Cinta Yang Tak Terlihat

Cinta Yang Tak Terlihat
Bab 4


__ADS_3

*sambungan dari akhir bab 1*


"Kayak dia" sambungnya sambil menunjuk ke arah depan. Suci yang melihat arah yg di tunjuk Raka spontan terkejut, matanya tiba tiba terbelalak melihat seorang gadis cantik yang belum lama ini dia liat di depan gerbang tadi. Matanya berkaca kaca seketika mendengar pengakuan dari Raka. 'jadi Raka suka sama dia' batinnya.


"Halo semuanya perkenalkan nama saya adinda eyrinska, saya siswi dari SMA pelita bangsa" ucap Dinda yang di iringi teriakan para siswa yang terdengar memujinya "cantik"


"Dan halo semuanya, perkenalkan nama saya Allan Fernando, saya siswa dari SMA pelita bangsa. Salam kenal semuanya"


"SALAM KENAL JUGAAAAA"ujar semua siswi cewek yang kompak menyahuti omongan allan.


"Seperti yang ibu bilang tadi, yang namanya belajar gabungan berarti Dinda dan Allan akan belajar bersama bareng siswa siswi yang berprestasi di sekolah kita juga, langsung saja kita panggi ke depan ya"


Degg...perasaan suci tak enak, ia memandangi Raka yang terus memandang ke depan dengan senyum sumringah.


"Kita panggil, suci Sukma Dewi dan Raka Adiwijaya" jelas bu Tuti dengan lugas.


Tanpa persetujuan suci, Raka langsung menarik tangan suci untuk maju ke depan, di iringi tepuk tangan para siswa siswi yang berada di lapangan itu.


"Heh monyet, ini maksudnya apa sih?"


"Udah lu diem, ikut aja" jawabnya sambil terus menarik tangan suci.


Mereka berdua berdiri tepat di samping Allan dan Dinda berdiri, Allan dan suci bersampingan begitupun dengan Raka dan Dinda.

__ADS_1


"Oke anak anak, apel pagi ibu akhiri sampai sini. Untuk pengumuman lebih jelasnya akan di sampaikan melalui email sekolah, dan untuk kalian ber empat saya tunggu di ruangan saya" ujar Bu Tuti sambil pergi meninggalkan kami ber 4 di lapangan, semua murid di bubarkan, lapangan tiba tiba menjadi sepi. Kaki kami ber empat seakan akan di paku, karena hanya kami ber empat lah yang tersisa di situ.


"Eh tunggu, kamu Raka kan? Yang dua hari kemaren nolongin aku?"


"Jadi lo berdua udah saling kenal?" Potong suci di tengah pertanyaan Dinda.


"Atau karena cewek ini yang bikin Lo ninggalin gue dan nyokap gue di rumah sakit?" Cerca suci dengan Lugas


"Tunggu maksudnya apa ya?" Sambung Dinda yang terlihat bingung


"Sorry ikut campur, tapi gua dan Dinda di panggil kesini untuk belajar bareng kalian, bukan untuk jadi saksi rumah tangga kalian" ucap Allan di tengah tengah obrolan


"Daripada diem di sini, yaudah buruan kita keruangan Bu kepsek. Dia udah nungguin kita dari tadi" sambung Allan memecah suasana


Tanpa aba aba mereka langsung meninggalkan lapangan dan bergegas keruangan Bu tuti, dalam ruangan mereka ber 4 langsung di suruh duduk di kursi sofa panjang.


"Saya gak mau Bu" ucap suci dengan nada datar.


"Ci, lu gak becanda kan?" Sambung raka


"Enggak, gue gak becanda, gua serius" ungkapnya


Raka meminta izin ke Bu Tuti agar meminta sedikit waktu berdua untuk ngobrol dengan suci, akhirnya Raka membawa suci ke luar ruangan.

__ADS_1


"Olimpiade ini hanya alibi Lo biar bisa berduaan dengan Dinda kan?" Cerca suci yang semakin panas


"Nggak gitu ci, gua ngelakuin ini demi Lo"


"Halaaahh bacot anjing, tadi kan lu bilang sendiri kalau Dinda itu tipe cewek lu, sampai tadi pagi lu nyuruh gua bangun pagi pagi banget biar bisa nyaksiin elu ketemu orang yang lu taksir kan?"


"Ci dengerin gua dulu"


"Dengerin apa apaaa, bahkan Lo lebih milih nolongin dia ketimbang ngebantu gue dan nyokap gue di rumah sakit, 5 jam gua nungguin Lo dan ternyata?? Dinda alasannya?"


"Suci bisa dengerin gue dulu nggak? Gue tau Lo cerdas akan semua hal, dan gue yakin lu bisa menangin olimpiade ini"


"Gua ga butuh olimpiade ini" jawab suci dengan sangat ketus


"Hadiah utama dari olimpiade ini bernilai 100 juta rupiah, uangnya bisa Lo pakai untuk pengobatan nyokap Lo, kalau Lo bisa menangin olimpiade ini bareng Allan"


"Gua udah siapin ini semua buat Lo, bahkan jauh sebelum gua ketemu sama Dinda, gua dan team OSIS berjuang agar pelita bangsa bisa kerja sama bareng sekolah kita, ini semua karena kita tau segitu tinggi nya kualitas sekolah mereka" sambung raka dengan suara bergetar


Suci mundur perlahan dan terjatuh dengan sendirinya, air matanya mengalir begitu saja saat mendengar penjelasan Raka yang begitu peduli akan dirinyaa, Raka mendekat dan memeluk suci dengan sangat erat. Suci menangis sejadi jadinya, pelukan Raka tak bisa membendung air matanya. 'Terima kasih Raka, inilah sebab kenapa aku menyukaimu selama 10 tahun'


Dinda dan Allan ikut keluar dari ruangan dan melihat betapa tulusnya persahabatan suci dan Raka, mata Dinda juga ikut berkaca kaca melihat momen itu.


"Kita akan berjuang sama sama suci, gua akan bantuin Lo untuk menangin olimpiade ini" ucap Allan yang ikut men support suci.

__ADS_1


"Makasih ya Allan, maafin gue juga ya Din udah souzon sama Lo"


"Gak apa apa kok suci" jawab Dinda sambil ternyum


__ADS_2