padaku maka tidak ada perempuan yang boleh memilikimu juga!" ucap Via frustasi.


"Kemana saja dulu? Aku mempertahankan mu lebih dari yang bisa kau bayangkan, tapi kau dengan egomu malah bertindak sesukamu!"


"Lalu kau mau apa? Ingin mengungkit masalah yang sudah terjadi dulu? Kenapa kau hanya berpusat pada masa lalu hah?" teriak Via tidak kalah keras.


"Kau mau tau? Itu karena kau sudah membunuh anakku!" ucap Damar.


Via terdiam mendengar ucapan Damar, ia tau hal itu memang masalah paling menyakitkan untuk mereka berdua, tapi mau bagaimana pun ia juga masih muda waktu itu, Via belum merasa puas untuk menikmati masa mudanya dulu.


Damar membalikkan badan saat melihat Via hanya terdiam kaku mendengar perkataannya. Segera setelah itu Damar dengan langkah lebar meninggalkan apartemen Via.


"Jika aku tidak bisa memilikimu jangan harap orang lain akan bisa memilikimu!" ucap Via saat melihat pintu di depannya tertutup sempurna.


...****************...


"Besok aku ingin berangkat berkerja" ucap Annisa saat dirinya dan Reenan duduk di teras rumah Annisa.


2 hari lalu Annisa sudah di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit,


"Tunggu setelah kontrol besok bagaimana?" tawar Reenan.


"Tidak, aku sudah sangat bosan hanya melihat kamar rumah sakit dan sekarang harus terkurung di rumah,"


"Tapi kau sudah baik-baik saja kan?" tanya Reenan memastikan.


"Baik, aku sudah sehat, aku juga teratur minum obat"


"Baiklah, tapi jangan terlalu lelah!"


Annisa mengangguk setuju, dia sudah bosan sekali hanya berdiam diri di rumah seperti ini.


"Bulan depan kita menikah bagaimana?" tanya Reenan tiba-tiba.


Annisa menoleh ke arah Reenan terkejut, ia tau cepat atau lambat Reenan pasti akan bertanya hal itu.


"Kau belum siap ya?" tanya Reenan kembali.


Annisa hanya tertunduk dan terdiam tidak berani menjawab apapun.


"Maaf ya," hanya itu kalimat yang mampu Annisa ucapkan.


Walaupun beberapa waktu lalu terkesan menantang dan seperti orang yang sudah siap untuk menikah nyatanya dalam hati kecil Annisa ia tetap saja masih belum siap jika harus kembali berumah tangga.


"Aku harus menunggu lagi?"


"Nyatanya aku memang tidak sesiap itu" ucap Annisa jujur.


"Aku jaminkan seluruh hidupku jika kau masih ragu denganku," Reenan menatap Annisa dalam.


"Entahlah, nyatanya memang terasa sulit untuk kembali melangkah membuka kehidupan baru"


"Percaya saja padaku, kali ini aku mohon dengan sangat percaya padaku ya?" pinta Reenan tulus.


"Akan ku pertimbangkan, aku tidak ingin kembali kecewa karena laki-laki"


"Baiklah, kuberi waktu untuk berfikir lagi, tapi apapun itu aku akan tetap menikahimu"


"Lalu untuk apa memberiku waktu kalau ujung-ujungnya semua keputusan ada padamu!" ucap Annisa kesal.


"Karena kau terlalu bimbang untuk memutuskan hal seperti!" ucap Reenan tak kalah kesal.

__ADS_1


Reenan akhirnya berdiri untuk berpamitan pada Annisa, ia rasa apapun yang akan Annisa ucapkan tidak akan berpengaruh pada keputusannya.


"Aku pulang, sampai bertemu besok di kantor"


"Baiklah, hati-hati di jalan," ucap Annisa yang hanya di angguki Reenan.


...****************...


"Apa kabar?" ucap Joshua saat melihat Annisa sudah duduk di kursinya.


"Baik, kau sendiri?" tanya Annisa kembali.


"Baik"


Mereka duduk di kursi masing-masing dan melakukan pekerjaan mereka sendiri.


"Joshua" panggil Annisa tanpa menoleh.


"Hmmm?" jawab Joshua.


"Kau tau kan tentang foto yang membuatku dan Reenan bertengkar?"


"Tau, kenapa?"


"Kau juga tau siapa pengirim foto itu?" tanya Annisa lagi.


"Tau, kenapa?"


"Bisa beritahu aku?"


