Cinta Sang Kaisar

Cinta Sang Kaisar
1.00. Prolog


__ADS_3

"Hai Xixi,apa yang sedang kamu pikirkan" kata lewi teman sebangkunya Xixi yang melihat dia terbengong.


"Ah,tidak,aku sedang tidak memikirkan apapun,aku hanya teringat dengan nenekku saja" jawab Xixi sambil hanyut dalam kesedihan.


"Hei hei.....sudahlah,kamu tidak usah memikirkan kesedihanmu,tenang saja,nenekmu itu pasti dia baik-baik saja disana,lagian ini juga sudah 1 tahun nenekmu meninggal,jadi....kamu tidak perlu bersedih" kata lewi sambil tersenyum dan membuat kesedih Xixi perlahan menghilang.


Mengusap air mata "iya,betul apa katamu Lewi,aku tidak harus memikirkan kesedihanku" senyum Xixi dan kesedihannya menghilang


"kau adalah kawan terbaik aku Lewi" kata Xixi


"Hahahahha.....aku ini memang kawan terbaik kamu,kawan seperti aku ini udah jarang didunia ini" kata lewi sambil membangga-banggakan dirinya


"Hahaha....sudahlah hayalanmu itu,kita pergi cari makanan aja yok diluar kampus" kata Xixi sambil ketawa heran dengan temannya.


BUKK "Ayooooo!!!!!!" teriak Lewi ke Xixi dan dan merangkul tangannya kepundak Xixi,sedangkan Xixi hanya tertawa melihat tingkah laku sahabatnya itu.


Saat mereka hendak pergi ketempat tujuan mereka,tiba-tiba diperjalanan mereka datang seorang pria tua dengan membawa sebuah beban dipundaknya dan berpakaian lusuh serta ada beberapa robekkan yang dibajunya sehingga nampak tidak layak dipakai lagi. Dia menghampiri lewi dan Xixi. Pria tua itu nampak sangat rentan dan tidak berdaya,apa lagi dengan beban yang ada dipundaknya itu


"Anak muda.....tolong berikan pria tua ini sedikit makanan atau sedikit uang nak.....bapak beberapa hari ini belum makan nak" kata pria tua tersebut dengan suara yang tidak berdaya sambil menjulurkan tangannya.Xixi yang melihat pria tua tersebut merasa kasihan lalu Xixi pun memberikan uangnya kepada pria tua tersebut.

__ADS_1


"Ini kek,maaf aku hanya punya segini buat kakek"kata Xixi hendak memberi pria tua itu sebuah uang.


Tiba-tiba Lewi menahan tangan Xixi agar tidak memberi uang Xixi kepada pria tua itu dan dia berkata.


"hai Xixi,kamu gak takut sama pria tua itu?. Bisa jadi dia cuma berbohong,aku sudah banyak dengar berita penipuan-penipuan seperti ini" kata Lewi sambil berbisik dengan Xixi


"Untuk apa aku takut?,dia hanya pria tua yang kelaparan,tidak salah dong aku membantunya. Kamu pun juga Lewi,jangan suka mempercayai berita-berita seperti itu,biarin aja maupun pria tua itu berbohong tapi aku bakal selalu baik dengan dia" kata Xixi yang berbicara dengan lewi sambil berbisik pula.


Setelah itu Lewi pun melepas tangan Xixi dan Xixi pun memberikan uangnya kepada pria tua tersebut.


"Terima kasih anak muda" kata pria tua tersebut dengan senang hati.


"Iya pak,sama-sama" jawab Xixi dengan senyum bahagia.


"Eh,gak usah pak gak usah,saya ikhlas kok pak" jawab Xixi sambil menolak pemberian pria tersebut.


"Tidakpapa anak muda,ambil saja"kata pria tua itu sambil menyodorin kalung itu kepada Xixi. Akhirnya Xixi pun menerima pemberian pria tersebut dan berkata.


"terima kasih pak atas pemberiannya" kata Xixi kepada pria tua tersebut.

__ADS_1


Xixi yang bingung menerima pemberian pria tua tersebut dan berpikir 'kenapa bapak itu memberikan aku kalung?' kata Xixi dalam hati.


Lalu pria tersebut pergi meninggalkan Xixi dan kawannya Lewi. Setelah itu,mereka berdua pun melihat kalung tersebut dan mereka terpana dengan kalung yang cantik dengan warna kuning dan bermotif burung phonex dan rantai yang masih sangat mengkilau,ratainya terlihat seperti alumunium dan nampak sangat-sangat cantik.


"Sudahlah,ayok kita pergi" kata Xixi yang berbicara dengan sahabatnya itu yang tadinya sedang melihat kalung tersebut terkejut saat Xixi berbicara padanya


"oh,ayoooo!!!!....let's go!!!" teriak Lewi dengan semangat.


*SKIP,TEMPAT MAKAN*


"Lewi,aku ketoilet dulu ya"bilang Xixi kepada temannya yang sedang makan. Lalu Lewi menjawab dengan mengangguk saja karna dia masih menikmati makanannya.


*POV,TOILET


"Huuufff....." hembusan nafas Xixi karna dia ingin semua beban yang ada dipikiran dia keluar.Lalu Xixi pun kepikiran dengan kalung misterius yang diberikan bapak tua tadi.


Xixi pun mengeluarkan kalung misterius yang ad didalam tasnya yang dia bawak. Lalu dia pun mengenakan kalung tersebut dihadapan cermin yang sedang dia berdiri itu.


"Wah,kalungnya bagus juga,tidak sangka kalung sebagus ini bapak itu berikan kepadaku" kata Xixi yang masih mengamati kalung tersebut dan terpana dengan keindahan kalung tersebut. Dan tiba-tiba

__ADS_1


@CRIIINNNGGG!!!!!@


~NEXT~


__ADS_2