Cinta Sang Kaisar

Cinta Sang Kaisar
7.05. Pelayan baru


__ADS_3

'Xixi.....kamu akan dalam masa pantauan ku' ucap Cheng mo dalam hati sambil mengepal tangan kirinya.


Lalu,saat itu pun Xixi mendekati kursi yang berada tepat disamping kaisar Lugian dan dia pun duduk dengan anggun.


' Dasar kaisar sialan,kenapa aku harus duduk dengan dia?' gumam Xixi yang sudah duduk disamping kaisar.


"Kamu tadi bilang apa?" kata kaisar yang mendengar gumam Xixi namun terdengar samar-samar.


"Hah?,ti-tidak,aku tidak berkata apa-apa" kata Xixi yang mencoba menenangkan dirinya.


"Baiklah" kata kaisar kepada Xixi dengan suara tegas namun lembut.


"Kenapa kamu menyuruh ku duduk disini?, selir-selir mu kan ad" kata Xixi kepada Lugian dengan bisik-bisik.


"Kamu akan melihatnya"kata Lugian kepada Xixi dengan membalas bisikan Xixi dan menggodanya.


Cheng mo yang melihat kedekatan Xixi dan Lugian merasa cemburu dan iri,itu sebabnya Cheng mo yang membenci Xixi.


'Dasar Xixi!!!!!!' geram Cheng mo sambil mengepal tangannya.


Sedangkan para selir lainnya tidak menanggapi dan masih fokus dengan kegiatan mereka masing-masing.


Saat itu pun.....


"Karena kalian semua sudah disini,aku akan memberikan kesempatan kepada Xixi untuk memilih pelayannya sendiri dan mulai sekarang,Xixi akan tinggal diistana dan para pelayan yang ditunjuk Xixi akan membatu Xixi untuk tinggal disini" kata Lugian kepada orang-orang yang ad didepannya dengan suara keras dan tegasnya.


Orang-orang yang ada didalam istana pun sontak kaget karena Xixi adalah pendatang baru dan kaisar langsung membiarkan dia tinggal didekat istana. Dikarenakan orang-orang istana tau kalau kaisar mereka tidak suka dengan pendatang baru,lain halnya dengan Xixi dan itu sebab orang-orang istana nampak kaget.


Cheng mo yang mendengar itu pun sontak marah


"AKU TIDAK SETUJU!!!" teriaknya yang membuat dia sebagai pusat perhatian orang-orang istana dan Xixi yang mendengar itu merasa sedih karena sudah membebani Lugian.


"Ma-ma-maafkan atas kelancangan saya yang mulia" kata Cheng mo yang meminta maaf sambil memberi hormat karena kesalahannya kepada Lugian.


Lugian yang saat itu menyadari kalau wajah Xixi mulai merasa sedih dan raut wajahnya juga terlihat murung.


"Kenapa kamu tidak setuju?" kata Lugian kepada Cheng mo yang mulai mengeluarkan tatapan tajam.


"Ka-ka-karena Xixi adalah pendatang baru,kita tidak tau dia berasal dari mana yang mulia" kata Cheng mo kepada kaisar yang panik namun berusaha menenangkan dirinya.

__ADS_1


"Apakah orang yang aku bawak harus seberbahaya itu?" kata Lugian kepada Cheng mo dengan aura yang dingin.


"Ti-ti-tidak yang mulia,ma-ma-maksud saya....." ucap Cheng mo yang terbata-bata lalu dipotong oleh Lugian.


"Kamu tidak usah banyak tingkah,DUDUK!!!"ucap Lugian kepada Cheng mo dengan tegas dan kesal.


"Ba-ba-baik yang mulia" kata Cheng mo yang saat itu ketakutan dan duduk kembali ditempatnya.


'Lihat saja Xixi,aku akan membuatmu seperti berada di neraka!' ucap Cheng mo dalam hati yang saat itu dia sangat kesal dan panas-panasnya.


"Baiklah, para pelayan bisa maju ke depan"perintah Lugian kepada para pelayan-pelayan itu yang masih berdiri.


Lalu,para pelayan yang sedang berdiri dipojokan belakang pun membungkuk badan sebagai penghormatan mereka. Lalu para pelayan itu pun mulai berjalan hendak menuju ke depan singgasana Lugian,termasuk juga Syime.


"Hormat kepada yang mulia dan nona Xixi" serentak para pelayan itu sambil membungkkuj hormat.


