Cinta Sang Kaisar

Cinta Sang Kaisar
8.06.Pelukan yang hangat namun...


__ADS_3

'Ternyata kamu sangat pintar memilih pelayan wanitaku' kata Lugian dalam hati sambil senyum yang pandangannya selalu menuju ke Xixi dan melihat hal yang Xixi lakukan tadi.


"Baiklah,Xixi sudah memilih para pelayannya dan aku berharap kalian bisa membantu dan selalu bersama dengan Xixi" ucap Lugian kepada para pelayan yang sudah dipilih oleh Xixi.


"Baik yang mulia,kami tidak akan mengecewakan yang mulia" ucap Syime dan Meo dengan serentak dan sopan.


Setelah Xixi memilih para pelayan orang-orang istana melanjutkan acara mereka dan itu berlangsung hingga siang hari. Setelag acara istana selesai Xixi, Syime dan Meo keluar dari istana namun tangan Xixi tiba-tiba ditahan oleh Lugian dan Lugian langsung menarik Xixi kedalam pelukkannya.Xixi yang menyadari hal tersebut sontak kaget serta malu.


"A-a-apa yang kamu lakukan yang mulia?" kata Xixi dengan suara terbata-bata dan ekspresi malu.


"Aku belum pernah memeluk mu seperti ini,biarkan aku memeluk mu sebentar" jawab Lugian sambil memeluk Xixi dengan hangat.


"Ta-ta-tapi disini ada Syime dan Meo,mohon kesopanan anda yang mulia" kata Xixi dengan ekspresi malu dan wajah memerah.


"Tidak usah hiraukan kami nona,kalian lanjut saja. Kami permisi" ucap Meo kepada Xixi dengan sopan.


"Tapi kita harus selalu berada disisi nona" ucap Syime dengan otak polosnya itu.


*TIIIITTTT.......ZONA AUTHOR*


Author:"Dasar Syime benar2 polos"


Syime:"Hei,ada apa dengan aku?,salah aku dimana?"


Author:"Salahnya kenapa otak lu polos seperti kertas hvs_-"


Syime:"Kan author yang membuat sifat aku seperti ini,gimana sih" kesal Syime kepada authornya.


Author:"Udahlah Syime,mending lu ikut Meo aja,dia contoh yang terbaik,tapi otaknya masih trial sih:v" gurau sang author


Meo:"A.U.T.H.O.R!!!!!" geram Meo mendengar kata dari authornya.


Author:"Hahahahaha,aku hanya bercanda Meo"


Meo:"Kalau bukan karena kamu author aku,sudah aku masukkin kamu kedalam peti mati"


Author:/*merinding\ "Ba-ba-baiklah, kalian lanjut saja perannya. 'kenapa para tokoh-tokoh dicerita aku suka banget bikin aku merinding sih,hiks hiks:'(' kata author dalam hati dengan ekspresi kosong sekosong hati authornya:v.


*KEMBALI KECERITA*


Meo yang melihat kepolosan Syime itu langsung menarik Syime menjauh dari Xixi dan Lugian. Mek pun langsung pamit karena mereka tidak mau menganggu waktu Lugian dan Xixi. Mereka lari dengan bersamaan dan meninggalkan Xixi sendirian bersama dengan Lugian. Dan Meo juga menarik tangan Syime dan lari bersama hingga ke-kediaman Xixi.


/POV Syime dan Meo


Mereka pun sudah sampai dikediaman Xixi dengan nafas yang terengah-engah karena larian mereka tadi.

__ADS_1


"Kenapa kita harus menjauh dari nona Xixi?" ucap Syime dengan muka dan otak polosnya.


"Plaaakk!!!,Kamu itu memang bodoh ya" ucap Meo Kepada Syime sambil memukul kepala Syime.


Syime yang dipukul Meo itu pun mewek dan hampir menangis. Meo yang melihat Syime tersebut langsung memegang kepalanya karena heran Kepada Syime yang polos itu.


"Kamu ini bodoh atau gimana sih,kamu tidak nampak tadi yang mulia kaisar memeluk nona Xixi dan apa kamu mau kita menjadi obat nyamuk disitu?" ucap Meo Kepada Syime.


"Hoooouuuhhh.......kenapa kamu dari awal tidak memberi tau kan kepadaku?" ucap Syime yang paham dengan kata Meo namun masih dengan otak polosnya itu.


Author:"Dasar Syime benar2 bodoh_-" ucap author dengan ekspresi seakan-akan capek melihat kepolosan Syime.


"Jtaaakk!!!" Meo pun menyentilkan jarinya kejidat Syime.


"Lupakan saja,tapi yang terpenting jika kaisar Lugian datang atau menghampiri nona Xixi kamu harus menjauh dari mereka, paham?" ucap Meo kepada Syime yang hampir mati karena kesal kepada Syime yang polos itu.


"Ouh, baiklah aku mengerti" ucap Syime kepada Meo dengan ekspresi yang sangat yakin.


