
Selesai beres-beres Ryana masuk ke kamar.
Ia tiba-tiba teringat kata-kata Ari. Masih kecil jangan pacaran bebas mau jadi apa kamu.
Terngiang, dari dulu Ryana kagum pada Ari. Mereka beda 5 tahun. Mereka dulu pernah bertetangga saat keluarga Ari sementara pindah Jogja untuk menemani nenek Ari yang sekarang sudah meninggal.
Flash back
"Mas Ari, tolooong," rengek Ryana.
Ia menangis ketakutan saat lampu ruangan mati. Saat itu Ryana yang berusia 5 tahun dan Ari 10 tahun sedang bermain bersama di rumah Ari. Kebetulan ibu dan mama mereka sedang masak makan malam di dapur tiba-tiba hujan deras dan listrik mati.
"Ya dek, Mas datang", dirangkulnya pundak Ryana dan diajak duduk di kursi.
" Takut Mas, gelap." , Ryana masih menangis.
"Ndak apa-apa dek ada Mas disini. Sebentar lagi ibu dan mama pasti kesini bawa lilin", mengusap air mata Ryana dan terus memenangkannya.
Ari menang selalu menjaga Ryana saat bermain. Mereka semakin dekat dan semakin nyaman. Namun mereka berpisah dan hilang kontak bertahun-tahun.
Baru bertemu kembali saat arisan tadi.
"Itu Mas Ari ku, kok jadi jahat sama aku ya.... ", Ryana keheranan.
__ADS_1
Keesokan harinya, Ryana sekolah dan ujian seperti biasanya. Soal ia kerjakan dengan lancar jaya tanpa ganggusn dan hambatan.
" Woyyy Ry.... melamun saja kamu", terjingkat kaget.
"Ahhh dasar sukanya ngagetin", protes Ryana.
"lha habisnya kamu diem kaya wong kesambet tau ndak??", Lini tak kalah protes.
"Hallo yuk pulang", Adam datang langsung menggandeng Ryana.
" Jaelah.... jiwa jombloku meronta", protes Lini.
"Daaahhh ojo kesuwen ngegantung ke anakke wong to Lin... ", Ryana berlari menghindari kejaran Lini. Adam yang pengertian pun langsung tancap gas setelah Ryana naik.
"Mereka lagi", tanpa disadari di belakang motor Adam , ada Ari yang sedang menuju rumah Ryana karena disuruh mamanya mengantar oleh-oleh dari Bali.
" Dam, gimana kamu sudah beneran keterima di Jakarta?", Ryana memulai obrolan saat mereka mampir sebentar menikmati kelapa muda.
"Iya, aku sudah keterima. Setelah lulus aku langsung ke sana. Tenang to, kan kita bisa sering chat, call, kalau libur juga bisa saling mengunjungi to.", lirih Adam sambil sesekali menyedot kelapa muda.
" Iya sih... ", ya sudah tidak apa. Aku disini kamu di sana kita belajar giat supaya cepat lulus ya", semangat Ryana.
" Nah ngono lho semangat, ra manyun wae", kelakar Adam.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Ryana terkejut mendengar suara Ari berpamitan pada ibunya.
"Ari pamit nggih Bu", ucap Ari sambil mencium punggung tangan Bu Ita.
" Ya Le, hati-hati."
" Sinau sik bener ora pacaran wae", ucap Ari sinis pada Ryana.
Ryana masuk rumah dengan sebal.
"Mas Ari ngapain kesini Bu?", Ryana menyapa ibu ya yang tengah membereskan dapur.
" Oooo ini, bawain pie kesukaanmu. Tante Sinta dari Bali, ingat kamu suka banget sama ini. Tuh dibawain banyak sama tante Sinta.", Bu Ita menjawab dengan santai.
"Oooo gitu Bu... Asik ya Bu... enak banget ini. hehehe... ", Ryana langsung ceria.
Sudah sana mandi dulu, nanti ikut ibu belanja kebutuhan bulanan. Semuanya pada habis. Mumpung cerah cuacanya kan enak kalau belanja.
" Siaappp Bu komandan", kelakar Ryana.
Hubungan ibu dan anak yang cukup asyik... Tidak ada gila hormat dari Bu Ita namun anaknya pun cukup tahu diri untuk menjaga sopan santun.
****** Ari kok tidak suka Ryana pacaran sama Adam.... kira-kira ada apa yaa.... ****
__ADS_1