"Pilihlah yang menurut kamu pelayan terbaik"kata Lugian kepada Xixi.


"Ba-baiklah" kata Xixi kepada Lugian yang saat itu Xixi bingung harus memilih yang mana.


Lugian yang melihat Xixi kebingungan pun memegang tangan Xixi dan berkata....


Xixi pun sontak kaget karena tangannya digenggam oleh Lugian dan karena kekagetannya dia hanya bisa jawab dengan anggukan dan mulai fokus kepada para pelayan-pelayan itu agar dia tidak salah pilih.


Pandangan Xixi mulai melihat satu persatu para pelayan dan matanya berhenti di Syime pelayan yang tadi pagi membantu dia.


"Aku memilih Syime" kata Xixi dengan suara keras sambil menunjuk jari telunjuknya tepat didepan Syime.


"Terima kasih nona terima kasih,saya akan senantiasa bersama nona dan mengapdi kepada nona" kata Syime dengan gembira sambil bersujud terimakasih kepada Xixi.


"Kamu tidak perlu seperti itu,berdirilah" perintah Xixi kepada Syime dengan suara lembut dan anggunnya. Syime yang mendengar perintah Xixi langsung menurutinya.


"Terimakasih nona" sekali lagi Syime berterimakasih kepada Xixi sambil bungkuk hormat dan berdiri didekat tempat duduk Xixi yang jaraknya 3 meter.


Xixi pun menjawabnya dengan mengangguk saja dan dia mulai melihat pelayan yang lain secara satu persatu.


"Kamu" ucap Xixi sambil menunjuk kepada pelayan tersebut.


"Saya nona?" tanya pelayan tersebut kepada Xixi dengan muka bingung.

__ADS_1


"Iya kamu,majulah kamu" perintah Xixi kepada pelayan itu.


Lalu pelayan itu pun menurut perintah Xixi dan mulai maju lebih depan dari barisan para pelayan lainnya.


Xixi yang melihat pelayan itu pun merasa penasaran dan jga ingin pelayan itu bersama dia namun dia tampak ragu.


"Apa yang kamu bisa?" tanya Xixi kepada pelayan tersebut.


"Saya bisa melindungi nona dan juga saya bisa merias nona,saya sudah belajar beberapa gerakan beladiri dan saya akan melindungi nona selalu" ucap pelayan tersebut dengan percaya diri.


Xixi yang mendengar perkataan pelayanan tersebut langsung memperhatikan pelayan itu dengan seksama.


Pelayan tersebut terlihat sangat pemberani dan kuat namun memiliki paras yang lumayan cantik serta memiliki sifat yang agak tomboi.


"Siapa nama mu?" tanya Xixi kepada pelayan tersebut.


"Nama saya Meo nona"sambil membungkuk hormat kepada Xixi.


"Baiklah Meo,mulai sekarang, kamu akan menjadi pelayan ku" kata Xixi kepada Meo yang memilih Meo secara langsung tanpa ada rasa ragu lagi.


Meo yang mendengar itu langsung bersujud kepada Xixi karena rasa syukurnya dan berterimakasihnya kepada Xixi karena Xixi sudah memberi Meo kesempatan untuk bersamanya.


"Terima kasih nona,aku akan bersumpah mengapdi kepada nona dan setia serta melindungi nona" ucap Meo kepada Xixi dengan semangat serta senang hati dan itu membuat Xixi merasa malu-malu.


"Kamu tidak usah seperti itu" kata Xixi kepada Meo yang masih agak malu-malu.


"Baiklah,aku akan mempercayaimu" kata Xixi kepada Meo dengan senyum lembutnya.


"Baik nona" ucap Meo kepada Xixi dengan sopan sambil membungkukkan badannya hormat pada Xixi.


Meo pun berjalan menuju samping tempat duduk Xixi dan berdiri disamping Syime. Syime yang melihat Meo sudah berdiri disampingnya itu pun dia berkata kepada Meo.


"Hei,kita harus selalu menjaga nona Xixi" ucap Syime kepada Meo sambil berbisik namun kata-katanya agak tegas kepada Meo.


"Tenang saja,aku akan selalu melindungi nona Xixi" balas Meo kepada Syime sambil berbisik juga.


'Ternyata kamu sangat pintar memilih pelayan wanitaku' kata Lugian dalam hati sambil senyum yang pandangannya selalu menuju ke Xixi dan melihat hal yang Xixi lakukan tadi.


~NEXT~

__ADS_1


__ADS_2