"Lalu.......apa yang sedang dilakukan yang mulia dengan nona Xixi ya?" kepo si Meo.


"hhhhmmmm....." Syime dan Meo mulai berpikir.


/POV Xixi dan Lugian


"Biarkan saja mereka pergi,dan aku ingin selalu seperti ini bersamamu" ucap Lugian yang masih memeluk Xixi dengan hangat dan seakan-akan bersikap manja.


"Ya-ya-yang mulia" ucap Xixi yang masih terbata-bata.


"Jika kita sedang berduaan jangan panggil aku yang mulia, panggil aku Lugian saja" ucap Lugian kepada Xixi.


"Ta-ta-tapi......" ucap Xixi yang mukanya semakin lama semakin memerah.


"Apakah kamu tidak mau?" tanya Lugian yang langsung melepas pelukannya.


"Ten-ten-tentu saja" jawab Xixi yang suaranya masih terbata-bata.


"Kalau begitu panggil aku dengan Lugian" ucap Lugian kepada Xixi yang masih bersikap manja itu.


"Lu-Lugian, Lu-Lugian, Lugian, Lugian" ucap Xixi sambil berlatih juga namun masih agak terbata-bata.


"Gadis yang baik" ucap Lugian dengan senang lalu memeluk Xixi kembali dengan hangat.


'Sejak kapan Lugian memiliki sifat seperti ini?,aku kira sifatnya seperti es batu 20 lapis' ucap Xixi dalam hati yang heran dengan sifat Lugian itu.


"Apakah kamu sudah selesai memeluk ku?"tanya Xixi kepada Lugian.

__ADS_1


"Biarkan aku seperti ini selama 30 menit" jawab Lugian.


'Apa?!,30 menit?,kamu mau membuat kaki aku keriting?!'' ucap Xixi dalam hati dengan ekspresi terkejut,namun......Xixi yang baru menyadari pelukan Lugian itu tidak hanya merasa hangat namun juga ada rasa sedih,kecewa,dan putus asa.


Xixi yang merasakan pelukan itu pun entah mengapa merasa sedih juga dan ternyata Lugian yang sedang memeluk Xixi itu memang sedang bersedih dan hanya ingin menenangkan dirinya diperlukan Xixi.


*TIIITTT.....ZONA AUTHOR*


Author:"Hiks hiks, Lugian aku,hiks hiks,jangan bersedih kamu nakಥ╭╮ಥ"ucap author yang ikutan baper.


Lugian:"Kalau bukan karena alurnya aku tidak akan mau_-" ucap Lugian sambil kesal2 dengan authornya.


Author:"Jangan begitu nak,aku tau kamu sedih kok,udh gppಥ╭╮ಥ" ucap author yang ikutan sedih jga.


Lugian:/*mengeluarkan setengah pedangnya


Author:/*ketakutan+merinding\ "Ba-baiklah,aku hanya bercanda, masukkan kembali pedang mu itu"


Lugian:/*memasukkan kembali pedangnya


Author:"hiks,anak aku kenapa pada galak2 sih:'(,aku kutuk jadi aquarium lu nak:'(" gumaman author.


Lugian:"Apa yang kamu katakan?" sambil menatap dingin author.


Author:"Hah?!, A-a-aku aku blg bnyk naskah yang belum aku kerjakan,aku akan mengerjakannya,bay Lugian" kabur dari Lugian dengan cepat.


Lugian:"Hm!,dasar author bodoh_-"


*KEMBALI KECERITA*


Xixi pun tanpa sadar tangan kanannya merasa ada tetesan air tang jatuh dan ternyata itu air mata Lugian. Xixi pun merasa kasihan dan tidak tega kepada Lugian dan dia langsung membalas pelukan Lugian dengan hangat.


Lugian yang menyadari pelukan Xixi itu pun semakin memeluk Xixi dengan erat namun tetap hangat.


'Kenapa dia merasa sedih?, apakah ada sesuatu yang dihatinya membuat dia sedih?,aku tidak tega melihat keadaan dia seperti ini. Ternyata Lugian yang dingin dan tegas juga memiliki sikap seperti ini. Lugian sebenarnya sifat asli kamu gimana yah' ucap Xixi dalam hati dengan ekspresi sedih serta kasihan kepada Lugian.


'Apa jangan-jangan karena acara tadi?,pantas saat acara itu berlangsung hati aku merasa sesak dan sedih, sebenarnya acara apa itu' ucap Xixi dalam hati yang penasaran dengan acara tersebut.


'Aku harus bertanya kepada salah satu orang-orang istana' dalam hati Xixi dengan tekat yang kuat.


Pelukan itu sudah berlangsung selama 10 menit lebih namun Kaki Xixi tidak merasakan sakit,kaku, pegal ataupun keram.


Saat Lugian dan Xixi masih berpelukan tiba-tiba........


~NEXT~

__ADS_1



Author:"Anggap saja sebagai gambaran Lugian:v"


__ADS_2