
"Hoi mijin meisje".Pria pribumi itu melambaikan tangannya ke Nancy dan memberikan bunga mawar merah untuknya.
"Hoi mijin man".Nancy yang tadinya murung dan menunduk perlahan tersenyum.
"Kamu sudah lama disini?".
"Tidak,Kebetulan tuan compeni ada proyek didekat sini dan aku ditugaskan untuk ikut ambil andil dalam proyek itu."
"Terimakasih telah menghiburku kali ini".
"Sama sama wanitaku."
"Engkau membuatku malu."Pipi Nancy merona merah.
Sepanjang perjalanan mereka saling mengobrol.Dari balik dinding sebelah gerbang keluar Jungwon dan Merylia avril mengawasi Nancy.Nancy dan pria pribumi itu tidak curiga.Karena mereka berbentuk arwah tidak kasat matam
"Jungwon..Apakah kita harus mengikuti mereka lagi?".
"Iya kak..".
"Jungwon kita istirahat dulu ya.Aku lelah."
"Kakak pegang tanganku.Mungkin kekuatanku tidak sekuat hantu tingkat tinggi.Tapi biarkan aku mencoba mengunakan kekuatanku yang sudah kulatih selama 2 tahun ini.Tutup mata kakak."
Merylia Avril mengengam tangan Jungwon.Bummmm...Bummm..Seperti teleportasi.Mereka sudah sampai didepan rumah Nancy.Jungwon terlihat sedikit kelelahan.
"Buka mata kakak."
"Iya..Wah hebat kamu jungwon kita sudah sampai."Merylia membuka mata perlahan.
"Iya kak.."Darah bercucuran dari mulut dan hidung Jungwon.
"Uwekkk...Uwekkkk..."Memuntahkan darah.
"Jungwon..kamu gak apa apa?.Kamu sepertinya mengunakan terlalu banyak kekuatanmu."
"Gak apa apa kak.Yang penting aku bisa melindungi kakak."
"Gengam pergelangan tanganku.Aku akan coba memakai mantra dari leluhurku untuk menyembuhkanmu."Mengengam rosario dan kalung pelindung dari leluhurnya ditangan kanannya.
"Baik kak".
"Bagaimana perasaan kamu?".
"Terimakasih ya kak.Sudah mulai membaik."
"Kakak...Apa kakak mendengar suara itu?".
"Suara apa?".
"Seperti ada orang berjalan semakin cepat dan makin dekat".
"Benarkah?."
"Iya kak.Ayo kita sembunyi di sana!".Menarik Merylia ke dalam rumah.
"Kamu kenapa adik kecil?".
"Tidak apa apa kak".
"Jangan bohong..Keringat dingin bercucuran dari rambut turun ke wajah kamu.Meskipun kamu hantu ini pertanda tidak baik."
"Kakak tenang saja jungwon tidak apa apa.Satu saat jungwon pasti kasih kakak petunjuk".
"Baiklah..."
"Ssssstttt...Kak diam jangan pernah sentuh apapun yang ada disini.Terus berada disampingku."
Darah dari hidung jungwon berlahan berhenti.Darah yang dia muntahkan dari dalam perutnya juga berhenti.Suara jejak kaki makin dekat dan makin dekat.Dari luar rumah Nancy terdengar suara tertawa wanita sepertinya berumur kurang lebih 20 tahunan.Suaranya berat namun itu bukan suara Nancy.
"Hihihi....."
"Kamu dengar itu jungwon?".Panik.
"Kakak..diam saja ya jangan bicara dan berbisik dulu.Tetap disampingku."
Dari luar rumah terdengar suara Nancy yang tertawa lepas bahagia.Seketika aura hitam yang menakukan itu hilang.
"Hartelijk dank Hoi mijin man".Senyum Nancy.
"Wederliefde Hoi maijin meisje".Balas tersenyum.
"Bolehkah saya memeluk anda?".Menatap mata Nancy.
"Ehm..ehmmm..".Mengangukan kepala.
__ADS_1
Wajah Nancy merona merah.Sedangkan pria pribumi itu merasa bagaikan pria yang telah memenangkan lottre.
"Terimakasih kamu telah memilihku".Melepaskan pelukannya.
"Saya pergi bekerja dahulu ya."Berpamitan pada Nancy.
Nancy hanya bisa tersenyum dengan wajah yang masih merona merah.Hari itu Nancy merasa perasaan yang sangat berbeda.Nancypun langsung menaiki tangga rumahnya.
