
...****************...
Seluruh mata memandang ke sosok pria yg mengenakan jazz merah , aura ketampanan yg ia miliki sangat terpancar sempurna karenanya. Meskipun ia memasang wajah bekunya , namun itu tidak membuat mengurangi ketampanan yg ia miliki. Para karyawan saling memuji ketampanan sosok pemuda tersebut.
"Wahh selama ini kita hanya melihat Tuan Andra mengenakan jazz hitam saja , sepertinya hari ini adalah hari special. Tuan andra mengenakan jazz berwarna lain , itu membuatnya semakin tampan saja ". puji salah satu karyawan yang bekerja sebagai resepsionis.
"Kau benar , jika ditambah dengan senyuman. mungkin itu akan membuatku sesak nafas!!". sahut karyawan lainnya.
"Gayanya yg cool , rambutnya yg tertatah dengan rapih. Sungguh beruntung wanita itu yang berhasil meluluhkan hati dan memiliki cinta dari tuan Andra , pria yg terkenal dingin namun berparas tampan!!".
kevan yg tercengang menatap Andra yg pertama kali mengenakan jazz berwarna lain selain warna Hitam.
"Tumben Andra pakai jazz merah ?? bukannya dia ga suka warna yg mencolok ??". Rasya kebingungan , iapun memutuskan hendak menghampiri Tandra.
"Andra!!". Kevan melambaikan tangan , Andra menatapnya.
"Gue udah buka lowongan kerja untuk mencari asisten pribadi untuk lo!!". Kevan menunjukan sebuah poster yg tertulis Buka lowongan kerja.
"Ga perlu!!". sahutnya dengan nada nge-gas.
"Loh , kenapa ??". Kebingungan.
Andra melirik kearah malika yg berada dibalik punggung yang kekar. Malika mengerti lalu iapun mulai melangkah maju secara perlahan-lahan sambil mengedarkan pandangannya.
"Haiii semuanya!!". malika melambaikan tangan sembari melemparkan senyuman manisnya. itu membuat para karyawan memuji kecantikan wanita mungil ini.
Kevan dan rasya saling menatap dengan sinis.
"Apa ini semua rencana ello ??". Tegas rasya.
"Ngga , bukan gue. Gue kan baru bilang , gue udah buka lowongan kerja untuk menjadi asisten pribadi Andra. Tapi , Andra udah milih yg lain!!".
"Selama ini , asisten pribadi andra hanyalah seorang pria bukan wanita. Apa yg akan dikatakan elena nanti??".
"Apapun yg akan dikatakan elena , itu urusan Tandra dan elena. Bukan urusan kita!!". Kevan bergegas pergi menemui malika.
"Selamat bergabung di perusahaan TJ Draw!!". Kevan mengulurkan tangan.
malika menerima uluran tangan. "Terima kasih pak kevan!!".
" Jika ada yg ingin ditanyakan , Lo bisa hubungi gue aja mik!!". kedip kevan sebelah mata.
"Oke!!". malika menyetujui ucapan kevan dengan menunjukan ibu jarinya.
Tandra menatap tajam kearah kevan dan malika yg sedang berbisik sambil tertawa kecil.
"Sudah puas ghibanya ??". Tegas Tandra.
"Sudah jelas , kevan menyukai gadis itu. Gue fikir , kevan ingin Tandra dan gadis itu jadian. Ternyata perkiraan gue salah!!".
Rasya pun ikut bergabung bersama mereka , ia mengulurkan tangan.
"Selamat datang di perusahaan TJ Draw!!". sembari disambut dengan senyuman manis.
Malika menerima uluran tangan sembari melemparkan senyum manisnya. "Terima kasih!!".
"Nama Gue , Rasya".
"Baik pak rasya!!".
__ADS_1
Tandra terlihat sangat risih dan muak , ia pun bergegas pergi meninggalkan malika tanpa sepengetahuan maliak. ia yg sedang sibuk ngobrol bersama karyawan yang lain.
