
Malam ini perasaan lebih mencekam terlihat begitu sampai ditaman maluku.Karena, macet mereka sampai disana 22.30 malam.
Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115.
"Tuan, kita sudah sampai."Pak sunaryo menepuk pundak Drian.
"A..ah ya pak..Duh maaf ya ketiduran."Mengucek matanya dan menepuk pundak Nita.
"Ta, ta.. bangun yuk..bangun.."
"Hoam..dah sampai ya?Jam berapa Drian sekarang?"
"22.30 malam, ta sayang."Melihat jam di handphonenya.
"Dek, dek bangun."Menepuk pundak merylia avril.
"Hoam...dah sampe ya kak."Meregangkan badan.
Reggy menulis What app untuk Merylia avril.Sedari pukul 18.00 tidak dibalas.
Reggy:Dimana?
Reggy:Ping
Reggy:Ping
Reggy:Ping
Merylia:Sorry gy ketiduran.Ada apa?
Reggy:Lama amat nih mamak satu
Merylia:Ya maaf
Reggy:Iniloh aku binggung soal matematika yang bab aljabar.Kamu bisa bantu jelasin gak?
Merylia:Cari mati lu.Lu kan tau aku gak bisa matematika.Lu liat kan kemarin nila gue sama miss Ivah jelek cuma 50 itupun PR?Hah..
Reggy:Ya maaf, mamak lebih bagus dari aku..haha..aku cuma 20
Merylia:Dah jangan bahas
Reggy:Maaf mak.Ya udah aku bakar bukunya aja terus aku minum
Merylia:Gila lu.Masih jaman kaya gitu?.Yang ada lu sakit perut
Reggy:Yaudah deh aku tidur ya.Pusing palanya nyut nyut
Merylia:Okey.....
Drian,Nita dan merylia turun dari mobil.Mereka berjalan bersamaan menuju gerbang depan taman.
"Ayo turun."Teriak Drian.
"Ayo..."Senyum Nita.
"Yukkk...."Jawab semangat Merylia.
"Non, tuan saya parkirkan dulu mobilnya didekat sini saya mau istirahat dulu."
"Okey pak."Menjawab bersamaan.
Nita dan Drian berpegangan tangan menyusuri taman.Sementara Merylia mengikuti dari belakang.
"Sut..sst Kakak..Kakak.."Mulai menampilkan rohnya.
"Jungwon...Hihi..kakak.."Mengengam pergelangan tangan Merylia avril.
"Dek kamu manggil aku?"Tengok Nita.
"Gak kak."
"Oh yaudah.."
"Ta, kesana yuk.."Menarik tangan Nita dan menunjuk ke suatu arah.
"Aku kesana aja kak."
__ADS_1
"Nanti kamu telepon ya dimana posisinya."
"Siap kak."
"Ayo ta.."
"Bentar to ian."
Jungwon dan Merylia pergi kesudut taman.Seperti ada sebuah gerbang besar untuk dimasuki.
"Ayo kak kesana."Menarik tangan merylia avril.
"Tapi itu tempat apa jungwon?"Berhenti sambil berdiri.
"Sudah kak ayo ikuti aku."
"Aku percaya kamu jungwon."
Rotterdam, 1935.Bangunan bangunan classic dipadukan dengan pembangunan gedung gedung tinggi.
Dengan takdir Tuhan.Terlahir didunia salah seorang anak manusia yang jalan hidupnya ditakdirkan Tuhan untuk menjadi orang yang mulia.
Sebut saja, Henricus Christiaan Verbraak, lahir di Rotterdam pada 24 Maret 1835.Henricus tumbuh dan besar dikeluarga yang cukup berada.Dia bisa bersekolah dan mengenyam pendidikan yang baik ditengah ngera yang baru berkembang.
"Kak baju kita berubah."
"Iya..Kamu terlihat seperti bangsawan kecil dek."
"Kakak juga, seperti hantu noni noni belanda."
"Sssttt..Sepertinya ada suara jejak kaki kuda dek."
Kteplak..kteplak..kteplak..."semua rakyat beri hormat pada raja kita Williem I."Semua orang yang jalannya dilewati kuda berhamburan keluar memberi hormat.
"Hormat pada raja."
Sorak sorai warga terdengar sangat jelas.Salah seorang warga yang baru melahirkan meminta Williem I untuk memberkatinya.
"Tuan, bolehkah saya meminta engkau memberkati anak hamba?"
"Turunkan saya."Berbicara pada pembawa kereta kencana kerajaan.
"Baik tuan."Menghentikan kereta kencana miliknya.
"Tuan, berkatilah anak hamba."Ibu henricus.
"Semoga Tuhan memberkati selalu anakmu."
"Amin..Terimakasih tuan."
Raja Williem I kembali melanjutkan perjalanannya.Tahun berganti tahun kini sudah berada di tahun 1862.Dimana kerajaan Belanda sudah tidak ada.Henricus Christiaan Verbraak hari ini berumur 27 tahun.
