
"Apa apaan kamu sil,, main pergi gitu aja"protes Lily.
Silvia kemudian melepaskan genggaman tangannya.
"gue malu tau"ucap Silvia.
"seharusnya tu tadi kita apel dulu sama cogan itu" kata Lily.
"kenapa sih otak kamu itu selalu aja yang di pikirin hanya cowok Mulu" ucap Silvia geram .
"gue masih normal kali ya sil...gak kayak elo" lanjut Lily.
"OOO.... jadi elo selama ini anggap gue gak normal gitu"
"ya gak gitu juga"
"Awas Lo ya",
Silvia langsung mengejar Lily.Mereka berdua berlari an kesana kemari.Hingga salah satu dari mereka menghentikan aksi mereka sendiri.
"Stop stop.... udah dong sil" pekik Lily.
__ADS_1
"apa lu bilang"
"gue minta maaf sil,,,,kali ini gue salah...... udah dong larinya...laper nih gue.Makan dulu yuk"ajak Lily.
"Baik lah" ucap Silvia menerima ajakan Lily.
"kita makan bubur ayam disitu yuk "ucap Lily.
Silvia hanya mengangguk kan kepalanya.Mereka berdua pun sarapan disana.
"Enak juga bubur ayam nya" celetuk Lily.
"ssssssttttt"Silvia menutup mulut Lily yang ember dengan jarinya.
Manik mata Silvia menatap tajam ke arah Lily, sehingga gadis itu mengerti apa yang di maksud sahabat nya itu.Setelah kenyang mereka berdua kembali ke rumah mereka masing masing.Setumpuk PR sudah menunggu untuk dikerjakan.Silvia dengan tekun mengerjakan satu persatu pekerjaan rumah nya tersebut.Hingga matahari mulai terbenam, Silvia baru menyelesaikan tugas nya.
"Alhamdulillah,,, akhirnya selesai juga"gumam Silvia.
Silvia lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur . Pikiran nya masih menerawang jauh kedalam kejadian tadi pagi yang membuat nya harus berpelukan dengan zayyan.
"apakah pak zayyan memang jodoh gue ya,,, kenapa kemanapun gue pergi dia selalu aja nongol.Apa jangan jangan dia ngikutin gue.Ah tapi mana mungkin" gerutu Silvia dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Setelah lama berpikir, akhir nya Silvia terlelap.Keesokan paginya Silvia buru buru datang ke sekolah.Hari ini adalah hari Senin, jadi semua siswa harus mengikuti upacara bendera.Silvia yang bangun kesiangan, hanya meneguk segelas susu dan tidak sarapan pagi.
"Silvia, sarapan dulu nak"ajak papa Silvia.
"tidak pa,,,aku sudah terlambat.nanti sarapan di kantin aja"jawab Silvia.
"baiklah, hati hati ya nak"
Silvia pun mencium punggung tangan ayahnya.kemudian berlalu pergi.Sesampai digerbang sekolah para siswa sudah berlarian untuk berbaris di lapangan.Silvia yang belum sempat sarapan mulai merasa lapar.Perutnya terasa perih.Kepalanya juga terasa pening, terkena sinar matahari yang begitu cerah.Ditengah sambutan kepala sekolah,,, Silvia mulai mundur dari posisinya yang tadinya berbaris didepan.Ia berniat untuk pergi ke UKS.Namun baru mundur dua langkah tiba tiba badan nya sudah ambruk.Lily yang tepat berada di belakangnya langsung menangkap Silvia.
"Eh tolong dong ini"pinta Lily
Pak zayyan yang kebetulan berada di belakang siswa kelas Silvia dengan sigap langsung membopong tubuh gadis itu ke UKS.Ia dengan cekatan mengoleskan minyak kayu putih ke kaki Silvia dan mendekatkan nya di hidung Silvia supaya gadis itu tersadar.
"Bangun sil,,bangun"ucap zayyan.
Silvia sedikit demi sedikit mulai mencium aroma minyak tersebut lalu mulai membuka matanya.
"saya ada dimana ini pak,"tanya Silvia.
"kamu sekarang ada di UKS"
__ADS_1
"kenapa saya bisa disini pak"
"tadi kamu pingsan"