Cinta Yang Tak Terlihat

Cinta Yang Tak Terlihat
Bab 5


__ADS_3

"Iya Bu, saya mau ikut sistem belajar gabungan ini. Saya juga bersedia harus berpasangan dengan Allan untuk olimpiade nanti" ucap suci yang membuat Raka Dinda dan Allan tersenyum


"Baiklah, kalau kamu siap mulai besok kamu dan Allan tinggal mengatur jadwal nya aja, begitupun dengan Dinda dan Raka"


"Baik Bu" ucap mereka ber 4 secara bersamaan


Bu kepsek tersenyum "Allan dan Dinda? Kalian mau balik lagi ke pelita bangsa? Atau masih mau pengenalan dulu sama suci dan Raka?"


"Aku dan Dinda di kasih waktu sampai jam pulang sekolah nanti Bu, saya masih mau berada di sekolah ini bareng Dinda" jelas allan.


"Oke, silahkan kalian ber 4 keluar dan lanjutkan pengenalan kalian"


Mendengar itu, mereka ber empat dengan kompak bangkit dari kursi nya. Mereka berpamitan keluar di ikuti dengan kepsek yang mengantar sampai ke pintu.


"Suci, temenin aku keliling sekolah kamu dong" pinta Dinda ke pada suci


"Eh kalian berdua mau kemana, ikut dong" sambung raka


"Apaan sih, ini tuh girls time. Mending lu ajak noh Allan, ajakin dia keliling sekolah" jawab suci dengan ketus. "Yaudah yuk, dahhh" sambungnya lagi sambil mengejek Raka.


Suci menggandeng tangan Dinda menjauh dari kedua cowok tersebut, nampak baru sehari ketemu tapi mereka udah seperti orang yang berteman lama. Sementara Raka hanya berdiri kaku bersama dengan Allan yang cukup canggung saat itu. "Yaudah lu mau ikut gua nggak keliling sekolah?" Tanya Raka kepada Allan


"Boleh, yaudah yok"


Di koridor sekolah suci dan Dinda mengobrol banyak hal, perkenalan diri mereka hingga first impression kepada satu sama lain.


"Suci aku boleh tanya sesuatu?"


"Tanya apa?"


"Kamu dan Raka udah berteman berapa lama?"


"Dari kecil Din, saat kita pertama kali masuk sekolah dasar"


"Berteman selama 10 tahun sama cowok seperti Raka, kamu gak ada rasa sama dia?"


Suci menoleh ke arah Dinda "maksud Lo?".


"Mustahil seorang cewek dan cowok berteman selama itu tanpa ada perasaan sama sekali"


"Ya lu suka nggak sama Allan?" Timpal suci.


"Lah kok jadi aku, kan tadi aku nanya kamu" ucap Dinda


"Ya Lo juga gabisa jawab kan? apa yang Lo rasain ke Allan adalah hal yang sama terhadap apa yang gua rasain ke Raka"


"Berarti kalau aku suka sama Allan otomatis kamu juga suka dong sama raka" ucap dinda yang membuat suci terkejut.


"Lo suka sama Allan?"


Damn, Dinda tersadar dan reflek menutup mulutnya. Apa yang dia pikirkan sampai mengeluarkan konteks kalimat seperti itu.

__ADS_1


Di sisi lain Raka dan Allan masih saja canggung untuk mengobrol satu sama lain, sampai akhirnya salah satu dari mereka mengalah dan mulai mencari topik.


"Rak, kemaren lu nonton nggak lucinta Luna tunangan Ama cowoknya?"


"Eh busett, lu kalau nyari topik yang masuk akal napa"


"Ya lagian lu malah diem, gua gak tau mau bahas apa anjir"


"Ya Lo tanya apa gitu seputar sekolah, ini malah tanya si bang Fatah"


"Yaudah kalau gitu kita cari Dinda dan suci aja" seru allan


"Bentar gua telpon suci dulu" ucapnya sambil merogoh ponsel yang ada di saku celananya. tapi semuanya nihil, suci tidak mengangkat telpon nya mungkin karena sedang asik bergosip dengan Dinda.


"Suci gak angkat" ucapnya sambil menoleh ke arah Allan. "Kita kekantin sekarang" sambung nya yang langsung melangkah terlebih dulu di susul dengan Allan yang mengekor di belakang nya.


saat sampai di kantin Raka melebar kan pandangannya dan benar saja, terlihat ada dua orang cewek yang sedang asik tertawa sembari memakan bakso yang berada di mejanya. Raka dan allan yang mengetahui itu langsung bergegas menuju ke tempat mereka


"Enak banget ya makan bakso di sini" ucap Raka yang tanpa sengaja membuat Dinda dan suci langsung menoleh.


"Gimana? Udah jadian belum?" Lontar suci yang membuat dinda reflek tertawa.


"Eh sialan Lo ci, jadi ini maksud Lo ninggalin kita berdua?" Pungkas Allan yang berada di belakang Raka.


"Becanda woy, baperan amat dah" ucap suci sambil menyengir.


Di SMA pelita bangsa, terlihat Amel tengah sibuk mengotak ngatik ponselnya, tak lain dan tak bukan adalah Dia sedang mengirimi pesan untuk kekasihnya yang lagi berada di SMA bina bangsa yaps Allan Fernando, mimik wajahnya terlihat seperti lagi badmood. "lalaaaaaaaaaa" teriaknya kepada salah satu teman nya.


"Lo udah dapat info belum?" Tanyanya dengan sinis.