"Mik!!".
"Iya , van ??". malika menyeritkan alisnya.
Kevan memberi isyarat dengan melirik kearah kepergian Tandra , malika tercengang dan bergegas pergi menyusul bos-nya yg beku.
"Kok bapak ga bilang , kalo bapak udah pergi ??". Keluh malika. ia melangkah sembari menundukkan kepala tanda merasa bersalah namun sedikit kesal.
Tandra menghentikan langkahnya namun malika tak menyadari hal tersebut , sehingga tubuh malika mentok ke punggung kekar milik Tandra.
Brruuuuuugggghhhhh.
Malika menjerit kecil. "Awww!!".
Tandra menoleh kearah malika yg sedang kesakitan. "Lain kali , kalau jalan itu pake mata!!".
"Dimana-mana orang jalan itu pakai kaki pak , bukan pakai mata!!". Bantah malika sambil mendongak.
"Ohhh udah berani ??". Tandra melipat kedua tangannya.
"Ma..maaf pak!!". Malika menunduk sambil memanyunkan bibirnya , entah mengapa senyuman tipis mengembangkan diwajah tandra.
"Lagian bapak sih!!".
Tandra mengerutkan keningnya. "Gue kenapa ??".
"Kalo bapak ingin jalan atau berhenti melangkah , bapak ngomong dong. Biar aku siap siaga pak!!".
"Ohhh , Disini bos-nya siapa sih ??". Tandra menatap tajam. "Ello!!". Tandra menunjuk kearah malika. "Atau gue??". Tandraa menunjuk kepada dirinya sendiri.
"Ma.. maaf pak!!".
...****************...
Kevan dan rasya tiba didepan pintu ruangan kerja Tandra. merekapun mengetuk pintu , Tandra mengizinkan mereka untuk masuk.
"Ndra , Alex udah tiba di perusahaan. Meetingnya hari ini atau ??".
"Al-alex ?? apakah yg mereka maksud adalah Alexander ??". Sahut malika dalam hati.
"iyaaa kalian bisa menunggu diruang meeting!!".
"Baik bos!!". Kevan dan rasya hendak bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut , tiba tiba malika menghentikan langkah mereka.
"Tungga!!".
Tandra melirik kearah malika.
"Mengapa gue merasa malika terlihat senang ketika mendengar nama alex ?? apakah dia mengenal alex ?? tapi darimana dia mengenalnnya ?? atau hanya perasaan gue aja kali yah ??". sahut Tandra dalam hati.
"Ada apa mik ??". Kevan menaikkan salah satu alisnya.
"Tidak ada , kalian bisa pergi. meeting-nya akan segera dimulai dalam waktu 5 menit lagi!!".
"Baik bos!!". mereka bergegas pergi.
"Dan lo!!". Tandra menatap kearah malika. "Kerjaan lo udah beres ??".
Malika cemas dan kebingungan sembari menatap komputer yg berada dihadapannya.
"Ada apa ?? lo kenapa memasang wajah kusut seperti itu ??".sahut Tandra dengan nada tegas.
__ADS_1
Malika mendongakkan kepalanya lalu menatap kearah bos-nya. "Pak , tugas yg bapak berikan ke saya. lap...la..lapoorannya berantakan pak!!". Malika memejamkan mata. "Dia pasti marah besar lagi ke gua!!". Gumam malika.
"Lo gimana sih?? Gue hanya ngasih lo tugas kecil tpi lo malah ga bisa kerjain dengan beres!! Lo tuh niat kerja atau apa sih ?? hah ?? kalo lo mau , lo bisa resign dari sini!!". Bentak Tandra.
Malika terisak , Tandra bergegas menghampirinya. iapun menunduk dan segera merapikan kembali laporan yg berada di difile komputer.
