
Pk 23.00WIB seperti biasanya Merylia berdoa.Wuzzz..Wuzzzz...angin kencangan membuka jendela kamar Merylia yang tertutup rapat.Merylia masih berdoa dan selesai berdoa dia mematikan lilin.
"Tuhan,Ada apakah ini?."Terdiam sesaat dan melanjutkan doanya sambil melihat kanan kiri.
Wuzz..Wuzzzz..Wuzz..Suara angin terus berderus.Menambah mencekamnya suasana kamar itu.Terdengar suara cekikikan orang tertawa.
Merylia berhenti berdoa.Suara itu semakin lama semakin dekat.Merylia mencoba memejamkan matanya.
"Dek...dek...dek..."Nita menepuk nepuk pipi Merylia.
Keringat dingin berjatuhan ke seluruh badan Merylia Avril semakin lama semakin banyak keringat yang berjatuhan.Keringat yang tadinya hangat berlahan menjadi dingin karena dinginya angin menembus kamar.Jendela yang tadinya ditutup Merylia Avril setelah berdoa terbuka lagi oleh kencanganya angin yang berhembus.
"Kakak...Kakakkk...Kakakkk..."Suara samar yang terdengar mulai dekat.
Srekk...Sreekk...Sreekk..Suara seseorang yang menyeret kakinya terdengar sangat nyaring.Bulu kuduk mulai merinding.
"Dek...dek...bangun.."Nita memanggil manggil Merylia avril.
"Hahhhhh....Hahhhh...hahhhh..."Suara terengah engah dari merylia avril.
"Kenapa dek?."
"Gak tahu kak."
"Kamu mimpi buruk ya?."
"Bentar ya aku ambilin minum dulu."
Nita turun ke dapur yang berada di lantai 1.Dia mengambil gelas berisi air hangat untuk adiknya merylia avril.
"Ini air hangat,minumlah."Menyodorkan gelas air putih hangat.
"Makasih ya kak."Meminum air putih itu.
"Iya,sekarang cobalah untuk tidur dengan lelap."
"Iya kak,makasih ya."
"Iya.."
Nita menyalakan kotak musik classic dan lilin aroma terapi agar suasana kamar terasa nyaman.Perlahan Merylia Avril mulai tertidur dengan lelap.
"Kakak...Kakak.."
"Jungwon..Jungwon..Itukah suara kamu?."
"Kakak..Kakkkkk.....kakkkk."Terdengar teriakan mengerikan.
Terbangun dengan nafas yang tidak beraturan dan suara detak jantung yang tidak beraturan.Merylia Avril bangun dengan kepala pusing dan hidungnya mengeluarkan darah yang tidak bisa berhenti.
Merylia avril pergi ke kamar mandi dan menyeka darahnya dengan air.Namun,darah dari hidungnya terus mengucur keluar.Badannya berat dan panas.Penglihatannya kabur hanya warna hitam yang bisa dia lihat.
"Dek...bangun dek..."Nita menepuk nepuk pipi merylia avril.
Nita panik dan langsung menelepon adit.Tetapi adit tidak menjawab telepon dari Nita.Nita yang masih sangat panik akhirnya menelepon Drian.
Nita:Ian...(Menangis gemetaran)
Drian:Hallo..ta kenapa kamu nangis?
Nita:Ian tolong
Drian:Kenapa?ada apa?
Nita:Tolong
__ADS_1
Drian:Kamu tenangin diri kamu.aku siap siap kesitu
Drian memakai jaket kulit yang masih tergantung rapi di belakang pintu kamarnya.Dia memanaskan motor dan langsung menuju tempat Nita.
"Tok...tok..tok...ta."Mengetuk pintu rumah Nita.
"Ian..."Nita bergegas berlari menuju pintu rumah dan membuka pintu untuk drian.
"Ta...kenapa?"
"Ian.."Memeluk Drian.
"Jangan nangis ada apa?"Mengusap air mata Nita.
"Adek aku pingsang hidungnya keluar darah terus aku gak tahu harus apa.Aku panik dan bingung."
"Kamu tenang aku panggil ambulance dulu."
Ambulance datang dokter dan perawat membawa merylia avril ke rumah sakit advent Bandung.Bunyi sirine menggema kencang.
"Tolong pasangkan masker oksigen yang dipompa dan lap darah yang keluar dari hidung pasien."Tegas suster ahli.
"Baik sus."
"Pasangkan infus untuk menjaga daya tahan tubuh pasien."
"Baik sus.."
