
Setelah itu Silvia pulang kerumahnya . Dikamar ia masih memikirkan tentang perjodohan nya dengan zayyan.
'Dulu aku memang kagum dengan dia,,tapi semenjak aku mengetahui bahwa ia adalah guru ku,,rasa kagum itu sedikit berkurang,,,tapi kenapa takdir malah membawa kita dalam perjodohan ini.Ya Allah.... apakah dia jodoh yang Engkau kirim kan untuk ku.'keluh Silvia.
'Mana mungkin pak zayyan yang ganteng dan cool itu mau sama aku,, seleranya pasti tinggi.Dia tidak mungkin suka padaku,meski kita berdua dijodohkan.Huft. Sadar Silvia...kamu tidak boleh baper dengan semua ini' Silvia menepukkan kedua tangan nya di wajah nya .
'Ah... Sudah lah,,, Allah telah mengatur semuanya... rencana Allah pasti lebih baik."Gumam Silvia dengan penuh keyakinan.
Setelah lama berpikir Silvia beranjak untuk tidur.Keesokan paginya ia pergi ke taman untuk berolahraga.Karena hari ini adalah hari Minggu.Waktunya libur untuk semua siswa.Silvia sudah ada janji dengan Lily untuk bertemu di taman kota.
Dengan mengenakan pakaian olahraga, Silvia nampak begitu seksi . Rambutnya yang biasanya tergerai kini di kucir tinggi, yang menambah kesan menawan untuk Silvia.Kali ini Silvia tidak memakai kacamata andalan nya.Ia terlihat semakin cantik tanpa berkaca mata.Silvia berlari lari kecil menuju ke taman.Ia memakai headset sembari mendengarkan musik.Setelah sampai ditaman ia melihat sekeliling mencari keberadaan Lily.
'Dimana sih dia'gumam Silvia.
Tiba tiba Lily mengageti nya dari belakang.
"Dorrr,,,"
Silvia pun kaget dibuatnya.
"Astaghfirullah,,, Lily,,,"seru Silvia.
"hahaha,,,,"tawa Lily.
"Kamu itu ngagetin aja tau,,Untung handphone aku gak jatuh tadi,, kalau jatuh kamu ganti rugi lho..."
__ADS_1
"Habis kamu si sibuk main hp aja"
"Tadi tu kamu udah aku cari tapi gak nemu"
"Lah nyari nya aja cuma lirik sana sini ya gak ketemu lah"
"Kamu pasti tadi ngumpet ya Li...pas tau aku datang,,hayoo loo ngaku gak" Tebak Silvia sambil menggelitiki pinggang sahabat nya itu .
"hehe"Lily hanya tersenyum kecil.
"Ayo kita olahraga disana"ajak Silvia.
"Gak ah sil,,, capek,,, kita ngobrol aja di sini ya,"pinta Lily.
Lily hanya tertawa cekikikan melihat sahabatnya yang sedang marah.Tiba tiba di seberang jalan, Lily melihat zayyan yang sedang jogging bersama temannya.
"Eh ,,eh,,,sil,,,, lihat tuh ada cogan"
"Mana mana,,,,"
"Itu lho sil...eh mereka mengarah kesini"
"Giliran ada cogan aja mata Lo hijau Li,"
"Enak aja,, emang nya daun...ayo samperin yuk"
__ADS_1
"ogah gue,,,sana Lo aja...gue gak kegatelan kayak lo."
"apa Lo bilang sil,,,gue kegatelan???Awas ya Lo...."ucap Lily sambil mengarahkan jari telunjuk nya kearah Silvia.
Silvia pun langsung berlari sambil mengejek Lily.
Brruughkkk.....
Tubuh Silvia menabrak seseorang yang tak lain adalah zayyan.Saat Silvia akan terjatuh, zayyan langsung memeluk erat pinggangnya.Sehingga adegan saling tatap menatap pun terjadi.Jarak diantara kedua wajah mereka kini begitu dekat.
Degg...
Entah perasaan apa yang saat ini mereka berdua rasakan.Ada sedikit rasa getaran aneh yang memasuki hati mereka.
"Sil....kamu tidak apa apa kan"
Perkataan Lily membuat mereka berdua tersadar dan langsung melepaskan pelukan mereka.
"enggak Li,,,aku tidak apa apa kok,tadi aku hampir terjatuh terus pak zayyan menolong ku" jawab Silvia dengan nada sedikit canggung.
"Pucuk dicinta ulam pun tiba,,kok bisa kebetulan begini sih pak.... bapak berada di sini"
"Iya nih,, saya memang rutin seminggu sekali kesini"
"oo begitu ya pak,,, kalau gitu maaf ya pak kami berdua permisi dulu". ucap Silvia sambil menarik tangan Lily .
__ADS_1