"Sudah beres!! gue harap lo ga ngecewain gue. bukan hanya gue , perusahaan gue berada ditangan lo!! Nanti lo harus melakukan persentase tentang agenda hari ini!!".
"Pak bagaimana saya bisa melakukannya ?? saya belum ada pengalaman untuk ngomong didepan orang-orang apa lgi itu adalah orang yg terhormat pak!!".
"Gimana ada pengalaman jika lo ga mau tampil dan buat pengalaman?? Semuanya terserah lo , jika hari ini lo ga persentase maka lo hrus resign dari perusahaan ini!!". Tegas Tandra.
Malika hanya mampun menunduk dan menangis terisak. "Hiks...hiks...hiksss!!".
Tandra menyerahkan sebuah tysu yg berada dihadapannya. "Buruan kita harus bergabung bersama mereka!!".
"saya tidak memerlukan ini pak!!". Malika bangkit , Tandra bergegas pergi. iapun mengekor di belakang punggung kekar tandra.
...****************...
Kini Tandra memasuki ruang meeting. Para tamu bangkit dari tempat duduknya , mereka memberi hormat kepada Tandra.
Tandra mempersilahkan mereka untuk kembali duduk. "Terima kasih , kalian bisa duduk kembali!!".
"Senang bertemu dengan anda tuan Tandra!!". Alex mengulurkan tangan.
Tandra menerima uluran tangan tersebut. "Terima kasih tuan alex , senang bertemu dengan anda jua!!".
mereka saling menatap dengan sinis. malika mengetuk pintu , lalu masuk dan ikut bergabung bersama Tim.
"Maaf saya terlambat pak!!".
Alex terkejut melihat kedatangan malika , Tandra menyadari hal tersebut. iapun tersenyum licik.
"Oh iyaa , perkenalkan dia adalah Asisten pribadi saya!!". sahut Tandra dengan penuh penekanan.
"Bagaimana bisa , miku menjadi asisten pribadi tandra ?? ini tidak mungkin , aku akan bicara dengan miku nanti!!". Sahut alex dalam hati sembari menatap malika yg sedang menunduk.
"Oh iyaa , perkenalkan nama kamu!!". Tandra menatap kearah malika dan alex secara bergantian.
"Nama saya Malika , dan saya sebagai asisten pribadi tuan Tandra!!".
"Baiklah untuk menghargai waktu , asisten pribadi saya akan mengadakan persentase tentang agenda hari ini!!".
"sepertinya Tandra ingin mempermalukan miku didepan semua orang , miku ga ada pengalaman untuk persentase. lagi pula miku kan belum kuliah!!". Gumam Alex.
"Miku!!". Tandra memecahkan lamunan malika.
"Apakah Tandra dan miku sedekat itu ?? hanya orang-orang terdekat yg memanggil mika dengan miku!!". Alex menatap malika dengan tatapan rindu.
"Iyaa pak!!".
"Ayo mulai!!".
Tangan dan kaki miku mulai gemetar , alex mengetahui hal itu. ia hendak bangkit dari duduknya , namun Tandra menghentikannya.
"Tuan alex , ada apa ?? apakah tuan ingin pergi ke toilet ??". Tandra tersenyum licik , alex mengepalkan kedua tangannya. ia merasa kesal dengan tingkah Tandra.
"*Tandra sialan , beraninya dia mempermainkan perasaan miku. miku gemetaran karena ga ada pengalaman sama sekali , kasian sekli dia!!".
"Mengapa tandra meminta mika yg melakukan presentasi ?? sebenarnya apa yg andra lakukan dan kenapa??". kevan menatap Tandra dengan sepuluh ribu tanda tanya.
"Agenda hari ini adalah proyek penting yg selama ini kita tunggu-tunggu , tapi mengapa Tandra menyerahkan laporan proyek itu kepada mika ?? kenapa andra meminta mika yg melakukan persentase ?? ada apa ini ??". Rasya terlihat cemas namun penasaran*.
__ADS_1