Lala terdiam sejenak, tak lama kemudian ia di kagetkan dengan sesuatu yang ada di layar ponselnya.


"Wait Mel, Lo harus liat ini" pintanya sambil menunjukan gambar yang berada di ponselnya.


"Kayaknya saingan Lo bukan Dinda lagi deh"


"Sekarang cari tau siapa cewek itu" ungkapnya penuh kekesalan


"Namanya suci Sukma Dewi, kelas 11 IPA 1 dan juga salah satu murid berprestasi di bina bangsa"


"Cuiiihh gadis kampung rupanya"


"Kata temen gue, sore ini dia dan Allan akan belajar bareng di coffeshop" jelas Lala


"Sore ini kita labrak dia, Allan gak balas balas chat gue pasti karena dia " serunya dengan senyum datar


Bel pulang sekolah sudah berbunyi, semua siswa siswi berlarian keluar kelas di iringi guru yang mengekor di belakang mereka. Suci Allan Dinda dan Raka yang menyadari itu langsung bangkit dan beranjak keluar dari kantin tersebut, mengobrol dengan cukup lama sampai tidak terasa waktu pulang sekolah dah tiba


"Ci, kita berdua jadi kan ke coffeshop?" Seru Alan


"Jadi dong, tapi gua pulang ke rumah dulu yaa. Nyokap gue belum minum obat, yuk raka anterin gue pulang"

__ADS_1


"Hah? Gue pikir lu barengan sama Allan, gue anterin Dinda dulu soalnya" balas Raka yang membuat suci menjadi murung.


"Yaudah Allan, anterin gue balik"


"Duh sorry ci, gua harus balik ke pelita bangsa. Cewek gue udah nungguin di jemput soalnya" jelas allan memelas.


"Yaudah gak apa apa aku pesan ojek online aja" sambung Dinda .


"Eh jangan, lu mau kena rampok lagi kayak kemaren? Udah biar gue anterin aja, suci gak apa apa kok, iyakan ci?" Tanya Raka kepada suci yang sedari tadi hanya menunduk.


"Ya gapapa" ucapnya dan langsung pergi meninggalkan mereka bertiga di lokasi itu.


Di depan gerbang, Amel dan kedua teman nya sedang menunggu suci keluar dari sekolahnya, sumbu Amel saat itu sudah berada di puncaknya. Ia sudah termakan cemburu, dan siap memusnahkan siapa saja yang mengambil Allan dari nya.


Suci terlihat keluar dari gerbang, Amel dan kedua teman nya langsung bergegas mendekati suci.


"Oh jadi elo yang namanya suci" sergah Amel dengan judesnya


"Iyah, kalian siapa ya?" Tanya suci dengan keheranan.


Tanpa menjawab pertanyaan suci, Amel dengan sigap mengambil orange jus yang di pegang Lala dan langsung menyirami jus itu ke wajah suci.


"Jauhin cowo gue, atau hidup Lo bakal menderita" cerca Amel.


Seragam suci di penuhi noda jus, begitupun dengan wajahnya yang tengah kuyup dengan cairan manis tersebut, suci tersadar dan gak bisa diam begitu saja. Ia maju mendekat ke arah Amel dan plaaakkk. Suci menampar Amel dengan sangat keras, tamparan itu membuat Amel tersungkur ke trotoar jalan, kedua teman yang menyaksikan itu langsung saja menolong Amel yang terjatuh.


"Jadi gini, kelakuan anak pelita bangsa? Punya siswa berkelakuan kayak ***** murahan" ucap suci kepada Amel yang sedang menahan sakit.


"Berani Lo sama gue hah? Berani Lo" teriak Amel yang membuat semua siswa bina bangsa teralihkan kepadanya.


"Ngapain gue takut sama anak setan kayak kalian" ucap suci dengan tenang. "Kalau kalian berpikiran gue bisa kalian tindas, itu berarti pikiran kalian salah" sambungnya.


Amel yang masih tidak terima langsung maju mendekati suci, tatapan Amel berubah menjadi bengis. Suci yang menghadapi itu hanya bersikap santai dan cuek saja. "Gua gak ada waktu untuk ladeni kalian" ucapnya sambil pergi meninggalkan Amel dan kawanan nya, Amel tidak tinggal diam. Dia menarik tangan suci dan bersiap untuk menamparnya. "Amel cukup"


Amel menoleh kebelakang, dan seperti yang di harapkan. Allan melihat semuanya, ia melihat perlakuan pacarnya yang sangat jahat itu.


"Jadi gini ulah kamu di belakang aku?" Tanya Allan dengan tegas


"S..sayang, kamu salah paham sayang" bujuk Amel dengan keadaan panik.


"Kita putus" ucap Raka dengan lugas


"Enggak, aku gak mau putus"


"AKU MAU PUTUS" tegas Allan sekali lagi


"Gak.. gakk..gak, aku gamau sayang, plis kamu becanda kan"


Amel panik dengan ucapan Allan, dia berharap ini hanya candaan saja. "Mulai sekarang kita putus dan kita gak ada hubungan apa apa lagi, ayo suci kita balik" ajak Allan yang langsung meraih tangan suci.


"Oh iya, perilaku kalian dari awal udah terekam cctv sekolah" sambung suci sambil menunjuk ke sudut gerbang yang di pasangi cctv. "Gimana ya kalau pelita bangsa melihat rekaman cctv yang menunjukan perilaku siswanya yang baik hati ini" ejek suci sambil pergi meninggalkan Amel dan kedua teman nya. Amel shock dan gabisa berbuat apa apa lagi

__ADS_1


__ADS_2