Cinta Yang Tak Terlihat

Cinta Yang Tak Terlihat
BAB 1


__ADS_3

"suci buruan Napa ini kita dah telat tau nggak" sahut Raka sambil menarik tangan sahabatnya itu.


"Yaudah jangan tarik tarik, ini tangan gua sakit woy"


"Udah diem 5 menit lagi apel pagi di mulai, gua gamau telat yaa hari ini spesial pokoknya" jawabnya sambil terus berlari kecil menuju gerbang sekolah.


Saat tepat tiba di gerbang sekolah, bel upacara mulai terdengar .


"Akhirnya sampai juga" dengusnya dengan penuh peluh keringat.


Suci yang menyadari ada yang gak beres langsung saja meminta klarifikasi saat itu juga, tidak biasanya sahabatnya itu kepengen tidak terlambat masuk sekolah hari ini, biasanya Raka paling tidak peduli dengan cepat atau tidaknya kesekolah.


"Eh dongo, kesambet apa sih lu pagi pagi gini?" Tanya suci sambil berlari kecil menghampiri Raka yang sudah mendahuluinya ke lapangan.


tapi Raka mengabaikan nya dan malah melanjutkan jalan nya "jawab anjing" tanya lagi dengan Lugas, Raka pun menghentikan langkahnya dan langsung menoleh ke arah suci "lu mau tau nggak tipe cewe gua yang kayak gimana?" Tanya Raka dengan senyum manisnya, suci yang melihat senyum itu langsung tertunduk salting bukan main. gimana tidak, senyum Raka pada saat itu sangat amatlah manis dan hal itu membuat pipi suci memerah begitu saja. "Kok lu diem?" Tanya nya lagi


"Eh i..ii..ya iya mau, emang tipenya kayak gimana sih" jawab suci dengan sedikit gugup.

__ADS_1


"Tipe gua itu kayak..."


"Hey kalian berdua" teriak seorang pak guru dari kejauhan. "Ngapain kalian disitu, cepat sini" tegasnya lagi


Raka dan suci pun tersadar akan hal itu, mereka berdua pun sontak berlari menuju lapangan yang hendak di lakukan apel pagi, sambil berlari suci menggeledah tas nya dan tersadar akan satu hal "mampus, dasi gua ketinggalan" dengusnya sambil terus berlari. "Eehhh suciii, sini kamu"


Suci yang mendengar itu spontan menghentikan langkahnya dan melihat ke arah sumber suara yang memanggil nya. "Mana dasi kamu" tegasnya dengan ekspresi wajah datar. "Ketinggalan Bu" jawabnya dengan nafas ngos ngosan. "Sini kamu ikut saya"


Dengan langkah malas suci mengikuti arahan gurunya tersebut. pagi ini sangat sial buatnya, kalau Raka gak menyuruh dia untuk buru buru pasti dasi yang menggantung di dinding rumahnya itu bisa aja dia ambil. tapi semuanya udah terlambat. Raka yang sedari tadi sudah bergabung di barisan hanya menahan tawa melihat sahabat karibnya di hukum oleh guru.


"Taik lah nyusahin murid nih namanya, masa perkara gak bawa dasi doang di hukum sih, mana bau lagi" dengusnya sambil memegangi keranjang yang di penuhi sampah itu.


'tipe cewe Raka kayak gimana ya? Yakali tipenya kayak gue' batinya dengan penuh pertanyaan


Dengan sekuat tenaga ia membawa keranjang sampah itu ke depan gerbang untuk membuang sampahnya tapi baru setengah perjalanan nampak dari kejauhan terlihat ada dua orang cewek dan cowok tengah berdiri di depan gerbang tersebut, tak lama dari situ datang seorang guru yang menyambut nya masuk kearea lapangan tempat di adakan nya apel pagi, tanpa basa basi suci langsung buru buru membawa dan membuang sampahnya di bak depan sekolah dan langsung beranjak mendekati area apel tersebut, ia hanya memandang dari kejauhan karena masa hukuman nya belum selesai 'mereka berdua siapa ya' batin nya . Lama mengintai dari kejauhan tiba tiba pundaknya di tepuk seseorang


"lu ngapain disini" ia terkejut dan langsung menoleh kebelakang.

__ADS_1


"Kok lu bisa ada di sini?" Tanya nya dengan penuh keheranan. ia semakin terkejut kalau orang yang menepuk bahunya adalah raka


"Lah gua di suruh Bu Tuti untuk nyari in elu, cepetan ayoo pengumuman nya mau di umumin bentar lagi" ucapnya sambil menarik tangan suci yang masih kebingungan. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi suci akhirnya menuruti kemauan Raka, hari ini sangatlah aneh dan entah kenapa Raka sangat menginginkan hal ini terjadi.


Suci bergabung di barisan dan bersampingan dengan Raka, terus terang ia masih heran terhadap apa yang sebenarnya di rencana kan Raka.


"Assalamualaikum wr.wb selamat pagi anak anak, hari ini ibu mau mengumumkan sesuatu bahwa sekolah kita akan mengadakan sistem belajar gabungan, jadi sekolah kita bina bangsa akan bergabung dengan SMA pelita bangsa untuk mengadakan sistem belajar gabungan selama 1 bulan" jelas Bu Tuti selaku kepala sekolah.


Semua murid yang mendengar itu sontak terkejut secara bersamaan, suasana berubah menjadi ricuh banyak yang mempertanyakan maksud dari ini semua.


"Kalian semua tenang, sistem ini hanya di peruntukkan untuk kelas 11 IPA dan IPS, terutama peraih nilai tertinggi di tiap jurusannya" jelas Bu kepsek kepada semua siswa siswi yang ada di lapangan tersebut.


Suci yang menyadari itu langsung menoleh ke arah Raka dengan tatapan sinis. "Ini gak ulah lu kan?


Tapi Raka tidak merespon, ia hanya tetap memandang kedepan dengan senyum tipisnya.


"Kebetulan juga pagi ini kita kedatangan 2 orang siswa peraih nilai tertinggi di SMA pelita bangsa langsung saja kita panggil kedepan, adinda eyrinska dan Allan Fernando" jelas Bu kepsek yang membuat senyum Raka semakin menyeringai.

__ADS_1


"Lu mau tau nggak, tipe cewe gua kayak gimana?" Tanya raka dengan senyuman manisnya. Suci mulai kegeeran lagi saat itu tapi berusaha bersikap biasa saja


"Kayak dia" sambungnya sambil menunjuk ke arah depan. Suci yang melihat arah yg di tunjuk Raka spontan terkejut, matanya tiba tiba terbelalak melihat seorang gadis cantik yang belum lama ini dia liat di depan gerbang tadi. Matanya berkaca kaca seketika mendengar pengakuan dari Raka.


__ADS_2