Cinta Ryana

Cinta Ryana
Peresmian Rumah Sakit


__ADS_3

Pagi ini semua orang di rumah Ryana sibuk. Bu Ita sibuk memantaskan diri mencoba beberapa kali kebaya yang akan dipakainya. Pak Bayu pun sama, mencoba setelan jas yang kiranya nanti serasi dengan Bu Ita. Ryana juga tak kalah heboh, entah sudah berapa kali kebaya yang dicoba nya rasanya belum ada yang pas.


Pak Budi dan mbok Minah hanya geleng-geleng kepala melihat para majikannya masih berkutat dengan penampilan. Mereka lalu melanjutkan mengepak beberapa makanan yang sudah dibuat untuk dibawa ke peresmian rumah sakit milik keluarga Ari.


Setengah jam kemudian Ryana, Bu Ita, Pak Bayu pun muncul ke ruang tengah. Mereka sudah siap dan meminta mbok Minah dan pak Budi bersiap juga, karena mereka pun akan ikut.


Sesampainya di lokasi rumah sakit tampak beberapa orang sudah berdiri di lobby rumah sakit. Beberapa dokter dan perawat pun sudah berkumpul beserta para staf rumah sakit. Semua mata tertuju pada seorang gadis yang berpakaian kebaya krem sederhana sangat pas di badannya yang semampai. Tak dapat dipungkiri penampilan Ryana saat ini sangat memukau cantik khas orang Jawa, anggun, keibuan.


Beberapa saat kemudian tampak rombongan Bu Sinta, suaminya, dan Ari beserta para petinggi rumah sakit. Semua orang kali ini pun dibuat kagum ada sosok tampan di antara rombongan. Mereka bertanya-tanya siapa kah gerangan pemuda tampan dengan lesung pipit, hidung mancung, kulit tidak terlalu putih, perawakan gagah, tinggi, kekar itu.


Para kaum hawa memegangi dada mereka yang tiba-tiba dag dig dug duerrrr.... Kebanyakan dari mereka menjadi salah tingkah ketika bertemu pandang dengan pemuda tampan yang tak lain adalah Ari.

__ADS_1


Di tengah-tengah perjalanan menuju lobby utama, tak sengaja Ari melihat sosok Ryana begitu cantik, anggun dengan senyum khas orang Jawa, sungguh Ari sangat terpesona, seperti saat mereka kecil dahulu.


"Selamat datang Bapak Gunawan, Ibu Sinta beserta rombongan, ijinkan saya sebagai pembawa acara untuk memulai acara pagi hari ini, kali ini kita semua berkumpul untuk meresmikan rumah sakit tercinta kita rumah sakit Sejahtera," riuh rendah suara tepuk tangan para peserta peresmian terdengar.


Sang pembawa acara memulai acara dengan sangat baik. Acara peresmian rumah sakit Sejahtera berjalan dengan lancar. Tibalah saat ramah tamah. Semua hidangan yang sudah dimasak oleh ibu Ita maupun yang dipesan oleh Bu Sinta dihidangkan. Semua mKan bersama dalam suasana keakraban dan kekeluargaan.


Saat mau mengambil kudapan, Ryana tanpa sengaja bertemu dengan Ari.


Kali ini Ryana tak ingin penasaran lagi, ia langsung menyapa Ari dan menanyakan alasan Ari selalu berkata keras padanya, seingatnya ia tak ada masalah dengan Ari.


"Mas..... kok malah bengong?", protes Ryana.

__ADS_1


" Oohhh.... tidak cuma kaget saja, lagian siapa juga yang bicara keras sama kamu, ada-ada saja.", Ari hendak meninggalkan area kudapan namun ditahan oleh Ryana.


"Tunggu Mas, memang Mas ndak ingat sama aku?", cecar Ryana


" Ya ingat lah, anak kecil kucir dua, yang cengeng", olok Ari.


Ryana jadi makin emosi... diejek seperti itu lalu berlalu meninggalkan Ari seorang diri.


"Siapa juga yang akan lupa sama kamu Ry, gadis menawan yang kusukai sejak 10 tahun lalu, namun malah kamu sama Adam", hati kecil Ari gusar.


Ryana tetap saja penasaran namun juga jengkel sebab Ari mengolok-olok dia seperti dahulu.

__ADS_1


Bu Ita dari kejauhan melihat Ari dan Ryana. Beliau menjadi makin penasaran mengapa kedua anak yang disayangi dari dahulu kok sampai seperti bermusuhan begitu. Ada kesalahanpahaman apakah gerangan.


Bu Sinta ternyata juga sempat melihat Ari dan Ryana tadi. Beliau juga penasaran, namun tidak ingin mencampuri lebih jauh. Beliau tahu kalau Ari menyukai Ryana dari dulu, namun berpendapat biarlah berjalan sendiri tidak mau mencampuri biarlah berjalan secara alami saja. Ingin memiliki menantu seperti Ryana memang dambaan nya namun tidak mau memaksa baik Ari maupun Ryana juga.


__ADS_2