
Malam pun berganti menjadi pagi.
Tepat pukul 00.01 ayah Neina berada di rumah seorang kakek yang tak lain adalah kakek dari kakek Neina yang masih hidup karena memiliki kekuataan Gaib. Nama kakek ini adalah Gumara
Ayah Neina menyuruh kakek Gumara untuk membuat Dedi kehilangan kesadarannya lagi. Agar Dedi bisa menyukai anak perempuan nya lagi. Kakek Gumara pun melakukan permintaan ayah Neina.
Akan tetapi Kakek Gumara berkata kalo ALLI (Kekuatan yang menghilangkan kesadaran diri) itu akan hilang atau lenyap selama 23 jam.
Jika ayah Neina menginginkan ALLI itu lagi dia harus datang menemui kakek Gumara lagi.
Tapi ayah Neina bersedia melakukan apapun demi kebahagiaan putri tercintanya.
.
.
*di sekolah
Suasana sekolah sedang menyenangkan, dimana banyak murid-murid dari SMA lain datang ke sekolah Neina untuk bertanding futsal.
Neina menyaksikan pertandingan itu karena Dedi salah satu siswa yang ikut bertanding.
__ADS_1
Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang menyentuhnya, tak lain orang itu adalah Dedi.
"Dukung aku ya sayang!" Ucap Dedi sambil senyum.
Neina kaget dan tidak menjawab apa-apa (bingung dengan tingkah Dedi, karena semalam Dedi telah mempermalukannya. Tapi sekarang Dedi berubah menjadi baik lagi)
Dedi pun pergi ke lapangan, dari kejauhan dia mencium tangannya dan mengarahkannya kepada Neina.
"huuuuuuuu h cie cie " Teriak Siswa-siswi di pinggir lapangan.
Neina pun tersipu malu dan senyum-senyum sendiri.
Pertandingan pun selesai dan dimenangkan oleh Tim Dedi. Dedi pun memeluk Neina dengan bahagia.
"Gimana Na? aku hebat kan? Ya iyalah aku kan punya pacar cantik kayak kamu yang selalu dukung aku. Makasih ya sayang!" Ucap Dedi sambil memegang pundak Neina.
"Iya sayang!" Ucap Neina sambil memandangi Mata Dedi yang Indah.
Mereka berdua pun pergi makan di kantin untuk merayakan kemenangan itu. Siswa-siswi yang lain sontak kaget akan kejadian itu. Karena kemarin Dedi telah mempermalukan Neina, Namun sekarang diperlakukan layaknya seperti Tuan putri.
Gina yang suka dengan Dedi menjadi sangat bingung, padahal kemarin dia sudah sangat senang dengan kejadian itu karena dengan begitu dia lebih mudah mendapatkan Dedi. Tapi sekarang harapannya seakan-akan lenyap dengan melihat apa yang terjadi di depannya saat ini, hatinya terasa diiris-iris pada saat melihat Neina dan Dedi saling bersuapan saling tertawa bersama dan terlebih lagi Neina yang menjadi sok romantis kepada Dedi.
__ADS_1
Hati Gina serasa terbakar, dia pun berniat untuk memberi pelajaran kepada Neina.
Gina meminta bantuan kepada teman satu Genk nya, yaitu Fira dan Mira. Mereka berdua adalah teman Gina sejak kecil dan mereka memiliki sifat beti (beda tipis) yaitu sombong dan tak mau ditandingi.
Saat mata pelajaran Matematika dimulai Gina dan temannya pergi ke suatu tempat untuk membuat rencana yang akan dilakukan untuk mengerjai Neina.
"Gina, Fira dan Mira kemana??" Tanya guru Matematika.
"Gak tau Bu!" Ucap Dedi, Neina, Endang dan murid-murid lainnya.
"Ya sudah kita lanjut pelajarannya, kerjakan halaman 72-79" Kata bu Guru.
"Baik bu!" Sahut anak-anak.
*di rumah
"Ayah, ............... ayah.......... " Neina menganggil ayahnya. ( dia ingin menceritakan kebahagiaannnya yang dirasakannya hari ini)
"Iya Na ayah disini" Sahut ayahnya di kolam renang di samping rumah Neina.
"Ayah tau gak...... tadi..
__ADS_1