Nita dan Drian mengikuti ambulance dari belakang.Wajah Nita pucat karena pikiran.Nita terus berdoa dalam hatinya.
"Tuhan semoga adikku tidak apa apa?"
Drian terus memacu motornya sampai ke rumah sakit advent bandung.Merylia avril diturunkan dari dalam ambulance menuju UGD.
"Sejak kapan adikmu sakit kaya gini ta?"
"Kamu udah bilang mama merylia?"
"Belum ian, aku panik aku cuma inget harus secepatnya mendapat pertolongan."
"Siapakah keluarga pasien bernama merylia."Suster bitania bertanya pada Drian.
"Saya sus."Nita menjawab dengan tegas.
"Bisa ikut saya ke ruang administrasi untuk data pasien?"
"Ta,aku aja yang ngurus administrasi.Kamu tungguin aja adik kamu disini sampai siuman."Drian menatap mata Nita.
"Makasih ya ian."Memeluk Drian.
"Mari mas ikut saya."Suster Bitania membawa drian ke ruang administrasi.
"Sus, tolong ambilkan kapas."Dokter Hugo dokter jaga malam itu menyuruh suster Mia mengambil kapas.
"Baik dok."Suster mia membawakan kapas kepada dokter hugo.
"Sus,Tolong pinsetnya diganti sama yang sterill."Keringat dokter Hugo jatuh bercucuran.
"Dokter baik baik saja?"Tanya suster Mia.
"Baik sus,Ini pendarahannya gak berhenti berhenti berhenti padahal sudah 10 kapas dipakai untuk membersihkan darahnya."
Nita langsung menelepon merriam ibu dari Merylia Avril.
Nita:H..Halo tente
Merriam:Halo nita,ada apa malam malam telepon?
Nita:Tante merylia pingsan.Hidungnya mimisan terus gak berhenti berhenti.Saya sama Drian teman saya.Membawa dia ke rumah sakit.Saya harus apa ya tante
__ADS_1
Merriam:Kamu coba ambil obat yang ada di tas Merylia.Obat china untuk pendarahan didalam saat kecelakaan minumkan obat itu bagaimanapun caranya dia harus meminumnya
Nita:Baik te,Saya ambil obatnya maaf menganggu malam malam
Merriam:Gak apa apa kak nita (Mematikan telepon)
Nita memanggil drian yang berada di ruang administrasi untuk mengantarkannya pulang sebentar mengambil tas merylia.Drianpun segera menyelesaikan perkara administrasi adik Nita.
"Apalagi sus, yang harus saya lengkapi?"Tatap Drian yang menulis biodata.
"Cukup lampirkan ktp mas sebagai pemberi jaminan dananya."Sebut suster bitania.
"Baik sus,Ini ktp saya."
"Baik terimakasih,Ini saya proses ya mas."
"Iya sus,lakukan yang terbaik ya sus."
"Baik mas."
"Drian..Kamu harus ikut denganku."Nita menarik tangan Drian.
"Kemana?Adikmu gimana?"
"Ayo pulang ambil obatnya Lia.Tadi aku telepon mamanya lia.Kata tante merylia harus minum obat yang ada di tasnya supaya darah dari hidungnya berhenti."
"Yaudah ayo ambil obatnya."Menarik pergelangan tangan Nita.
"Iya ian..jangan lari ya nanti sesek nafasku kambuh."
"Ya udah,sini naik."Jongkok didepan Nita.
"Naik?.Maksudnya naik?"
"Udah ayo cepet."Menarik tangan Nita untuk dirangkulkan ke leher Drian.
"Ian aku berat ya?"
"Ya..sedikit berat sih."
"Ih, jahat..."Mengoyang goyangkan kakinya.
"Aduh..duh..punggungku sakit kamu goyang goyang kakinya."
"Sorry..But thanks ya."
"Thanks buat apa?"
"Buat kamu yang mau siap sedia nemenin aku."
"Okey.."
Saat sampai di parkiran Nita tertidur di punggung Drian.Nita masih pucat wajahnya karena kelelahan.
"Ta..Ta..Ta.."Mengoyangkan badan Nita yang ada di punggungnya.
"A..A..Apa?Duh ian maaf ketiduran."
"Gak apa apa kok.Turun gih."Drian jongkok dan menurunkan Nita.
Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...
yuk baca 2karya aku terdahulu
#waktu dan kamu
#Sweet heart
Yuk like👍 dan vote ⚡serta rate karyaku ya kakak kakak..🥰🥰🥰
__ADS_1