Jungwon dan merrylia avril mengikuti Nancy.Langkah mereka terhenti.Seakan akan waktu berhenti disitu.
"Aduh kak..kepalaku pusing".Tergolet lemas di pelukan Merylia Avril.
"Istirahat dulu ya.Kamu sudah terlalu banyak mengunakan kekuatanmu."
"Tidak kak..Kita harus melihat sampai kisah ini selesai."
"Jungwon masih kuat?".
"Masih kak.."
"Aku bantu jalannya pelan aja".
Potret gambaran kakak Jungwon dimasa lalu terlintas dalam otaknya.Jungwon mengingat detail wajah kakaknya.Tenaga dia perlahan terseret oleh kenangan masa lalunya.Ada cahaya terang kemudian menghitam.Jungwon pingsan di pelukan Merylia Avril.Waktu yang berjalan hari itu berhenti.Pukul 15.00 WIB.
gambaran foto jungwon dan aline kakakya
"Jungwonnnn....Jungwooonnn...Jungwoon..adik kecilku bangun."Menepuk nepuk pipi Jungwon.
Jungwon masuk ke kenangan masa lalunya ketika dia hidup.Kalung yang dikenakan Merylia avril bercahaya dan muncul tanda petir didalamnya.
"Adik..tunggu aku.."Aline yang mengunakan seragam sekolah lengkam berlari ke arah adiknya.
"Kejar aku kak."Berlari kearah jalan menuju rumah.
Seketika bayangan itu memudar.Cahaya terang itu lenyap.Jungwon
"Kakakkkkkkkkkkkkkkk.....Kakkkkakkkkk...kak jangan tinggalin aku."Jungwon berteriak histeris sampai menangis.
"Jungwon bangun..".Merylia avril memeluknya erat.
"Kak...Kak.."Berbisik lirih kepada Merylia Avril.
"Jungwon aku pikir roh kamu akan menghilang dan kembali ke surga."Menangis terseduh seduh.
"Ayo.."Mengengam lengan Jungwon erat.
Waktu kembali berputar.Nancy menulis pada buku diary dia tentang rasa cintanya pada lelaki pribumi itu.Setelah itu dia membaca buku yang berada didekat bunga yang telah layu.
"Hump..Andai saja aku sama dengannya.Pasti tidak akan sesulit ini jalinan hubungan kita".Berbicara dalam hati.
"Tok..tok..tok..Nancy...".Mama Nancy mengetuk pintu kamarnya.
"H..Hah...Iya ma.."Berjalan membuka pintu.
"Berdandanlah yang cantik Nancy.Akan ada pria bangsawan yang ingin bertemu denganmu".
Sementara itu di ruang tamu ayah Nancy menyambut kedatangan pria bangsawan itu.Nancy dibantu ibunya untuk bersiap siap.
"Tuan..Anda memang sangat menarik sekaligus tampan".Papah Nancy memuji pria bangsawan itu.
"Anda bisa saja tuan.Tuan yang sangat tersohor dengan keramahannya dan kebijaksanaanya.Mana mungkin saya bisa menandinginya dengan ketampanan."Jawab Pria bangsawan.
"Tuan tuan silahkan diminum minuman rempah rempahnya".Salah seorang Wanita inlander yang bekerja di rumah Nancy.
"Hi inlander minuman apa ini?".Menunjuk wanita yang bekerja di rumah nancy.
"Itu adalah minuman rempah rempah tuan?."Jawab wanita inlander itu dengan nada ketakutan.
"Pergilah ke dapur inlander.Saya akan membujuk tuan bangsawan untuk mencicipinya".
"Baik tuan.."
Wanita inlander itu pergi ke dapur.Nancy dan ibunya turun dari lantai 2.Ibunya memperkenalkan Nancy dengan pemuda pilihan ayahnya.
Pergambaran Nancy
"Welkom meneer, stel mijn kind voor Nancy".Ibu nancy memperkenalkan kepada pemuda bangsawan itu.
"Hoe mooi je mist Nancy."Terperanga memandang Nancy.
"Mijn naam is Nancy".Membungkukan badan.
__ADS_1
"Bagaimana tuan apakah anda jadi mempersunting Nancy?".
"Tentu saja dia begitu cantik."Jawab pemuda bangsawan itu.
"Tidak ayah..aku tidak setuju menikahinya."Menolak.
"Nancy pergi kamu ke kamar."Membentak Nancy.
"Tidak ayah aku tidak mau."Menangis terseduh seduh.
"Sudalah Nancy ikuti kata ayahmu".Mama nancy berusaha membujuknya.
