
Keesokan harinya, pagi yang cerah menyinari sekelompok siswa SMA pelita bangsa. Terlihat beberapa siswa siswi masih berkeliaran di halaman sekolah, suasana riuh dan ramai sudah menjadi ciri khas pagi itu.
"Heh *****, berani juga ya Lo deketin pacar gue" bentak nya sambil memukul kepala cewek yang dia sodor kan ke dinding.
"Jawab anjing" hardiknya sekali lagi. Cewek itu hanya menangis sambil menunduk tak bisa berkata apa apa.
"punya mulut tuh di pake, gak bisa ngomong Lo sekarang hah" sambung teman sebayanya yang berdiri di samping nya
"Adinda eyrinska, gue bakal bikin hidup Lo menderita di sekolah ini" ucapnya dengan senyum liciknya.
"Lu berdua udah siapin kan apa yang gua suruh tadi"
"Udah Mel"
"Yaudah mana"
"Nih" ucap mereka sambil menyodorkan sesuatu yang berada dalam kantong plastik berwarna hitam tersebut. Dengan kasar Amel langsung mendorong Dinda hingga terjatuh di atas tanah, Dinda gak bisa melawan, ia hanya diam tak berkutik.
"Hari ini ulang tahun gue, jadi lo harus ikut ngerayain bareng kita disini hahaha" ungkap Amel dengan tawa liciknya.
Langsung saja mereka melempari Dinda dengan telur busuk yang sudah mereka siapkan dari tadi, tawa bahagia keluar dari mulut mereka bertiga saat melihat Dinda menangis kesakitan.
"Udah Mel tolong jangan" pintanya sambil memegang kepalanya.
"Kenapa sayang? Pestanya belum selesai loh ini hahaha"
Mereka terus melempari Dinda dengan telur busuk itu. setiap lemparan telur, Amel selalu mengumpat kata kata kotor buat Dinda. Hal itu membuat Dinda tak kuasa mendengar di tambah saat ini badan nya sangat bau dengan telur busuk itu.
"Sekali lagi gue lihat Lo caper ke Allan, gue bakal bikin Lo menderita lebih dari ini, Paham Lo" ucapnya sambil melempar satu telur terakhir tepat di kepala Dinda.
Amel dan kedua teman nya pergi meninggalkan Dinda yang terbaring lemah di atas tanah tersebut, saat ini ia tak ada tenaga untuk bangkit dari tempat itu. Ia hanya bisa menangis Meratapi kondisinya yang sangat bau.
Kriiiiinnggg, bel lonceng berbunyi pertanda jam pelajaran Pertama akan segera di mulai, semua siswa siswi kocar kacir berlari menuju kelas masing masing. Satu di antaranya terlihat seorang cowok berperawakan tinggi dan manis tengah berlari seakan mencari seseorang, ia menggeledah semua kelas 11 tapi tak ada hasil apapun. Hingga ia terhenti di depan kelas 11 IPA 1, saat itu ia berharap seseorang itu ada dalam kelas tersebut.
__ADS_1
saat memasuki kelas itu para siswi spontan berteriak memanggil nama nya yang terdengar sangat ricuh sekali, untung saja tidak ada guru di situ.
"Sayang kok kamu di sini" ucap Amel yang langsung beranjak dari kursinya.
"Kamu lihat Dinda nggak sayang?"
"Kok kamu malah nyari Dinda, kan aku ada di sini sayang" jawabnya dengan nada manja.
"Aku di suruh kepsek untuk nyari Dinda, aku dan Dinda bakal jadi perwakilan sekolah untuk sistem belajar gabungan bersama sekolah bina bangsa" ungkapnya kepada pacar nya itu, yang saat ini sudah bergelayutan di sampin nya
"Sayang, Dinda itu udah bolos sekolah. Aku dan temen temen ku lihat kok tadi, iya kan guys?" Tanya nya sambil menoleh ke arah kedua teman yang berdiri di belakang nya, pertanyaan itu hanya di angguki kedua temannya.
"Tapi Dinda gak kayak gitu orang nya, dia kan siswi berprestasi. Mana mungkin dia melewatkan pembelajaran gitu aja"
"Jadi kamu lebih percaya Dinda? Lagian percuma sayaaaang, Dinda tuh udah gak ada di sini"
"Kok kamu bisa yakin banget Dinda gak ada di sini?"
"Maaf ya sayang, aku harus cari Dinda. Kalau Dinda gak ketemu, persyaratan kuliah ku bakal susah nanti, kamu tau kan betapa penting nya ini"
Amel menarik napas panjang "kamu tuh lebih pentingin Dinda ya daripada aku" ungkap nya dengan sedikit kesal.
"Aku gak ada waktu untuk berantem dulu, aku mau lanjut mau nyari Dinda" ucap Raka sambil meninggalkan Amel yang masih kesal atas sikapnya.
"Iihhhh allaaaaaaaann" jeritnya dengan sangat kuat.
