
Pagi-pagi sebelum masuk ruangan kelas, Bagas memberikan setangkai bunga indah kepada Neina.
Neina senyum dan menerima bunga itu. Tanpa mengucapkan sepatah katapun mereka berdua masuk ke kelas masing-masing.
Neina duduk di kursi paling depan. Endang datang menghampirinya.
"Cie yang dapat bunga ni ye!" Lesem dari Endang
"Ih apaan sih" Jawab Neina.
Gina dan Dedi lewat sambil bergandengan tangan.
"Dapat bunga bangkai kek gitu aja senang, Idih.... " Bacot Gina.
Dedi hanya diam dan segera duduk. Gina berusaha untuk membuat Neina kesal dengan memberi over perhatian kepada Dedi.
"Kenapa ya setiap aku lihat Neina, sekarang hatiku jadi aneh gitu, jantungku juga berdetak tak menentu, seakan-akan aku jadi sesak" Ucap Dedi dalam hati.
**I b u g u r u d a t a n g.......
**"Anak-anak kita mulai pelajaran hari ini" Ucap Guru Kesenian yang sembari menulis di papan tulis.
"Dedi, coba kamu maju kedepan dan jawab soal ini". Kata bu Guru.
Akan tetapi Dedi tidak menjawab dia sedang menghayal, Ibu guru memanggil berkali-kali, Namun tetap belum sadar juga.
Bu guru pun menjewernya dan menghukum nya untuk menyanyi di depan.
Dia menolak, tapi bu guru mengancam akan memberikan nilai merah.
Dengan Terpaksa dia pun maju kedepan dan bernyanyi lagu yang liriknya :
""''""""" """""""""""
Hari demi hari telah ku lewati
Tak pernah aku bersamamu lagi
Tak pernah aku menduga
__ADS_1
Kau akan pergi tinggalkan aku
Jauh kau pergi tinggalkan diriku
Sepi hati ini membunuhku
Ku coba untuk cari penggantimu
Namun tak ada yang sepertimu
Rindu aku, sangat rindu kamu
Terasa sejak kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Di saat aku terbangun dari tidurku
Rindu aku, sangat rindu kamu
Terasa sejak kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Di saat aku sendiri
Sepi hati ini membunuhku
Ku coba untuk cari penggantimu
Namun tak ada yang sepertimu
Rindu aku, sangat rindu kamu
Terasa sejak kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Di saat aku terbangun dari tidurku
__ADS_1
Rindu aku, sangat rindu kamu
Terasa sejak kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Di saat aku sendiri
rindu aku, sangat rindu kamu
Terasa sejak kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Di saat aku terbangun dari tidurku
Ooh rindu aku, sangat rindu kamu
Terasa sejak kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Di saat aku terbangun dari tidurku
Rindu aku, sangat rindu kamu
Terasa sejak kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Di saat aku sendiri
""""""" """"""::
Murid-murid lain pun bertepuk tangan. Tak diragukan Dedi memang sangat berbakat untuk menjadi seorang penyanyi. Bu guru pun menyuruhnya untuk kembali duduk dan jangan mengulangi menghayal untuk kedua kalinya.
Dia pun duduk dan berusaha untuk fokus belajar, Neina meliriknya dan sama halnya dengan dia. Dengan cepat Neina mengalihkan pandangannya.
Jam pelajaran kesenian pun berakhir. Waktunya untuk istirahat. Endang segera pergi karena dia ada janji dengan Bagas di kantin. Endang tidak mau ikut, dia tidak mau menjadi nyamuk disana......
__ADS_1
J a n g a n l u p a l i k e y a!!!