Cinta Sang Kaisar

Cinta Sang Kaisar
6.04.Xixi ke istana


__ADS_3

"Kreeeekk"


Saat Xixi sudah bangun,tiba- tiba seorang pelayan membuka pintu dan masuk ketempat Xixi.


"Selamat pagi nona"kata pelayan itu,lalu dia membuka jendela agar cahaya masuk kedalam ruangan itu.


Xixi pun yang mendengar ucapan selamat pagi dari sang pelayan pun menjawab.


"Iyah,selamat pagi" kata Xixi sambil bangun dari tempat tidurnya.


"Kenapa kamu kesini?"tanya Xixi kepada pelayan itu.


"Saya diperintahkan oleh kaisar Lugian untuk menyuruh anda menemui yang mulia di istana"kata pelayan itu kepada Xixi dengan sangat sopan.


"Ouh,baiklah. Aku akan kesana"kata Xixi kepada pelayan itu dan dia langsung menuju keluar pintu. Tapi,tiba-tiba.....


"Nona!!!!"teriak sang pelayan itu dan menghentikan langkah Xixi.


"Ada apa??!!"kata Xixi kaget karena pelayan itu berteriak namanya.


"Nona........anda harus ganti pakaian dulu"kata pelayan itu dengan ekspresi khawatir.


"Kenapa?,kan pakaian aku masih bagus"kata Xixi heran kepada pelayan itu.


"Tapi nona.......anda harus menghadap yang mulia dengan pakaian lusuh ini dan muka berantakan seperti itu???" tanya pelayan itu dengan sopan.


Xixi pun mulai memperhatikan pakaiannya dan duduk didepan meja rias lalu bercermin.


'Ahahahah.....sepertinya aku harus bersih-bersih dulu' kata Xixi dalam hati sambil melihat mukanya yang berantakan.


'Tapi....saat aku terkirim kesini wajah aku tidak berubah sama sekali,lalu....cuma pakaian saja yang berubah' dalam hati Xixi sambil termenung.


Lalu, pelayan yang melihat Xixi yang termenung itu pun menyadarkan Xixi dengan....


"Nona,apakah anda perlu mandi??"tanya pelayan itu kepada Xixi dengan sopan.


"Iya, sepertinya aku perlu mandi"jawab Xixi yang saat itu tersadar dari lamunannya dan sambil memegang kedua pipinya.


"Baiklah,saya akan menyiapkannya buat anda"kata pelayan itu kepada Xixi dan mohon pamit kepada Xixi.


Tidak lama kemudian,sang pelayan itupun kembali dan berkata


"Nona,air mandi anda sudah siap"kata pelayan itu dengan sopan.


"Baiklah terimakasih"kata Xixi sambil mengangguk.


Lalu,Xixi pun berdiri dari tempat rias dan menuju ke kamar mandi dia. Saat Xixi sudah sampai ke kamar mandinya,dia pun berendam di bak mandi yang sudah disiapkan pelayan itu.Tiba-tiba......


*bluuurrr......*


Suara ceburan dan itu membuat Xixi basah kuyup,dan ternyata ulahnya bukan lain adalah.....

__ADS_1


*TIIITT.....ZONA AUTHOR*


Author:"Hai Xixi ku sayang.....apakah kau merindukan ku????"kata author sambil hendak memeluk Xixi namun.....


Xixi:"Pergi kamu,aku tidak mempunyai author bobrok seperti mu"kata Xixi sambil menahan kepala author agar tidak memeluknya


Author:"lu sangat kejam kepadaku Xixi_-"


Xixi:/*fokus terhadap mandinya


Author:"haaaa......sangat segaarr........capek2 mengerjakan naskah lalu berendam..... nikmat tuhan apa yang sudah kamu dustai"kata author sambil merasakan rendaman air tersebut.


Xixi:"Kenapa kamu muncul lagi author??"


Author:"Aku hanya ingin berendam dengan lu dan menenangkan pikiran ku".


Xixi:"Baiklah"


*skip,selesai mandi


Author:"haaaa.....terima kasih atas pemandiannya Xixi.....aku akan pergi,dadah"/*pergi dana melambaikan tangan


Xixi:'dimana-mana pasti ada dia,huuuffff,sabar aja aku memiliki author seperti dia_-'/*dalam hati.


*KEMBALI KECERITA*


Setelah Xixi selesai mandi dia pun keluar dari kamar mandi itu dan pelayan tadi memberikan pakaian yang cukup cantik kepada Xixi.


Xixi pun memakai pakaian yang diberikan oleh pelayan tadi ditempat pengganti pakaian,lalu setelah selesai memakainya Xixi pun keluar dan pelayan yang melihatnya termenung karena melihat kecantikan Xixi saat memakai pakaian itu.


Author:"lebih rincinya....aku memberikan gambar"



Xixi yang melihat pelayan itu termenung lalu menyadarkan pelayan tersebut.


