
Keesokan paginya Silvia dan Zayyan tengah disibukkan dengan aktivitas nya untuk mempersiapkan pertunangan mereka.Zayyan sibuk di hotel untuk mendekorasi ruangan agar terlihat cantik seperti yang ia inginkan.Meskipun ia sudah menyuruh anak buahnya untuk mengurus segala keperluan, tetapi zayyan turun tangan langsung untuk mempersiapkan semuanya.
Sementara dirumah Silvia merasa gugup, karena malam ini adalah malam bersejarah untuk dirinya.Beberapa kerabat nya telah datang ke rumah Silvia.Termasuk keponakan nya dari kampung, Anita.Silvia dan Anita sudah dekat sejak kecil.Mereka berdua sangat akrab, apalagi setelah kepergian ibu Silvia.Anita selalu menjadi tempat curhat baginya.
"aku benar-benar gak nyangka Lo dek, kamu bakal tunangan secepat ini"ucap Anita kepada Silvia
Silvia tersenyum.
"iya kak,aku juga tidak menyangka,,di usia ku yang masih muda ini aku sudah harus bertunangan "jawab Silvia.
"apa kamu gugup dek"
Silvia mengangguk.
"tenang dek,,ada kakak disini yang akan menemani kamu"
Malam pun tiba.
Silvia segera bersiap siap.Zayyan telah memberikan nya sebuah gaun yang indah kepada Silvia.Dengan polesan make up yang tipis dan natural, Silvia terlihat sangat cantik dan anggun mengenakan gaun tersebut.
"wahk,,, cantik sekali kamu dek"
"terima kasih kak"
__ADS_1
"Silvia,, sayang ayo kita berangkat "seru papa Silvia dari luar kamar.
"iya pa,,, Silvia akan segera keluar "
"ayo kak"
Silvia dan Anita berjalan beriringan.Papa Silvia termangu melihat kecantikan anak nya.
"wahk,,, anak papa cantik sekali,,persis seperti mama kamu sayang.....andai mama kamu masih ada dia pasti bahagia sekali nak,"papa Silvia terharu melihat putrinya.
Kemudian Silvia memeluk sang papa.
"papa bangga sama kamu nak"ucap papa Silvia sambil mengelus puncak kepala Silvia.
Mereka pun masuk ke dalam mobil menuju hotel tempat pertunangan.Silvia merasa sangat gugup.Tak selang berapa lama mobil mereka telah sampai.Silvia berjalan menuju ke ruangan dengan digandeng oleh ayah dan juga Anita.
Sementara zayyan, dengan setelan jas nya terlihat sangat tampan dan gagah.Diruangan itu ia mencari sosok yang akan menjadi tunangannya kelak.Manik mata zayyan menemukan seorang gadis cantik yang memakai gaun yang anggun.Gadis itu tak lain adalah Silvia.Zayyan menatap nya dengan lekat .
"cantik sekali dia"gumam nya dalam hati.
Ayah zayyan segera menyadarkan lamunan nya.
"itu calon kamu sudah datang nak,,,ayo kita sapa mereka"
__ADS_1
Mereka pun menyapa Silvia dan keluarganya.Setelah para tamu telah datang, acara pun segera dimulai.
Zayyan menyematkan sebuah cincin ke jari manis Silvia.Zayyan merasa bahagia.Begitupun dengan Silvia.Meski awalnya mereka menolak perjodohan ini, namun pada akhirnya mereka berdua menikmati nya.
Tamu undangan yang hadir nampak ikut berbahagia dengan pasangan baru ini.Sesekali mereka berbisik.
"cantik dan ganteng,,pas sekali ''
"iya ,,, Cocok"
ucap salah satu tamu undangan.Silvia dan Zayyan yang mendengar nya pun tersipu malu.
Setelah selesai acara, Silvia kembali pulang kerumahnya.Sementara zayyan menginap di hotel.
Sampai di rumah ayah Silvia merasa lega.
"Alhamdulillah,,, akhirnya acara nya berjalan dengan lancar ya nak"
"iya pa,,, Alhamdulillah "
"sayang,,, sekarang kamu sudah bertunangan.Jadi kamu jangan macam macam kalau disekolah ya ... ingat kamu sudah memiliki zayyan "
"iya pa,,, Silvia tidak macam macam kok.Papa kan tau sendiri kalau Silvia fokus pada pendidikan Silvia ".
__ADS_1