
"Hupppp...hupp.."Nita mensetapakan kakinya di aspal parkiran motor rumah sakit advent.
"Harus ya pakek suara?"
"Hehehe..Gak sih..Tapi udah kebiasaan dari kecil."Tersenyum pada Drian.
"Unch..unch..Lucunya temen aku yang satu ini."Mencubit pipi Nita seraya menghibur Nita yang terlihat lesu dan pucat.
"Aduh..Ian sakit.."
"Biarin,Habis mukamu jelek kalau gak senyum."
"Hehe...udah kan!"Tersenyum di depan Drian.
"Gitu donk.Nih pakek helmnya."Menyodorkan helm hitam ke Nita.
"Iya..tumben kamu pakai motor ini?"
"First kamu yang aku boncengin."
"Hah..Maksudnya?"
"Ini motor harley pertama yang aku beli pakai hasil jeri payah aku nabung.Dan kamu yang pertama aku boncengin."
"Yaelah,kaya di drama drama korea ajah.Sok romantis deh kamu drian."
"Ih,seriusan.Tuh helm jangan dipandangin aja cepat dipakai."
"Bantuin,pakai biar cepat."Merengek manja.
"Sini..sinih..sini aku bantuin.Dasar kucing imut."Drian membantu mengenakan helm.
"Makasih ya.."
"Iya..unyu..unyu.. unyu.."Gemas sambil mencubit Nita lagi.
"Duh,Ian sakit.."
"Biarin..Ayo naik.Naiknya pelan pelan ya."
"Iya.. iya..cerewet."Naik ke motor Drian.
"Lets go.."
"Jangan ngebut ya ian."
"Gak janji."
Drian terus mengas motornya sampai ke rumah Nita.Sesampainya dirumah Nita langsung berlari masuk mengambil obat yang ada di tas Merylia dan kembali kerumah sakit.
Sudah 1box kapas yang telah diberi obat tidak bisa menghentikan pendarahan merylia avril.Dokter Hugo memasangkan selang pernafasan melalui mulut.
"Suster,tolong ambilkan kapas lagi.Ambilkan masker oksigen pompa agar pasien bisa bernafas."Dokter Hugo yang masih menyeka darah merylia tidak menyerah untuk terus menghentikan darah yang mengucur keluar dari hidung.
"Baik dok.Pum...Pumm..pumm memompa oksigen."Suster Bitania dibantu suster Mia mengambil kapas yang telah diobatin dan menyeka keringat dokter Hugo.
"Dokter,Ini saya membawa obat pribadi dia bisa minta tolong untuk diminumkan."Nita memberikan botol obat milik merylia avril.
Merylia Avril masih tidak sadarkan diri.Dokter mengambil tablet obat yang diberikan Nita dan menghancurkannya dengan alat penghancur puyer.
Dokter hugo memasukan obat tersebut ditambahkan air ke dalam spet 5ml dan mencoba meminumkan obat pribadi merylia.
"Hahhh...Hahhh...Hahhh..."Dengan nafas terengah engah merylia berlahan siuman.
Dokter Hugo menyeka darah yang terakhir keluar dari hidung merylia avril.Dokter hugo memasangkan selang oksigen.
"Syukurlah,sudah sadar."Dokter hugo dan para suster bernafas lega.
"Sus,tolong ambilkan selang oksigen untuk pasien."Tegas dokter Hugo.
__ADS_1
"Baik dok."Suster Mia memasangkan selang oksigen kepada Merylia avril.
Merylia avril tertidur di IGD rumah sakit.Nita dan drian menemaninya di ruang tunggu.Didalam mimpi Merylia bertemu jungwon.
"Kakak...hi..hi..hi.."Jungwon tertawa lepas.
"Jungwon kemana saja?"Merylia avril jongkok sambil mengelus pipi jungwon
"Adik selalu disamping kakak.Kakak selalu adik perhatikan.Adik panggil kakak terus.Tapi kakak gak dengar panggilan adik."Cemberut.
"Kakak gak bisa denger suara kamu yang memanggil kakak."
"Kakak,pasti banyak pikiran.Kekuatan kakak itu tidak bisa keluar maksimal kalau kakak banyak pikiran.Kakak sedang tidak bisa berkonsentrasi."
"Benarkah seperti itu dik?"Menepuk pundak jungwon sambil menatapnya.
"Benar kak.."Tersenyum polos.
"Ayo kita main kak."Menarik tangan merylia avril.
"Ayo dek.."Tersenyum ke jungwon.
"Kakak..Makasih ya.."
"Untuk berenkarnasi dan aku bisa melihat sosok kakak aku di kamu kak."
"Aduh pusing..."Jungwon memegang kepalanya.
"Kenapa Jungwon?"Panik.
