
"Ayo kak..Jalan."Mengengam tangan merylia avril.
"Iya.."Berdiri tegak bersama dengan Jungwon.
Jungwon dan Merylia avril mencoba menyusuri ruang rawat bayi.Disana banyak keanehan terjadi.Merylia melihat bayangan yang sedari tadi dia lihat di kaca jendela usang itu.
"Aaaa...aaaa...aaaa..jungwon."Merylia avril berteriak sambil menutupi matanya dengan tangan.
"Kenapa kak?"Jungwon menengok ke arah Merylia avril.
"I..i..itu disana?"Menunjuk ke arah lorong depan kamar bayi.
"Kak,Jungwon kan udah bilang jangan teralihkan konsentrasinya.Nanti kakak kerasukan."Mengenggam pergelangan tangan Merylia Avril.
"Serem jungwon."
"Kak,Liat aku liat wajahku dan mataku.Aku juga serem mukaku pucat ada darah dibibirku.Tapi kakak gak takut sama aku."Menatap wajah merylia avril.
"Iya jungwon maaf."Merangkul tangan jungwon.
"Suster,Apakah bayi yang baru lahir tadi sudah dipanaskan badannya?"Tanya seorang suster kepala.
"Sudah sus.."jawab suster muda yang ada disitu.
Klotak..klotak..klotak..Suara sepatu dari wanita yang disinyalir suster kepala disitu.Wajahnya sadis dengan raut wajah galak yang mengerikan.Dia mulai meninggalkan ruang bayi.
"Kak,Ayo kita ikutin suster itu."Menarik Merylia Avril.
"Tempat ini seram tidak seperti tempat lain."Mengengam pergelangan tangan Jungwon dengan erat.
"Ini rumah sakit kak.Pastilah lebih menyeramkan dan lebih mencekam auranya."
Suster kepala itu berhenti diruang bangsal tempat para pasien dirawat.Dia memberikan kotak obat untuk pasien itu.
"Salam suster."Hormat dari suster muda yang berada di ruang rawat seorang pasien.
"Bagaimana keadaan pasien lelaki ini?"
"Untuk saat ini keadaannya mulai membaik.Sepertinya dalam waktu dekat dia sudah diijinkan pulang sus."
"Dokter tua sudah kesini?"
"Belum sus,Sepertinya sebentar lagi dia datang."
"Bilang ke dokter tua segera bereskan pasien yang sudah sehat."
"Baik suster kepala."Hormat suster muda.
Suster kepala itu keluar dari bangsal rawat kelas 1.Suster kepala pergi lagi ke bangsal orang orang kelas bawah bangsal 3.Banyak sekali jeritan penderitaan disini.
"Kak,Ayo kita ikuti lagi suster itu."Tarik jungwon.
"Hemmmm..hemmm..hemmm.."Merylia avril tiba tiba seperti kerasukan roh jahat.
"Kakak..kak...kakk..hello..kak.."Melambaikan tangan ke depan muka Merylia avril.
__ADS_1
Merylia avril tidak merespon.Jungwon dengan sigap memegang kalung yang dipakai merylia dan disatukan ke pecahan miliknya.
"Kak...hey..kak."Memegang pundak Merylia avril.
"Hah..i..iya.."
"Ayo kak jalan."Menarik tangan Merylia avril.
"Ayo dik.."
Keadaan bangsal III dalam rumah sakit ini.Banyak sekali pasien yang meronta kesakitan.Bau anyelir lebih menyengat dari biasanya.Karena banyak pasien yang terkena luka serius tidak diobati dengan maksimal.
"Berrrr....berrr...berrr dingin."Salah seorang anak kecil penguna bangsal kelas III kedinginan.
"Suster lapar.."Teriak salah satu pasien.
"Salam suster."Hormat para suster muda.
"Bagaimana keadaan para pasien?."Tanya kepala suster.
"Tadi pagi pasien oprasi tetanus baru saja meninggal dunia bu.Sekarang mayatnya masih diruang mayat."Sambil menunduk salah satu suster muda menjelaskan pada suster kepala.
"Lapar..lapar..."Seorang pasien anak anak yang terbaring dengan luka dikepala mengengam baju suster kepala agar diberikan makan.
"Enyah kau manusia rendah."Suster kepala menepis tangan anak kecil itu.
Anak kecil itu menangis tanpa henti.Suster kepala pergi untuk mengecek ruangan yang lain lagi.Melalui lorong yang sepi dia berjalan menuju laboraturium yang berada didekat ruang mayat.
"Selamat sore moedre."Hormat kepala suster.
"Goedenmiddag hoofdzuster."Kepala laboraturium sedang membuat obat bius dan meneliti obat tetanus.
"Onderzoek naar medicijnen en ziekten."Senyum kepala laboraturium yang memiliki wajah sadis.
"Oké mam, nu ga ik eerst uit."
"Hoofdzuster,breng dit onderzoeksrapport naar de oude dokter."Kepala laboraturium meberikan buku kepada suster kepala.
