Cinta Sang Kaisar

Cinta Sang Kaisar
9.07.Xixi dibenci oleh selir pertama dan selir ke-2


__ADS_3

Saat Lugian dan Xixi masih berpelukan tiba-tiba........


Cheng mo yang hanya numpang lewat saja namun dia melihat Xixi dan Lugian berpelukan sangat erat lalu dia bersembunyi agar kedatangan dia tidak diketahui oleh Lugian dan Xixi.


Cheng mo yang melihat hal tersebut sangat marah dan saat itu juga dia bertekad untuk membuat Xixi menderita karena tinggal di istana.


"X.I.X.I!!!!!!" geram Cheng mo sambil mengepal tangannya dengan kuat.


"Lihat saja Xixi,aku akan membuatmu menderita dan merasa tinggal di neraka" ucap Cheng mo yang masih geram dengan Xixi.


Dan tiba-tiba......


"bruk!, apa yang kamu lakukan selir Cheng mo?" tiba-tiba seseorang menepuk pundak Cheng mo dan mengagetkan Cheng mo, ternyata dia adalah selir ke-2 kaisar Lugian yaitu Mei lu.


"hah!,huuuffff.......kamu mengagetkanku selir ke-2" ucap Cheng mo sambil menghela nafas karena kaget.


"Hahaha.maafkan aku selir pertama. Tapi ngomong-ngomong ngapain kamu disini?" tanya Mei lu kepada Cheng mo yang penasaran.


"Suuutt.....kamu lihat disana" tunjuk Cheng mo.


Lalu saat Mei lu melihat arah yang ditunjuk Cheng mo dan ternyata Mei lu melihat Xixi dan Lugian berpelukan dengan hangat dan itu juga membuat Mei lu dengki dengan Xixi.


"Dasar wanita jalan* itu!!!" geram Mei lu sambil melihat Xixi dengan tatapan sinis.


'Hahaha, seperti aku mendapatkan bantuan' dalam hati Cheng mo dengan senyum sinis.


"Apakah kamu kesal dengan si jalan* itu selir ke-2?" tanya Cheng mo kepada Mei lu dan membuat Mei lu semakin memanas.


"TENTU SAJA!,tentu saja aku kesal!!" jawab Mei lu dengan ekspresi benci dimukanya dan sambil menggenggam bajunya dengan kuat.


"Bagaimana kalau........kita membuat dia menderita" ucap Cheng mo yang mulai menghasut Mei lu agar berbuat jahat.


"Sepertinya ide bagus" jawab Mei lu yang mulai terhasut oleh Cheng mo.


Lalu mereka berdua pun menatap Xixi yang saat itu masih berada dipelukkan Lugian dengan tatap benci,amarah dan dengki.


Author:"Huuuffff.....ada saja tokoh antagonis yang harus aku buat:(" ucap author sambil memegang kepalanya.


*kembali kecerita*


Pelukkan Xixi dan Lugian sudah berlangsung selama 20 menit lebih dan bahkan mereka tidak merasakan lelah karena terlalu lama berdiri.


Tiba-tiba Lugian melepaskan pelukan itu dan mereka berdua saling melepaskan pelukan. Lugian yang saat itu sudah melepaskan pelukannya lalu memegang kedua bahu Xixi.


"Terimakasih atas pelukannya" ucap Lugian kepada Xixi lalu melepaskan tangannya yang saat itu memegang pundak Xixi dan langsung meninggalkan dia tanpa sepatah kata lagi.


"Lugian" gumam Xixi yang melihat Lugian meninggalkan dia dengan tatapan sedih dan kasihan.


"Aku harus mencari tahu apa sebenarnya maksud dari acara istana tadi" ucap Xixi dengan tekadnya.


Lalu,saat Xixi hendak pergi dia merasa bahwa dari tadi ada orang yang memantau dia dan dia pun melihat sekelilingnya.


Saat itu pun juga Cheng mo dan Mei lu yang menyadari bahwa mereka ketahuan oleh Xixi langsung melarikan diri agar mereka tidak ketahuan.

__ADS_1


"Hmmmm..... mungkin perasaanku saja" ucap Xixi yang melihat sekelilingnya namun tidak ada satu orang pun.


*TIIIITTT.....ZONA AUTHOR*


Author:"Huuufff......dasar Xixi bodoh" ucap author sambil menghela nafas karena kebodohan Xixi itu:v.


Xixi:"Hei!!!,siapa yang kamu bilang bodoh?!" kesal Xixi


Author:"Tentu saja elu lah Xixi" dengan ekspresi tidak peduli.


Xixi:"Dasar author S.I.A.L.A.N"geram Xixi.


Author"Ekhem, sepertinya aku butuh pengganti tokoh utama yang cewek nih" ucap author seakan-akan menggertak Xixi.


Xixi:"Hah?!,a-a-author yang baik bijaksana dan terhebat,maafkan hambamu ini" ucap Xixi sambil mewek dan memuji-muji authornya.


Author:"Khahahaaha"


Xixi:'Dasar author tidak berperikemanusiaan' ucap Xixi dalam hati sambil geram kepada authornya.


Author:"Kalian sangat hebat ya bisa berpelukan selama itu_-".


Xixi:"Hei!!!!,hebat apanya!,kamu gak lihat nih author kaki aku sampai keriting begini!" kesalnya.


Author:"ouh,aku tidak memperhatikan kaki lu" dengan ekspresi tidak peduli.


