CINTA TANPA SADAR

CINTA TANPA SADAR
Episode 14


__ADS_3

++ ***d i k a n t i n ***++


Bagas mengungkapkan perasaannya kepada Neina, dia mengatakan kalau sudah lama dia memendam rasa kepada Neina.


Tapi bagas disuruh menunggu jawaban Neina. Karena Neina tidak bisa menjawab itu untuk sekarang.


Bagas bersedia menunggu sampai kapan pun itu, dan Bagas juga mengatakan akan menghargai apapun jawaban Neina.


'""""" p u l a n g s e k o l a h""""""


Bagas mengajak Neina pulang bersama dengan motor barunya. Neina pun menolak karena dia tidak mungkin meninggalkan Endang sahabatnya.


Ternyata Bagas sudah merencanakannya dengan matang.


Teman Bagas datang, dan sepertinya Endang disuruh pulang bersama temannya. Endang langsung setuju, semata-mata dia lakukan itu untuk Neina, agar dia bisa cepat pacaran dengan Bagas.


Neina pun nurut dan diantar pulang oleh Bagas.


Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Gina dan Dedi. Gina bilang supaya Dedi mencelakai Neina, namun Dedi tidak mau.


Neina pun dilempar dengan tempat minum tepat mengenai kepalanya.

__ADS_1


Neina dan Bagas pun terjatuh. Segera Dedi menghentikan motornya.


"Kamu gak papa Na?" Ucap Dedi.


"Gak papa kok!" Jawab Neina.


"Kok berhenti sih, kita pulang aja sayang jangan perduliin cewek aneh ini" Ucap Gina.


"Kamu yang aneh, kamu kenapa lempar dia, aku gak nyangka kamu setega ini" Ucap Dedi sambil marah dan meninggalkan Gina di tempat itu.


Gina marah-marah kepada Neina dan mau memukul Neina, tapi bagas menangkap tangannya dan mendorong Gina sampai jatuh.


Kemudian Bagas mengantar Neina sampai rumah.


Ayah Neina sedang berbincang-bincang dengan Andine. Mereka berbicara tentang pekerjaan.


Selang beberapa menit mereka membicarakan topik yang berbeda. Ayah Neina menanyakan apakah Andine sudah menikah atau belum.


Andine bilang dia sudah pernah menikah namun suaminya meninggal 2 hari setelah pernikahan mereka, jadi semenjak itu Andine tidak kepikiran untuk menikah lagi karena dia trauma. Dan Andine bilang sampai kapanpun dan sama siapapun dia tidak mau menikah lagi.


Mendengar perkataan itu ayah Neina shyok.

__ADS_1


Dia pun berniat lagi untuk menjumpai kakek Gumara lagi.


""" **d i r u m a h N e i n a **""""


Neina sedang berdiri di depan kaca, dia memandangi dirinya, dia bingung kenapa Gina begitu membencinya, padahal dia tidak lebih cantik darinya.


Dia juga memikirkan tentang perasaan Bagas.


"Bagas memang orang yang baik, tapi aku tidak mencintainya, mungkinkah aku berani menolak cintanya?" Guman Neina dalam hati.


Tapi sekarang Dedi masih menghantui hati dan pikirannya, meskipun dia sudah mencoba beribu cara melupakan seseorang, tapi untuk melupakan Dedi adalah hal yang tersulit bagi hidupnya bahkan lebih sulit dari rumus-rumus matematika yang dipelajarinya selama ini.


Neina mencoba merenung sembari tiduran di atas kasur. Dan mencoba untuk memikirkan hal lain, belum dia terpikir oleh hal yang lain dia sudah tertidur pulas.


++t.o.k . .t.o.k. .t o k.++


Ayahnya mengetuk pintu kamar Neina.


Dia melihat putrinya sudah tidur, dia mengelus kepalanya dan meminta maaf.


Lalu pergi dengan mengendap-endap. Mungkin ayahnya mempunyai rencana rahasia.

__ADS_1


tepat Pukul 00. 15 ayahnya pergi ke rumah kakek Gumara, dia ingin meminta pertolongan yang sangat serius dengan kakek.


Ini menyangkut soal cintanya dan putrinya...


__ADS_2