
"Allan, itu cewek lu ga apa apa di putusin gitu?"
"Gak apa apa lah, gua dah eneg sama sikapnya yang posesif kayak gitu" jawabnya sembari fokus mengendarai motor. "Btw, lu cewek pertama yang berani nampar dia tadi hahaha" sambung Allan terkekeh
"Hah serius?"
"Semua cewek di sekolah mana berani sama dia" Seru allan Sambil menambah kan kecepatan motornya.
"Eh eh jangan ngebut gua takutttt" ucap suci yang dengan reflek memeluk Allan.
Allan seketika terdiam, pikirannya kembali kacau melihat sifat mantan nya yang udah keterlaluan.
Lain hal nya dengan suci, dia merasa dengan memeluk Allan bisa membuat dirinya baik baik saja, tapi ternyata nihil. Dia teringat kembali dengan sifat Raka yang lebih memilih mengantar Dinda ketimbang dia. tak terasa air matanya jatuh, rasa cemburu di hatinya sudah tak terbendung, hingga Ia mengeratkan pelukannya semakin dalam. allan yang menyadari itu langsung mengintai dari bilik spion, setelah mengetahui ia pun tersenyum
"Karena Raka ya?" Ucapnya dengan to the point.
Air matanya mulai mengalir deras, suci makin menyenderkan kepalanya di punggung Allan, dengan pekanya Allan langsung menarik tangan suci agar makin mengeratkan pelukan nya. "Gua tau kalau lu suka sama raka" ucapnya dengan tenang.
"Tapi lu juga harus tau ci, manusia di bumi ini gak harus mengelilingi kita setiap saat, emang sakit tapi inilah dunia" ucapnya lagi sambil mengelus tangan suci yang sedang memeluknya.
"Lo harus kuat demi nyokap Lo" sambungnya lagi.
15 menit perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di rumah suci, di tengah perjalanan tadi suci sempat ketiduran sampai akhirnya Allan membangunkan nya untuk membelikan makanan buat ibunya di rumah nanti.
Di depan pintu, suci langsung mempersilahkan Allan untuk masuk kerumahnya.
__ADS_1
"Masuk all, sorry rumah gue kecil"
"Gapapa kok santai aja"
"Yaudah Lo duduk sini dulu ya, gue mau ganti baju dulu sekalian ambilin minum buat Lo "jelas suci sambil mempersilahkan Allan duduk di kursi ruang tamunya, sementara itu suci pergi kekamarnya untuk ganti baju.
15 menit menunggu, akhirnya suci keluar dari kamarnya. Dan betapa kagetnya Allan melihat suci yang begitu cantik dengan memakai celana pendek, baju kaus hitam dan rambut terurai. Suci terheran dengan perubahan wajah Allan saat itu, hingga ia langsung mendekat dan menampar pipi Allan dengan sangat kuat. "Ngapain Lo liatin gue kayak gitu? Mesum Lo ya" ujar suci dengan mata melotot.
"Enggak ya, gue bukan cowok kayak gitu"
"Ya trus apaa?"
"Ya Lo cantik" ucap Allan dengan to the point, suci terdiam dan langsung memalingkan mukanya. "Gue mau liat nyokap gue di kamar dulu" ujarnya dengan keadaan salting. Suci berdiri dari duduknya dan terhenti sejenak "lu mau tunggu sini atau mau ikut?" Sambungnya. "Iya mau ikut" jawab allan sambil beranjak dari kursinya, akhirnya mereka berdua masuk ke dalam kamar tempat ibunya suci istirahat.
"Kamu kenapa senyum terus Raka?" Tanya Dinda sambil terus menunduk.
"Gue senang aja Din, bisa duduk berdua lagi bareng Lo untuk kedua kalinya" jawabnya dengan riang
Dinda memikir sejenak "tadi aku dengar depan ruangan kepsek kalau aku tipe cewe kamu ya? Kok bisa?"
"Yaa karena Lo cantik"
"Aku gak suka di sukain seseorang karena sekedar cantik aja" jawab Dinda dengan cemberut
"Yaudah Lo mau nggak jadi pacar gue?, Biar gue bisa ngenalin Lo lebih lama lagi" jelas Raka yang membuat Dinda terkejut
__ADS_1
"Secepat ini?, Aku mau fokus olimpiade dulu raka"
"Kalau olimpiade udah selesai lu mau nggak jadi pacar gue?"
"Eeemmm nanti di liat ya" ucap Dinda dengan singkat.
"Gue Bakal buat Lo jatuh cinta dengan gue" balas Raka yang langsung memegang tangan Dinda.
Apa yang di pikirkan Raka sampai harus menyatakan perasaan nya terlalu cepat seperti itu, apa yang spesial dari Dinda sampai membuat raka sangat tergila gila kepadanya.
Mereka makan dengan lahap, setelah selesai makan di lanjutkan dengan belajar bersama yang di lakukan di tempat yang sama.
Di sisi lain, di belakang gudang SMA pelita bangsa, nampak Lala dan Rima tengah memijit punggung dan mengompres pipi Amel yg kemerahan akibat di tampar suci, Amel yang sampai saat ini masih tidak percaya terhadap apa yang di alaminya saat tadi di bina bangsa. Bagaimana tidak, ini pertama kali pipinya di tampar dengan sangat kuat di tambah kejadian yang membuat dia sakit hati karena Allan memutuskan hubungan bersamanya hanya karena suci yang menurutnya hanya seorang gadis kampung.
"Suci itu gak sama kayak Dinda Mel" sahut Rima sambil memijit punggung Amel.
"Bener Mel, gua rasa suci tuh bukan cewek kayaknya, liat aja tampangnya tadi udah kayak preman pasar tau nggak" sambung Lala
Amel hanya terdiam, ia masih saja mencerna apa yang terjadi kepada dirinya.
"Gue gak bisa di giniin, gak ada yang boleh bikin gue menderita Kayak gini" ucapnya dengan nada datar.
Lala dan Rima yang mendengar itu hanya bisa saling menoleh, kira kira apa yang di pikirkan sama Amel kedepannya.
"Gue punya rencana" sambung Amel dengan senyum sinis kepada kedua temannya.
__ADS_1