Xixi:/*mencoba menahan amarahnya


Author:"Hiikk!!!"/*merinding


"Ti-ti-tidak tidak,aku tidak melakukan apa-apa dengan wanitamu,masukkan kembali pedang mu atau kamu akan aku ganti" ucap author sambil ketakutan dan merinding.


Lugian:"Coba saja kalau berani dan kepala mu akan aku jadikan patung figuran" ucap Lugian kepada authornya dengan tatapan dingin dan mendekatkan pedangnya keleher author.


Author:"Baiklah baiklah tidak akan!,masukkan kembali pedang mu!" ucap author yang mulai memucat dan merinding.


Xixi:"Lugian" ucap Xixi kepada Lugian sambil menggelengkan kepalanya.


Lugian:/*memasukkan pedangnya


Xixi:"Apa kamu baik-baik saja author?"


Author:"Ha ha ha, baik-baik saja apanya?!, Lugian hampir membunuh ku!" ucap author dengan nafas terengah-engah karena syok.


Lugian:"Aku tidak sengaja" dengan ekspresi tidak peduli.


Author:"L.U.G.I.A.N!!!"geram author.


Xixi:"Baiklah baiklah kita lanjutkan saja perannya" ucap Xixi yang mulai menenangkan keadaan.


Author:"baiklah kalian lanjut aja sana" sambil memegang kepalanya yang agak pening karena tingkah laku Lugian tadi.


*KEMBALI KECERITA*

__ADS_1


Xixi pun hendak pergi keseluruh kediaman para Pedana Menteri istana namun saat Xixi menanyakan maksud dari acara istana tadi tidak satupun para Pedana Menteri yang yang tau maksud dari acara istana tadi. Lalu, saat Xixi ingin menuju ke-kediaman Pedana Menteri selanjutnya tiba-tiba Xixi dihadang oleh Cheng mo dan Mei lu yang bermaksud jahat kepadanya.


"Permisi aku mau lewat" ucap Xixi kepada mereka ber-2 namun mereka tetap menghalangi jalan Xixi.


"Kami tidak menyuruh kamu untuk pergi" ucap Mei lu yang menatap tajam Xixi.


'Mereka ingin cari masalah dengan ku?' ucap Xixi dalam hati.


"Apa mau kalian?" ucap Xixi kepada Cheng mo dan Mei lu.


"Kami ingin kau menderita!!!" ucap Cheng mo kepada Xixi dengan nada keras dan hendak menampar Xixi namun Xixi menahan tangan Cheng mo yang hendak menamparnya itu dan mendorong Cheng mo dengan kuat hingga dia terjatuh.


"Selir pertama,kamu tidak apa-apa?" ucap Mei lu kepada Cheng mo dengan ekspresi khawatir.


"Aku baik-baik saja selir ke-2" ucap Cheng mo kepada Mei lu sambil menahan sakitnya.


"Dasar wanita jalan*!!" ucap Mei lu dengan nada keras dan hendak menampar Xixi untuk membalas perbuatannya kepada Cheng mo namun sama saja, tangan Mei lu ditahan oleh Xixi dan mendorong Mei lu hingga terjatuh seperti Cheng mo tadi.


"aaggg!!!" ucap Mei lu yang sedang kesakitan.


"Selir ke-2!,dasar kau!!" ucap Cheng mo kepada Xixi dengan geram.


"Ouh,jadi ini selir pertama dan selir ke-2. Tapi maaf ya selir-selir, aku tidak tau apa salah aku pada kalian tapi.....aku dalam keadaan darurat,jika kalian menghalangiku jangan salahkan aku bersikap kasar pada kalian" ucap Xixi kepada Cheng mo dan Mei lu dengan tatapan tajam dan mengancam mereka berdua.


"Kau!!,aku akan memanggil pengawal dan suruh mereka mengusir mu!!" ancam Cheng mo kepada Xixi.


"Silahkan saja,karena disini adalah tempat yang jarang dilalui orang-orang istana" ucap Xixi kepada Cheng mo dengan senyum sinis.


"Bagaimana kamu tau?!" tegas Mei lu kepada Xixi.


"Cih!,apa kalian bodoh?!, Kalian kan selir istana,jalan ini saja kalian gak tau,dasar selir gak berguna" ucap Xixi kepada mereka sambil merendahkan Cheng mo dan Mei lu.


"KAU!!!!!!" geram Cheng mo.


"Aku tidak ada waktu mengurus kalian berdua para anjing peliharaan" ucap Xixi kepada Cheng mo dan Mei lu.


Lalu,saat Xixi berkata seperti itu, Xixi pun meninggalkan Cheng mo dan Mei lu dengan keadaan masih terduduk karena dorongan Xixi tadi.


"Hei!!,kau mau kemana?!!, kembali kesini kau wanita jalan*!!!!",ucap Cheng mo dengan nada keras namun Xixi tidak mempedulikannya.


'Tahan Xixi, masalah mu tidak dengan mereka' ucap Xixi dalam hati sambil menyambarkan hatinya.


Author:"Heuks,Xixi aku sudah besar:'("/*terharu.


Lugian:"Siapa yang bilang Xixi itu milik mu author"/*mersandar didinding sambil memegang pedangnya.


Author:/*merinding


Saat Xixi hendak pergi ke-kediaman Pedana Menteri selanjutnya tiba-tiba.......


~NEXT~


__ADS_1


__ADS_2