"Oke mevrouw ik zal het aan de oude dokter geven."Menunduk dan pergi dari ruang laboraturium.
Sekarang suster kepala itu pergi ke ruangan terakhir di rumah sakit itu.Ruang yang auranya saja mengerikan.Apalagi mendengar kata katanya membuat bulu kuduk merinding.Suster kepala berjalan ke ruang mayat untuk melihat jenazah pasien kelas III yang baru saja meninggal.
"De dokter hoe is de toestand van het lichaam van de tetanusziekte die net is overleden van afdeling III."Hormat suster kepala.
"De lichamen zijn gaan rotten door blootstelling aan bacteriën."Kepala dokter berkata.
"Kan het worden overgedragen op andere patiënten?"Sambil menunduk dan menutup hidungnya.
"We zullen proberen de overdracht tot een minimum te beperken."
"Lakukan semaksimal mungkin ya dok supaya tidak menular.Karena bangsal ke III benar benar menyusahkan."Hormat kepala suster.
"Kami berusaha semaksimal mungkin.Setelah ini kami akan memakamkan pasien."
"Baiklah dok..Bagaimana baiknya dokter."Suster kepala memberi hormat dan meninggalkan ruangan.
Gedung bekas rumah sakit peninggalan Belanda yang terletak di Jalan Haji Wasid 1, Lebak Gede, Kota Bandung ini menjadi santer dengan berbagai kisah mistisnya. Dulunya, bangunan tersebut adalah milik Rumah Sakit Sartika Asih. Namun, pada 1995 Rumah Sakit Sartika Asih dipindahkan ke Jalan Moch. Toha No. 369, Ciseureuh, Regol, Kota Bandung, dan hingga kini masih beroperasi dengan nama Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih.
__ADS_1
Pada 2000, gedung Rumah Sakit Sartika Asih diteruskan oleh Bandung Medical Centre (BMC). BMC sempat direnovasi, namun terhenti setelah sang pemilik meninggal dunia dan tidak ada kejelasan mengenai kelanjutan proyek tersebut. Akibatnya, BMC terbengkalai dan mendatangkan kisah-kisah tak sedap mengenai keberadaan makhluk astral.
Cahaya terang berlahan menselubungi jungwon dan Merylia avril.Mereka kembali ke tempat awal sebelum mendengar suara nyaring wanita yang tidak terlihat.
"Kakak...kakak...kakak..Bangun.."Jungwon mengoyangkan badan Merylia avril.
"Hoam..kita dimana?"Mengucek matanya.
"Kita dipantai kak.Cepat bangun."Mengengam kedua tangan merylia avril.
"Yey..kita kembali."Muter muter bahagia bersama Jungwon.
"Kak..waktuku sudah habis menemani kakak hari ini.Aku antarkan kakak pulang ke tubuh kakak ya."Tersenyum bahagia.
"Iya dik.."Melepaskan tangan Jungwon.
Dalam sekejab Merylia avril terbangun di IGD.Dia melihat banyak suster dan dokter yang sedang mengobati pasien.kakaknya bersama drian tertidur diruang tunggu.
"Kamu sudah bangun?"Tanya lembut dokter hugo.
"Sudah dok."
"Bagaimana perasaan kamu?Apakah sudah membaik tubuh kamu."Dokter hugo mengeluarkan stetoscope dan memeriksa detak jantung merylia avril.
Ketika dokter menyuruh merylia avril untuk duduk.Merylia melihat sosok yang tadi dia lihat didalam mimpinya.
"Dokter siapa itu?"Menunjuk ke belakang pundak dokter hugo.
"Hah,siapa?"Dokter Hugo kaget dan sedikit panik.
"Itu dok..Cewek berbaju hitam."
"Apa..jangan mengada ada kamu."Dokter Hugo panik.
"Beneran dok."Menunjuk ke belakang dokter Hugo.
Bulu kuduk dokter Hugo berdiri.Dia ketakutan dan berkeringat dingin.Dokter hugo yang tadinya santai menjadi sedikit panik.
"Pemeriksaan sudah selesai.Besok pagi nona bisa pindah ke ruang rawat inap ya."Dokter Hugo membalikan badannya.
"Makasih ya dok."
"Apa itu tadi.Kok merinding ya."Berbicara dalam hati.
"Ssttt..Kakak jangan kasih tahu siapa siapa tentang dia ya."Bisik Jungwon yang berada disampingnya.
"Okey.."Mengedipkan satu matanya.
Jujur,Ini first time saya menulis novel tapi ada bumbu horor dan petualangannya.
Sebenernya,saya merinding waktu menulisan setiap kisah di novel ini apalagi yang tentang urban legend.
Karena,saya merasa seperti ada ditempat itu dan merasakan kepedihan yang terjadi ditempat yang sekarang mistis atau angker tersrbut.
Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...
yuk baca 2karya aku terdahulu
#waktu dan kamu
#Sweet heart
__ADS_1
Yuk like👍 dan vote ⚡serta rate karyaku ya kakak kakak..🥰🥰🥰