"Tanya pada Reenan, dia yang lebih tau,"


Annisa berdecak sebal, ia kira Joshua akan dengan senang hati memberitahunya, tapi tetap saja ujung-ujungnya ia harus bertanya pada Reenan.


"Reenan bilang padaku jika kau ingin tau tanya saja padanya" ucap Joshua.


Lagi-lagi Annisa menghela nafas pasrah.


"Masuk" suara Reenan menyahut dari dalam.


Annisa melangkah masuk ke dalam ruangan Reenan.


"Aku ingin bertanya"


"Masalah foto itu?" tebak Reenan. Annisa mengangguk.


"Untuk apa? Semua sudah teratasi!" jawab Reenan.


"Aku hanya ingin tau"


"Untuk apa? hanya penasaran kan?" tebak Reenan lagi.


"Reenan!"


"Apa?"


"Beritahu saja apa susahnya sih?" kesal Annisa.


"Mantan pacar mantan suamimu," ucap Reenan.


"Siapa?" tanya Annisa bingung.


Kali ini Reenan terkejut mendengar pertanyaan Annisa, entah pura-pura atau memang Annisa tidak tau?


"Kau tidak tau?" tanya Reenan. Annisa menggeleng.


"Sudah itu saja yang perlu kau tau, jangan bertanya lagi!" ucap Reenan,

__ADS_1


"Lalu bagaimana?" tanya Annisa lagi.


"Apanya yang bagaimana?" Reenan bertanya bingung.


"Apa aku akan aman? Tidak akan ada yang meneror ku lagi?" tanya Annisa bingung.


"Aku yang akan bertanggung jawab atasmu, tapi itu bisa terjadi jika kau setuju menikah denganku!"


Annisa tiba-tiba menyipitkan matanya dan menatap Reenan.


"Akal-akalan mu saja ya?" tanya Annisa curiga.


"Bisa tidak sekali saja tidak usah curiga?" tanya Reenan heran.


Annisa mengendikkan bahu acuh, ia berbalik dan berjalan menuju pintu,


"Aku akan melamar mu nanti malam," ucap Reenan asal.


"Oke aku tunggu"


Reenan yang awalnya hanya bercanda malah di buat tercengang dengan jawaban Annisa. Ia sungguh hanya asal bicara saja barusan, tidak menyangka bahwa Annisa akan menanggapinya seperti itu.


...****************...


"Beli ini, beli ini dan beli itu juga" ucap Annisa pada dirinya sendiri.


Kini Annisa sedang berbelanja beberapa hal yang di butuhkan untuk nanti malam sekalian cuci mata.


"Hai?" seseorang menyapa Annisa dari arah belakang, seketika Annisa menoleh dan tersenyum lembut.


"Kak Via?" ucap Annisa.


"Sedang berbelanja?" ucap Via basa basi.


"Seperti yang kakak lihat"


"Ada waktu? Aku ingin mengobrol denganmu"


"Boleh, tapi aku selesaikan ini dulu ya" pamit Annisa.


"Aku temani, sekalian aku juga ingin membeli beberapa barang" ucap Via yang hanya di angguki oleh Annisa.


Dua perempuan dewasa itu berjalan beriringan menuju satu rak ke rak lainnya untuk sekedar melihat atau membelinya,


Setelah di rasa semua cukup Annisa bergegas menuju ke arah kasir untuk membayar begitupun Via.


"Kita makan atau minum?" tanya Via.


"Minum saja, aku sudah kenyang" jawab Annisa di sertai dengan senyuman.


"Baiklah ayo kesana," ucap Via sambil menunjuk ke arah salah satu stand minuman yang ada di sana.


Setelah mendapatkan pesanan, mereka berdua mencari tempat duduk yang nyaman untuk bercerita.


"Aku ingin jujur tentang sesuatu" ucap Via


"Tentang?" tanya Annisa bingung.


"Mungkin kau akan terkejut tapi mungkin saja tidak, tapi kalau dilihat dari ekspresimu aku yakin kau akan terkejut" jelas Via.


"Jangan membuatku penasaran kak!"


"Baiklah, aku akan jujur bahwa aku adalah mantan kekasih Damar" ucap Via lirih.


Annisa tercengang, ekspresi kagetnya nyata dan tidak di buat-buat, dia terkejut.


Berarti, seseorang yang membuat Damar terus berkubang di masa lalu itu karena perempuan di depannya ini.

__ADS_1


Dan itu juga berarti foto-foto yang bisa ia dan Reenan dapat itu juga karena wanita ini.


Tidak mungkin! ronta Annisa dalam hati


__ADS_2