
Keesokan harinya zayyan dan Silvia pergi ke sekolah.Didalam kelas ia masih memikirkan tentang perjodohan semalam.Tiba tiba Lily menghampiri nya.
"Eh sil... melamun aja si Lo"
"Lily,,,, udah datang kamu rupanya"
"Mikirin apa sih sil"
"Enggak,,, enggak mikirin apa apa kok"
"Nanti pelajaran bahasa Inggris ya sil"
"Eemmm"
Silvia terlihat lesu memikirkan masalah perjodohan nya dengan zayyan.Sebenarnya Silvia senang dijodohkan dengan zayyan, tetapi dia merasa tidak enak dengan sahabat nya Lily.Bel masuk kelas pun berbunyi.Zayyan pun masuk kedalam kelas tersebut.
"Good morning everyone"
"Good morning sir"
"oke hari ini bapak akan mengadakan ulangan ya"
"Wahk ...kok gak bilang dulu si pak." ucap salah satu siswa.
"iya nih pak "
"Kalau kalian belajar dengan sungguh-sungguh pasti kalian akan bisa mengerjakan soal ulangan ini dengan baik" lanjut zayyan.
"Yeeah,,,"Sebagian besar siswa tidak menyukai nya.
"oke,, Silvia tolong kamu maju kedepan... bantu bapak membagikan kertas ulangan ini"
"saya pak"
"iya kamu"
"baik pak ",
Silvia melangkah maju ke depan kelas.Kemudian ia membagikan kertas ulangan tersebut dan mulai mengerjakan nya.
"Eh sil....bantu gue ya" ucap Lily sambil melirik kearah Silvia.
"Jangan ada yang mencontek ya anak anak" Perintah zayyan.
"Siap pak "
Lily hanya bisa menepuk jidatnya.Silvia yang berada disampingnya hanya tersenyum.
"Silvia nanti kalau sudah kumpulkan ke meja kantor bapak ya"
"Baik pak"
__ADS_1
"Bapak ada urusan sebentar, kalian kerjakan dengan tenang ya,,, jangan membuat gaduh"
"Iya pak" jawab anak anak serentak.
Hampir satu jam mereka mengerjakan soal ulangan yang zayyan berikan.Sampai akhirnya bel istirahat pun berbunyi.
Silvia mulai mengambil kertas ulangan mereka.
"Baik semua nya,,, sudah terkumpul semua ini ya" ucap Silvia kepada mereka.
"Tunggu sil"seru salah satu siswa.
"Kamu belum selesai "
"Sebentar lagi sil"
"oke deh aku tunggu sebentar "
Anak itu bernama Lani.Ia memang sedikit lemot.Ia sebelas dua belas dengan Lily.
"Eh ini sudah sil"
"baiklah,aku kumpulkan ya"
"iya sil"
Silvia berjalan menyusuri lorong sekolah menuju ke kantor zayyan.Dikantor zayyan sudah menunggu nya.
Silvia menyerah lembar kertas ulangan tersebut kepada zayyan.Kemudian zayyan menerima nya sambil mengamati sekeliling.
"Nanti sepulang sekolah temui aku di cafe ya,ini alamat nya.Kita perlu bicara "
"MMM.... baik pak"
Lalu Silvia kembali keruang kelas nya sambil membaca alamat kafe yang zayyan tulis disecarik kertas.
"Bisa gawat nih kalo Lily tau"Batin Silvia.
"Dor...."
Belum sampai ruang kelas Lily sudah mengagetkan nya.
"Lily,,,, bikin aku kaget saja"
"Habis kamu kenapa jalan nunduk gitu,"
Lily melirik secarik kertas ditangan Silvia.
"Eh,,, tunggu.... ditangan kamu itu apa sil''
Silvia langsung menyembunyikan kertas tersebut.
__ADS_1
"Enggak bukan apa apa hanya kertas biasa"
"Kenapa kamu sembunyikan begitu"
"Ah ini cuma rumus fisika"
"oooooh......Ke kantin yuk sil"
Silvia menarik nafas lega.
"Ayo......"
Mereka berdua pergi ke kantin bersama.
Sepulang sekolah Silvia menuju ke cafe yang diberi tahukan oleh zayyan.Disana zayyan sudah menunggu gadis cantik itu.Dan memesan kannya orange jus.
"Dimana pak zayyan"Silvia melihat sekeliling.
"Hai sil" Zayyan melambaikan tangan nya ke arah gadis itu.
Kafe itu berada jauh dari sekolah mereka.Jadi mereka merasa aman bertemu disana . Silvia melangkah maju ke arah meja zayyan.
"Bapak sudah memesan ini"
"iya,,ini buat kamu"
"Terima kasih ya pak,"
"iya"
"Apa bapak yakin disini aman ...."
"iya aman kok ...ini kan jauh dari sekolah kita"
"MMM ya udah,, bapak mau berbicara apa dengan saya "
"Kamu tahu sendiri kan Silvia, posisi kita bagaimana "
"Iya pak,,, Silvia tau"
"Aku mau buat kesepakatan dengan kamu"
"Eemmm....what's that?"
"Kamu tahu kan kalau kedua orang tua kita bagaimana sifatnya,,dan sebagai anak aku nggak mau mengecewakan ayahku."
"terus "
"Aku mau kita pura pura setuju dengan perjodohan ini.Jangan sampai siapa pun tahu soal ini"
"Okelah kalo bapak mau nya begitu."
__ADS_1