
2 Bulan berlalu.........
Akhirnya lift itu pun sudah bisa digunakan hiangga lantai atas. Mereka segera mengemasi barang-barang nya dan segera pergi kembali ke Jakarta.
Walau waktu libur tinggal sebentar lagi Neina dan Endang tetap pergi pulang kampung ke Medan.
# D i M e d a n........
Setibanya Neina di depan rumah, Neina langsung memeluk ayah nya dan begitu juga ibu nya, dia meneteskan air mata karena terharu rindunya sudah terbalaskan hari ini.
"Pah kok makin kurus, banyak pikiran ya?" Tanya Neina.
"Akhir-akhir ini ayahmu memang banyak pikiran, dia selalu kepikiran kamu, belum lagi ayah akhir2 ini gak selera makan" Jawab ibu Neina.
__ADS_1
Ayah Neina hanya tersenyum dan bilang kalau dia baik-baik saja.
# **D I r u m a h E n d a n g
Sesampainya** endang di rumah dia hanya melihat Ibunya saja di rumah.
"Bu ayah dimana??" Tanya Endang.
"A yahh. . mu .... " Jawab ibu Endang dengan kata yang terputus-putus.
"Ayahmu sudah meninggal 1 bulan lalu nak"
"Ibu bercanda??" Endang tidak percaya
__ADS_1
"Ibu serius nak, maafkan ibu tidak memberitahumu. Ayah kamu yang bilang sehari sebelum meninggal agar tidak memberi tahu keadaannya kepada kamu. Ibu juga takut kuliah kamu terganggu, Itu pesan terakhir ayah kamu buat kamu!" Ucap ibu Endang sambil menangis dan memberikan surat.
Seketika air mata Endang jatuh tak berhenti dan tak mengedipkan mata, seakan-akan Endang tak percaya akan hal itu. Karena seperginya dia ke Jakarta ayahnya masih sehat dan baik-baik saja.
Endang pun membaca surat itu.
**Isi surat itu adalah **:
"Nak, ayah tau ayah salah. Ayah tidak memberitahumu soal penyakit ayah. Sebelum kamu pergi ayah sudah mengidap penyakit kanker stadium 3. Ayah tidak tega memberitahumu soal Keadaan ayah, maafkan ayah. Ayah sangat sayang padamu, ayah tidak mau kamu sedih karena ayah sakit. Ayah tidak mau kamu larut dalam kesedihan saat melihat jasad ayah. Jangan salahkan ibumu, ayahlah yang menyuruhnya agar tidak memberitahumu ketika ayah mati nanti. Sekarang ayah tau perasaan kamu, ntah pada saat kapan kamu membaca surat ini, kamu harus tetap semangat, kamu harus bisa mencapai cita-cita kamu. Kamu harus tetap melanjutkan perkuliahan kamu. Soal biaya kamu tidak perlu takut, sebelum ayah meninggal ayah semoat mendonorkan mata ayah untuk seorang anak orang kaya, dan mereka berjanji untuk selalu membantu ibu dab kamu jika kesusahan. Ayah harap kamu tidak menangis terlalu lama sayang. Karena itu tidak bisa membuat ayah hidup kembali. Ayah sayang kamu Endang. Kamu harus bisa tetap semangat menjalani hidup. Ayah yakin kamu pasti bisa. Kalau kamu rindu ayah kamu datang saja ke makam ayah dan bersihkan makam ayah. Semangat ya putri Ayah tersayang ayah yakin setelah ini kamu pasti tersenyum. kalau tidak tersenyum berarti kamu benci ayah. :)"
Endang menangis sambil tersenyum membaca surat itu.
"Maafin Endang ma, mama selama ini sendiri disini. Kalau mama mau aku bisa pndah kliah aja disini ma"
__ADS_1
"Kamu harus tetap melanjutkan kliah kamu disana. Kamu harus turuti wasiat ayah kamu. Ibu gak papa kok sendiri, lagi pula kan ada Bi Dewi yang nemanin ibu.
"Tapi kan mah" Terpotong oleh mamanya