
...----------------...
Secara perlahan-lahan Andra membuka mata , pandangannya menemukan sosok gadis mungil yg polos sedang menatapnya.
"Gadis bodoh!!". Suara Tandra terdengar serak , namun malika mendengar dengan jelas dan membuatnya menjadi kesal ketika mendengar panggilan tersebut.
"Pak , iyaa aku memang gadis bodoh. tapi bapak adalah pria tinggi yg berwajah beku!!".
Dokter dan para suster menahan tawa mendengar malika dan andra sedang berdebat.
"Permisi nona , mohon maaf sebelumnya tapi nona tidak boleh melakukan sesuatu yg membuat tuan Tandra kelelahan. Tuan membutuhkan waktu untuk istirahat , dan dia belum meminum dan memakan apapun sama sekali. Buah atau bubur sangat cocok untuknya saat ini!!". Dokter pamit lalu meninggalkan Andra dan malika yg sedang saling menatap.
"Pak , makanlah buah ini. Aku tlah mengupas buah ini untuk bapak. silahkan bapak mencicipinya."
Malika menyodorkan piring tersebut. Ia kembali menoleh dan membersihkan kulit buah yg tlah ia kumpulkan.
"Gadis payah , dia fikir gue robot apa ?? uhhggg menyebalkan!!". Tandra menggerutu namun malika pura-pura tak mendengar.
"Gadis bo~" ketika Andra hendak memanggilnya dengan sigap ia menyela pembicaraan.
"Loh kok bapak ga makan ?? Oh bapak ga suka ?? ya udah , biar aku aja yg makan!". Malika merebut kembali piring yg terisi beberapa buah , lalu tersenyum licik.
"Benar-benar bodoh , dia ga liat kondisi gue gimana ga sih ?? Oh atau dia ngerjain gue ??".
Andra sangat kesal dengan tingkah kejahilan Malika , Namun andra bisa apa ?? ia masih kesulitan untuk bergerak. tubuhnya terasa nyeri ketika sedang bergerak.
"Awwww!!". Andra merintis kesakitan.
"Ada apa pak ??" Malika panik dan cemas , ia pun menghampiri Tandra.
"Bapak baik-baik ajakan ??".
Tandra menatap malika dengan sinis. "Gue baik-baik aja , pake nanya segalah lgi!!".
Malika menolong Tandra yg sedang kesulitan. Ia ingin menyandarkan tubuhnya agar lebih mudah untuk makan.
"lagian ngapain lo disini sih ?? elena dimana ??". Tandra mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yg ia cintai.
"Gue ga ngeliat keberadaannya , dia Dimana ??". Tegas tandra.
"Itu pak , kak elena~
tiba-tiba Seseorang datang menyela pembicaraan malika dan menghampiri Tandra.
"Elena sedang pergi ke new York , dia mendapatkan kontrak baru. makanya dia pergi!!". Rasya tiba diwaktu yg tidak tepat , ia mengganggu waktu kebersamaan malika dan tandra saja.
"Apa dia tau gue ada dirumah sakit ??".
"Tentu saja dia tau!!". sahut seseorang lainnya. mereka menoleh kearah suara.
"Bahkan dia sempat datang kesini dan mengunjungi lo ndra , tapi yah hanya sebentar doang. kita semua tau dia adalah seorang model yg terkenal dan sangat populer dikalangan artis!!". Kevan menyusul dan tak ingin ketinggalan.
"Wajarlah van , itukan impian Elena!!". sahut rasya tegas.
"iyaa kami tau itu impian elena tapi kan~
"Sudah-sudah , oke tidak masalah. Biarkan elena menggapai impiannya van!!". Andra menatap malika yg sedang melamun.
"Heii , ello!!". Tegas andra . ia Memecahkan lamunan malika.
Malika menatap kearah suara dengan tatapan tak acuh. "Ada apa pak ??".
__ADS_1
"berikan piringnya ke kevan. biar dia yg menyuapi gue!!".
"Baik pak!!". Malika menyodorkan piring yg sedang berada ditangannya , namun kevan menolak dengan cara mengangkat kedua tangannya.
"Maaf Andra , bukannya gue gamau nolongin lo. tapi gue kan harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. meeting akan segera dimulai dan gue belum memeriksa kemali semua laporan kita!!".
"oke baiklah , gadis bodoh!! Berikan piringnya ke Rasya!!".
Rasya hendak menerima piring tersebut , namun dengan sigap Kevan menarik lengan milik rasya dan menjauh dari malika dan Tandra.
"Hei apa yg lo lakuin van ?? Tandra meminta gue bantuin dia!!".
"Tandra , apa salahnya jika malika yg menolong lo sekarang!! Gue butuh bantuan rasya , laporan keuangan perusahaan belum selesai. dan kalian tau jika bersangkutan dengan uang , otak gue menjadi nge-blenk!!".
"Tapi van , andra!!"
Kevan pamit lalu menarik rasya dengan paksa meninggalkan andra dan malika.