"Apakah kamu baik-baik saja??"tanya Xixi sambil memegang pundaknya untuk menyadarkan pelayan itu.


"Sa-saya baik-baik saja nona,maaf atas kelancangan saya"kata pelayan itu dengan membungkuk dan tunduk karena dia takut sudah menyinggung Xixi.


"Angkatlah kepala mu,kamu tidak bersalah"kata Xixi kepada pelayan itu.


"Nona,apa anda perlu saya menyisirkan rambut anda?"tanya pelayan itu kepada Xixi sambil mengangkat kepalanya.


"Tentu saja,aku perlu bantuan mu"ucap Xixi kepada pelayan tersebut.


"Baik nona"kata pelayan itu sambil bungkuk.


Xixi pun duduk didepan meja rias. Lalu...... pelayan itu mulai meyisirkan rambut Xixi dengan perlahan dan dia mulai mengikat dan menghias rambut Xixi dengan baik.


"Sepertinya..... keterampilan kamu mengikat rambut bagus juga"kata Xixi memuji pelayan itu.

__ADS_1


"Terima kasih nona, suatu kehormatan buat saya"kata pelayan itu dengan tersenyum dan masih fokus kepada rambut Xixi.


"Aku tidak tau nama mu, boleh kah aku tau siapa nama mu"kata Xixi kepada pelayan itu dengan sopan.


"Nama saya Syime nona"kata dia kepada Xixi dengan sopan.


"oouhh....baiklah Syime"kata Xixi sambil mengangguk.


"Sudah selesai nona"ucap Syime.


"Waahh....sangat bagus"ucap Xixi sambil memuji Syime.


"Terima kasih nona"kata Syime sambil membungkuk terima kasih.


"Baiklah,ayo kita ketempat yang mulia Lugian" kata Xixi kepada Syime dan berdiri dari meja rias.


Mereka berdua pun keluar dari tempat tersebut dan menuju ke istana Lugian. Istana dan tempat Xixi tidak cukup jauh,cuma berjarak 300 M ke timur.


Saat mereka hendak masuk ke istana mereka nampak terkejut karena di istana sangat rame dan ternyata orang-orang tersebut adalah para Pedana Menteri istana. Xixi juga melihat Lugian duduk disinggahsana raja dan nampak gagah di mata Xixi dan orang-orang yang melihat Xixi pun juga terpana karena kecantikannya,bahkan para pengawal,Pedana Menteri,dan kaisar Lugian juga terpana oleh kecantikan dan keanggunan Xixi.


'Dia sangat cantik'kata Lugian dalam hati sambil malu-malu.


Xixi dan Syime maju ke depan singgasana Lugian dan memberi salam.


"Salam kepada yang mulia kaisar Lugian semoga anda diberi kesehatan selalu"kata Xixi dan Syime dengan serentak sambil menundukkan kepala mereka agar mereka terlihat lebih sopan,itulah tradisi kerajaan.


Lalu,mereka pun mengangkat kepala mereka dan Syime mundur dari singgasana lalu dia berdiri dipojokan bersama pelayan-pelayan lainnya. Xixi yang melihat Syime pun mengikuti dia dan hendak mundur dari depan singgasana Lugian namun.....


"Kamu mau kemana??"tanya Lugian kepada Xixi yang membuat langkah Xixi terhenti.


"A-a-aku mau duduk"kata Xixi dengan beralasan.


"Kamu duduk disamping ku"kata Lugian sambil memerintahkan Xixi.


Orang-orang yang ada didalam istana itupun sontak kaget karena sebelum itu kaisar tidak pernah menyuruh seluruh wanita duduk didekatnya serta membuat iri para selir-selir Lugian yang ada didalam istana.


"Ti-tidak usah,saya akan duduk bersama yang lain"kata Xixi menolak dengan baik-baik.


Lugian yang mendengar penolakan itu pun mulai mengeluarkan tatap tajamnya dan membuat Xixi ketakutan.


"Ba-baiklah,saya akan duduk"sambil berjalan maju dan menuju ketempat duduk disamping Lugian yang sudah disiapkan.


Para selir-selir yang melihat itu merasa iri kepada Xixi,apa lagi selir pertamanya Lugian mulai membenci Xixi karena menurut dia,yang mulai kaisar Lugian pilih kasih terhadap selir lain dan terhadap dirinya. Nama selir pertama itu ialah...... Cheng mo.


'Xixi......kamu akan aku urus' kata Cheng mo dalam hati yang emosinya masih tertahan.


"Apa yang sedang kamu pikirkan selir pertama??"ucap selir ke-3 yang bernama Wei zi kepada Cheng mo.


"Aku tidak memikirkan apa-apa kok"kata Cheng mo kepada Wei zi.


"Ouh,baiklah" ucap Wei zi.

__ADS_1


'Xixi.....kamu akan dalam masa pantauan ku' ucap Cheng mo dalam hati sambil mengepal tangan kirinya.


~NEXT~


__ADS_2