"Tidak ibu."Meronta ronta dengan sekuat tenaga.
Dari luar rumah beberapa orang kepercayaan ayahnya datang membawa pemuda inlander yang Nancy cintai.
"Tok..tok..tok..Tuan."Orang kepercayaan papah Nancy.
"Siapa disana?".Berteriak dari dalam rumah.
"Tuan kami membawa bukti dan orang yang menjadi pacar diam diam nona muda."Teriak salah satu orang kepercayaan ayah Nancy.
"Lepaskan saya.Saya tidak salah."Pemuda inlander itu menangis meminta dibebaskan.
"Bawa dia masuk."Teriak papah Nancy.
"Ayo masuk..".
"Lepaskan saya."
Pria pribumi dan orang orang kepercayaan ayah Nancy masuk.Lelaki Inlander itu sudah tidak berdaya.
"Hey inlander berani beraninya kamu mencintai anak saya".Papah Nancy menatap pria inlander itu.
"Ampuni saya tuan.Saya akan menjauhi putri tuan".
"Dasar inlander tidak tahu diri."Mengampar pria pribumi yang Nancy cintai.
"Ayah sudah jangan lakukan itu lepaskan dia".Berlari memeluk pria inlander itu.
"Maafkan saya karena saya kamu harus menderita".Nancy berbisik ke telinga pria yang dia kasihi.
Setelah kejadian itu Nancy berubah menjadi murung.Entah apa yang merasuki pikirannya.Karena dia putus asa dan tidak mampu menerima beban hidupnya.Nancy memutuskan bunuh diri dengan cara melompat dari tangga lantai dekat aula sekolah.
Masih menjadi teka teki meninggalnya Nancy tapi banyak beredar kabar nancy meninggal karena dibantai.Ada juga yang bilang dia diperkosa dan bunuh diri.Apapun penyebabnya,kini nancy sudah menjadi penghuni gelap di SMA 5 Bandung.Jl.Belitung No.8.
Itulah penyebab mengapa sering ada penampakan di sekitaran lorong bahkan diruang kelas.Ada entah 1 atau 2 kelas yang setahu saya jendelanya 3 tidak bisa ditutup dan selalu terbuka.
Jungwon dan merylia Avril kembali ke alam mereka.Jungwon selalu berada disamping Merylia avril.
"Bagaimana dok,keadaan adik saya?Sudah 2hari dia pingsan belum sadar juga".Tanya Nita.
"Dia hanya kelelahan setelah panasnya turun berlahan dia akan siuman".Jawab dokter Toni.
"H...H...Huhhh...".Terbangun dari tidurnya dan duduk.
"Merylia..."Memeluk Merylia.
"Kak aku kenapa?".
"Sudah 2hari kamu pingsan.Syukurlah kini kamu sudah siuman."Peluk Nita erat.
Merylia Avril sudah siuman.Dia melihat jungwon berada disudut kamarnya tersenyum melihat Merylia.
"Merylia apa kamu merasakan merinding?".
"Tidak kak".Melepaskan pelukan Nita.
"Kakak merasa merinding.Kakak berharap ini bukan adanya makhluk astral disekitar sini."
"Gak kak sudahlah kak jangan terlalu dipikirkan."
Nita dan Merylia berpelukan lagi.Nita masih merasakan kejangalan.Tetapi dia senang adiknya sudah siuman.Namun hati kecil Nita merasa sangat tenang karena adik yang dia sayang tidak apa apa.Inilah awal memulai kisah penuh perasaan tentang merylia avrilia.
***Cerita ini hanya saya tambahkan partnya sesuai imaginasi saat Nency masih hidup.Apabila ada buku tentang dia yang terbit namun beda dengan yang saya tuliskan tolong dimaklumi.
Karena saya menulis sesuai apa yang ada diotak saya dan sesuai imaginasi saya dan saya menulis ini.Untuk mengapresiasi pengalaman pribadi saya yang pernah merasakan hadirnya sosok lain ketika saya melewati lawang sewu semarang dimalam hari.Nency dan noni cantik dilawang sewu itu saya rasa kisahnya hampir mirip.Semoga kalian terhibur dengan tulisan saya.
Ingat ini hanya karya fiksi bila ada nama karkter di novel ini sama mohon dimaklumi.
Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...
yuk baca 2karya aku terdahulu
#waktu dan kamu
__ADS_1
#Sweet heart
Yuk like👍 dan vote ⚡serta rate karyaku ya kakak kakak..🥰🥰🥰