...****************...
Kini mereka berada diruang kerjanya , Kevan dan rasya hanya ngobrol dengan cara saling menatap dengan serius sambil saling curhat dalam batinnya.
"gue akan cari tahu , mengapa tingkah kevan berubah menjadi aneh!!".
"Gue ga akan biarin rasya , jika dia berniat ingin memisahkan malika dan Tandra!!".
Seseorang mengetuk pintu , Kevan mempersilahkan orang tersebut untuk masuk ke dalam ruangan.
"Pak , Tuan Alexander sudah tiba di ruangan tamu pak!!".
"suruh dia masuk!!".
"Baik pak!!".
...****************...
Malika sedang menyuapi buah ke bayi gedenya. Tuan dewangga dan nyonya dewangga tersenyum senang melihat kedamaian mereka.
"Ternyata mereka bisa damai juga yah mas!!".
"Iyaa Maa!!"
Mereka menyadari kehadiran dewangga dan sang istri.
"Maa , ayah!!".
"Paman , Bibi!!".
"Lanjutkan saja nak. Maaf kami telat , kami kembali ke rumah karena eyang kamu sedang tidak enak badan. dia kepikiran kamu terus nak TJ. Tapi tidak perlu cemas , eyang kamu sudah pulih . sebab kevan sudah memberitahu tentang kondisi mu saat ini yg sudah membaik meskipun belum sepenuhnya!!".
"Tidak masalah Maa , TJ ingin mencari asisten pribadi. Agar dia bisa nemenin TJ kemanapun maa , mungkin besok TJ akan masuk ke kantor. Soalnya ada proyek penting yg TJ harus tanganin!!".
"Tidak boleh!!". Bentak dewangga.
"Tapi ayah!!".
"Kau tidak boleh pergi ke kantor , kondisi mu saat ini belum mencapai 100% sepenuhnya pulih TJ. Bagaimana mungkin kau masih memikirkan tentang pekerjaan??".
"Ayah , TJ bisa mengatasinya. Ayah tenang saja , TJ hanya butuh asisten pribadi. Asisten yg kemarin TJ udah pecat , soalnya kerjaannya ga becus ayah!!".
"Bukan ga becus , kamunya aja yg suka main pecat karyawan!!".
"TJ akan meminta kevan untuk mencari asisten pribadi untuk TJ!!".
__ADS_1
Malika menyerahkan sebuah ponsel yg berada diatas narkas.
"Nih pak , ponselnya!!".
Tandra menerima dengan lembut.
"Kok ponsel kevan ga aktif ?? mungkin mereka sedang meeting saat ini!!".
"Baiklah TJ , ayah akan memberi izin. akan tetapi ayah punya 1 syarat!!".
"Apa syaratnya ayah ??".
"Tapi mas??".
"Ma , meskipun putramu ga diberi izin. Dia akan tetap pergi dan menjalankan tugasnya!!".
"Katakan ayah , apa syaratnya??".
Dewangga menatap ke arah malika. "Dia harus menjadi asisten pribadi kamu , agar ayah mudah diberitahu semua tentang aktifitas kamu!!".
"Di..di...dia ??". Terbata-bata.
"Ak..aku , pa.. paman??".
...****************...
Pagi yg cerah , malika sedang mempersiapkan segala keperluan tuannya.
"Baju udah , jaz udah , cofee udah!! Apa lagi yah??". malika mengedarkan pandangan dan memeriksa semua keperluan bosnya.
"Sepertinya sudah lengkap!!". Malika melipat kedua tangannya , ia merasa sangat bangga kepada dirinya sendiri.
"Ternyata jadi asisten pribadi pak TJ itu , sangat mudah!!". Tersenyum sinis.
"Bii , dimana Cofee moca-nya ??". Tandra keluar dari ruang ganti sembari merapikan jaz yg ia kenakan.
"Loh kok pak TJ menggunakan jaz yg lain ??". Gumamnya.
" pak ini aku udah siapin baju dan smua keperluan bapak!!".
Tandra terkejut mendengar suara cempreng malika , iapun mendongak menatap kearah malika.
"Ngapain lo ke sini sepagi ini??".
"Pak , aku kan asisten pribadi bapak!!".
"Asisten pribadi ?? ohh , tapi ga sebebas ini juga !! lagian siapa yg nyuruh lo main nyosor aja masuk ke kamar gue ??".
"Maaf pak!!". malika hendak bergegas pergi , namun tandra menahannya.
"Sudahlah , ello udah ada disini!! Cofee moca gue , bawah ke sini!!".
"Baik pak!!".
Ditengah perjalanan , malika tersandung oleh sesuatu. iapun menumpahkan cofee moca hangat ke baju milik Tuan tandra.
...**Stop sampai sini dulu yah🙂...
...kurang dan lebihnya , mohon dimaafkan 🙏...
...Jangan lupa , like komen vote follow yah💙...
......see you again 👋👋**......
__ADS_1