"Gak apa apa kak."Mengengam pergelangan tangan Merylia Avril.
Kalung yang dipakai merylia avril bersinar mengkilap.Seakan ada suara wanita tertawa cekikan yang membuat bulu kuduk merinding.
"ha...ha...ha...ha.."Tertawa mistis.
"Ada pasien baru datang."
"Panggil dokter...panggil dokter...Panggil dokter."Teriak para suster.
"Jungwon..ini dimana?"
"Entahlah kak,Kakak pegang tanganku terus ya."
"Iya.."
Para perawat masuk ke suatu ruangan gelap.Tetapi penuh hirup pikup orang yang berbicara keras.Bau anyelir sangat menyengat.Bau amis darah yang masih baru begitu menyengat dihidung.
"Kakak, jangan bersuara ya."
"Iya jungwon."Berbisik pelan dan mengangguk.
Gledek...gledek..gledek...Suara trolly orang sakit terdengar disegala penjuru lorong.Minimnya lampu penerangan membuat makin merinding orang yang berada didalamnya.
"Suster ada pasien baru mau melahirkan."Teriakan suara mengema dari lorong.
"Siapkan ruang persalinan."Dokter dan suster yang berada diruang operasi.
"Aduh sakit,aduh sakit."Rontaan suara dari pasien persalinan.
"Tenang ibu,Kami akan membantu persalinannya."Para perawat di ruang oprasi.
"Ayo bu,Tarik nafas yang kuat."Dokter terus menginstruksikan.
"Hum...Hummm..Sakit dok gak kuat..."Pasien menarik nafas.
__ADS_1
"Ooowek...owekkk...oweek.."Suara tangisan bayi mengema di seluruh ruangan.
"Syukurlah..Anaknya berhasil lahir dengan selamat."
Bayi dibawa perawat untuk masuk ke ruangan bayi dan pasien dibawa ke ruang bangsal.Suasana panik berlahan menjadi netral.
"Ayo kak ikutin perawat yang bawa bayi itu."Tarik jungwon.
"Kemana dik?"
"Udah kak ikutin aja."
"Baiklah.."Berdiri dan mengikuti arah jungwon berlari.
"Jungwon apa kamu merasa seperti ada yang mengawasi kita?"
"Dimana kak?"Menengok kanan kiri.
"Disana.."Menunjuk salah satu jendela yang usang.
"Gak usah dilihat kak.Ayo jalan lagi."Menarik tangan Merylia Avril.
"Iya dek."
"Ingat ya kak.Jangan pernah lepasin tangan kakak dari aku dan jangan pernah lepasin kalung kakak disembarang tempat.Karena kalung itu pelindung kakak.Sekali kakak lepasin itu hidup kakak bakal dalam bahaya dan setan atau iblis apapun bisa menyentuh kakak."
"Menyentuh maksudnya?"
"Kekuatan kakak itu bagi mereka adalah sokongan kekuatan besar yang membuat hidup mereka bertambah kuat.Aku tidak akan membiarkan kakak diperbudak mereka."
"Diperbudak dek?"
"Kak,Jangan banyak nanya nanti aku bakal jelasin satu satu diwaktu yang tepat."
Perawat yang membawa bayi itu berhenti disebuah ruangan yang berada di lantai 2.Diruangan itu terdengar banyak sekali suara bayi yang menangis seakan memanggil manggil mama..mama..mama..
Merylia avril tidak kuat mendengar suara tangisan dari bayi bayi itu.Dia melepaskan gengaman tangan jungwon.
"Aaaaaa....aaaaaaa....aaaaa.."Berteriak sambil menutup kedua telinganya sambil berjongkok.
"Kakak kenapa?"Jungwon menepuk pundak Merylia avril.
"Gak apa apa dek."Menitihkan air mata sambil menatap jungwon.
"Kak,Jangan nangis."Menyeka air mata Merylia Avril.
"Setan bisa menyeka air mata manusia ya?"
"Kak,kakak sekarang disini sama aku bentuknya roh.Bukan raga kakak.Raga kakak masih utuh diranjang UGD rumah sakit."
"Iya juga ya.Tapi kakak bener bener gak kuat dek denger rintihan tangis itu."
"Iya kak..Tenang ada jungwon disini."
"Makasih ya."
"Ayo kak berdiri."
"Iya.."Berdiri dan mengengam tangan Jungwon lebih erat.
"Kakak jangan takut ya..Jungwon bakal lindungi kakak."
"Iya makasih."Tersenyum melihat jungwon.
Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...
yuk baca 2karya aku terdahulu
#waktu dan kamu
#Sweet heart
__ADS_1
Yuk like👍 dan vote ⚡serta rate karyaku ya kakak kakak..🥰🥰🥰