"Aku ingin menjadi apa ya nantinya?Aku ingin menjadi pedagang tapi hatiku berkata lain.Sepertinya aku harus berdoa pada Tuhan agar diberikan jalan keluar terbaik."
Henricus pergi ke gereja dekat rumahnya.Dia berdoa agar mendapat jalan keluar.Setelah kembali dari gereja dia melihat banyak anak kecil dan orang orang menderita karena perang.Hatinya terketuk untuk belajar ilmu teologi.
"Hans bagaimana? Apa yang ingin kau lakukan diusia 27tahun ini."Tanya ibunya yang sudah sepuh.
"Ibu, aku mengikuti bisikan hatiku."
"Maksud kamu nak?"
"Aku ingin menjadi pastur."
"Mengapa tidak dipikirkan ulang nak?Bukankah sewaktu kecil kamu ingin sekali menjadi pedagang?"
"Ibu, inilah jalan hidupku restui aku."Meminta restu.
Setelah belajar tentang ilmu rohani.1872 Hans ditugaskan untuk pertama kalinya dipadang.
"Tuan, saya benar benar tidak tahu harus berbuat apa? Saya banyak membunuh orang dan sangat berdosa."
"Tuhan, akan memaafkan segala kesalahan umatnya.Bertobatlah."
__ADS_1
"Terimakasih Tuan hans, Saya akan bertobat dan berhenti menjadi tentara."Beranjak dari tempat penebusan dosa.
"Hari yang melelahkan."
Kembali ke ruang peristirahatannya dan melepas jubah kebaktiannya.1984-1907, Pemerintah belanda memberi surat tugas baru untuk pastur hans.Dia dipindahkan ke aceh.
"Semua, penumpang diharapkan masuk ke kapal."Nahkoda kapal belanda.
"Baik.."Berjalan ke arah kapal.
"Tuan pastur mari saya bantu."Warga padang yang menjadi muridnya.
"Terimakasih, anak muda semoga kebaikanmu dibalas Tuhan."
"Amin."
"Saya berangkat dulu."
"Terimakasih, Tuan pastur telah berjasa membimbing kita selama ini."Warga padang yang menjadi anak asuhnya.
"Papa hans, Aku pasti tidak akan melupakanmu."Seorang anak kecil Belanda mengucapkan perpisahan padanya.
"Terimakasih anakku."Berjongkok dan memeluk.
Pastur hans naik ke kapal dan mengikuti perjalanan dengan khitmat.Diaceh saat itu sedang terjadi peperangan antar Hindia belanda dengan pribumi.
Selama bertugas di tanah Suwarna Dwipa, Pastur H.C. Verbraak dikenal sangat tulus dan penuh kasih.Dia juga suka menjenguk orang orang sakit yang butuh bimbingan darinya tidak terkecuali yang terpapar penyakit kolera.Dengan welas asih dia masih mau menjenguk dan memberi pengarahan.
"Tuan pastur, ada pasien lagi.Bisakah anda membantu saya?"
"Baiklah saya akan membantu."
Pastur Hans orang yang sangat baik.Hingga banyak orang yang sangat betmrterimakasih atas jasa jasanya.
Diakhir khayatnya dia meminta pensiun dan tinggal diBandung.Keseharian dia dimasa tua menghabiskan sisa hidupnya untuk mengajarkan muridnya tentang agama.
"Tuan, Saya benar benar berterimakasih atas bantuan tuan."Murid papa hans.
"Semoga papa hans selalu diberkati Tuhan."Peluk anak kecil yang menjadi muridnya.
Disaat, papa hans membantu pelarian warga belanda saat itu dari penjajah.Saat pelarian,takdir mereka tidak baik.Semua tertangkap penjajah dan dibantai secara kejam.
"Angkat tangan."Tentara penjajah dengan membawa senapan.
"Ampuni kami tuan."Salah seorang wanita paruh baya yang ketakutan.
"Ampuni kami tuan.Kami masih anak anak."Menangis sesengukan.
"Bunuh saya saja tuan demi mereka."Papa Hans maju.
"Diam kalian semua."Mendaratkan senapan kesegala penjuru.
"Papa hans, bangun."Para murid pastur hans.
"Semoga Tuhan mengampuni kalian amin."
"Papa.."Teriak para murid.
"Diam kalian."Membunuh semua orang yang ada disitu.
Merylia avril yang melihat kejadian itu.Merasa ketakutan bercampur ngeri luar biasa.Suara senapan suara pisau dimana mana.Membuat bulu makin merinding.
Mohon maaf apabila yang lain memiliki karakter sama dengan novel ini.Semua fiksi, cuma ada beberapa yang memang saya mengalami kejadian itu seperti dibeberapa tempat yang saya tulis.Ini bukan untuk menjatuhkan hanya pandangan saya tentang makhluk tak kasat mata.
Happy reading
Promosi dikit ya kak kalau kalian suka hasil coretan tanganku...
yuk baca 2karya aku terdahulu
#waktu dan kamu
#Sweet heart
Yuk like👍 dan vote ⚡serta rate karyaku ya kakak kakak..🥰🥰🥰
__ADS_1