
*+ **S a t u b u l a n b e r l a lu **+*
Anak -anak sedang berkumpul di depan mading sekolah. Mereka melihat kelulusan.
Neina adalah murid yang lulus dengan Nilai tertinggi dan dibawahnya adalah Endang. Neina dan Endang mendaoat beasiswa untuk kuliah di Universitas Indonesia.
Sementara Dedi lulus dengan nilai yang kurang memuaskan, namun dia tetap berpikir untuk kuliah lagi.
"Selamat ya Na kamu lulus dengan nilai tertinggi. " Ucap Dedi.
"Iya. Makasih ya" Jawab Neina.
"Aku gak diucapin selamat ni?" Tanya Endang.
"Yudah selamat juga ya. Kalian beruntung bisa langsung melanjutkan sekolah. Bukan seperti aku ini." Jawab Dedi.
"Kamu bisa aja" Ucap Endang.
*+ **D i. r u m a h. Neina **+*
Ayah Endang setuju kalau Endang melanjutkan sekolahnya di UI. Walaupun dia akan merasa kesepian dengan kepergian Neina.
__ADS_1
" Tenang ayah, aku pergi kan masih 4 bulan lagi. Jadi kita masih ada waktu untuk bersama." Ucap Endang.
"Iya iya ayah tau."
Siang hari pukul 12.05 Dedi datang ke rumah Neina. Bibi menyuruhnya untuk duduk di kursi tamu sembari memanggil Neina dari atas.
Dedi mengajak Neina untuk pergi jalan-jalan. Namun Neina menolak dia tidak mau membuat Bagas sakit hati.
Dedi pun pulang, dan mengatakan akan menunggu sampai mereka putus.
Neina bingung, akhir-akhir ini semenjak mereka Tamat SMA, Bagas jarang memberi kabar kepadanya. Neina pun mulai curiga karena Bagas memberi alasan kalau ibunya sedang sakit. Tapi saat Neina ingin menjenguk, Bagas tidak memperbolehkannya.
Akhirnya Neina pun pergike rumah Bagas tanpa sepengetahuan Bagas. Di rumah Bagas, Neina bertemu dengan Ibunya. Namun sangat disayangkan Ibunya bilang kalau Bagas sudah pergi belanja bersama calon istrinya.
Neina mengirim pesan kepada bagas yang isinya : " Jika kamu mau nikah kamu jangan menpermainkan aku, aku juga punya hati. Mulai sekarang jangan ganggu aku lagi, jangan bohongi aku lagi. Dan bila perlu kita tidak perlu kenal seperti dulu lagi. Karena aku menerima cintamu itu tanpa sadar, aku hanya cinta sama Dedi, meskipun dia tidak mencintaiku. Semoga kamu bahagia bersamanya"
Sementara Dedi di rumahnya murung dan tak bersemangat. Orangtuanya menyuruhnya untuk melanjutkan kuliah di Sidney. Namun Dedi maaih bingung, karena sekarang yang dipikirannya hanyalah Neina dia tidak mau kehilangan Neina lagi.
Mungkin inikah yang dinamakan cinta sejati, sejak awal dia tidak pernah menyukai Neina tapi sekarang dia begitu ingin memilikinya.
"Kenapa ya" pikir Dedi dalam hatinya.
__ADS_1
Dia masih meminta waktu kepada orangtuanya apakah setuju atau tidak mengenai keinginan orangtuanya itu.
*** **D i r u m a h N e i na *****
Pukul 00.37 ayah Neina dan istrinya tertidur pulas. Ayah Neina lupa untuk meminta Ally kepada kakek gumara.
Pagi-pagi setelah bangun...
"*Aaaaaaaaa,,, aku kenapa disini?????*"
Neina bergegas ke kamar ayahnya.
"Mama kenapa kok teriak-teriak"
"Mama?"
"Iya ma, mama mimpi buruk ya?"
"Kenapa saya bisa ada di sini pak Bambang?"
"Kita kan sudah menikah. Kamu kok jadi aneh gini"
__ADS_1
"Menikah?. Itu tidak mungkin. Saya tidak pernah kepikiran untuk menikah lagi."