Allan terus mencari keberadaan Dinda, entah kenapa ia sangat yakin kalau Dinda masih berada di area sekolah ini, kalau kalian bertanya kenapa Allan sangat peduli kepada Dinda, alasannya cuman satu. Hanya Dinda lah yang cocok di jadikan teman belajar oleh Allan. Allan dan Dinda adalah dua orang peraih peringkat pertama.
kalau Dinda peringkat pertama di jurusan IPA sedangkan Allan peringkat pertama di jurusan IPS. Waktu kelas 10 mereka berdua selalu menjadi andalan sekolah saat ada olimpiade Atau kompetisi. Karena itulah Amel selalu membenci Dinda, karena waktu belajar bersama Dinda lebih banyak ketimbang waktu pacaran bersamanya.
Kembali ke pencarian, Allan masih mencari Dinda di sudut sekolah. Sampai Allan terhenti di depan gudang sekolah yang pintunya sedikit terbuka, Allan masuk ke dalam gudang tersebut tapi tidak ada siapa siapa. Ia memasuki lebih dalam lagi sampai menemukan pintu yang menghubungkan ke area belakang sekolah. Ia menarik gagang pintu tersebut dan langsung masuk ke area belakang sekolah, ia melebar kan pandangannya dan betapa Kagetnya ia melihat seorang gadis yang selama ini dia cari. "Ya ampun Dinda" sekuat tenaga dia berlari menuju tempat Dinda terkapar, kondisi Dinda saat itu telah terlumuri telur busuk. Tapi hal itu tidak menggoyahkan kebaikan Allan, dengan tubuh atletis nya ia langsung menggendong Dinda dan membawanya ke UKS. Dari koridor awal sampai koridor akhir Allan tak henti henti nya berteriak memanggil pertolongan, sampai suara Allan terdengar di telinga Amel yang tengah kini sedang belajar. Smua siswa yang menyadari itu langsung bangkit, salah satunya Amel dan kedua temannya. Amel mulai menggerutu saat melihat Allan menggendong Dinda dengan sigapnya. Situasi menjadi ricuh, hingga membuat Bu norma yang mengajar saat itu langsung menyuruh duduk dan memulai Pembelajaran kembali.
Saat di ruang UKS, Allan membaringkan tubuh Dinda di atas ranjang matras. "Siapa yang bikin lu kayak gini Din" ucapnya dengan penuh kekhawatiran.
__ADS_1
"Astaghfirullah, kak kenapa bisa jadi gini" ucap seorang suster yang terkejut melihat kondisi Dinda. "Sus tolong bersihin dia yaa, jangan lupa periksa juga, saya mau laporin ini ke kepsek dulu"
"Baik kak" ucapnya dengan jelas.
Allan meninggal kan ruang UKS dan langsung beranjak ke ruang kepala sekolah, ia menceritakan semua yang terjadi bahwa di sekolah pelita bangsa terdapat pembully yan yang cukup parah, salah satunya sudah terjadi kepada salah satu anak berprestasi di sekolah itu. Kepsek nampak geram dan segera membuat pengumuman secara terbuka bahwa pelaku pembully akan di keluarkan dari sekolah jika ketahuan melakukan tindakan bullying verbal ataupun non verbal. "Dinda sangat berharga buat sekolah, oleh karena nya sekolah harus melindungi nya" ujar kepsek kepada Allan
Pengumuman yang di sampaikan kepsek sampai di telinga Amel dan temen temennya, hal ini yang membuat Amel sedikit panik Karena jangan sampai ketahuan kalau dia lah yang udah membully salah satu aset sekolah itu.
Dinda udah sadar dari pingsan nya, tubuhnya juga sudah di bersihkan, saat ini ia sudah mengenakan seragam baru dikarenakan seragamnya yang tadi sudah kotor terkena telur busuk. Allan masuk ke UKS dengan senyum tipisnya.
"lu gak apa apa kan?"
"Enggak lah, tenang aja"jawabnya dengan nada pelan.
"Siapa yang buat Lo kayak gini Din? Tanya nya yang langsung membuat dinda terkejut, kalau dia ngadu bisa bisa Amel dan kawanan nya bisa bertindak lebih ke dia.
"Uummm untuk saat ini aku gak mau bahas ini dulu"
Mereka berdua terdiam sejenak hingga akhirnya Allan teringat satu hal.
"besok kita berdua akan jadi perwakilan sekolah dalam rangka sistem belajar gabungan, jadi kita berdua akan belajar bareng anak berprestasi yang ada di sekolah SMA BINA BANGSA, olimpiade nanti kita akan satu team bareng mereka" jelas Raka
"Tunggu tunggu, jadi nanti aku belajarnya sama siswa yang juga berprestasi di jurusan IPA juga? Dan kamu pun begitu?"
"Iyah, jadi olimpiade nanti lu bareng dia lombanya"
"Sistemnya berapa lama?"
"Gak lama kok, hanya sebulan doang"
Dinda terdiam sejenak "ini usulan dari siapa sih?" Tanya nya dengan mimik wajah heran
"Tadi pagi kepsek dapat pengajuan dari bina bangsa, karena direktur bina bangsa dan pelita bangsa itu sedonatur ya langsung di ACC cepet, katanya biar kita bisa menjalin saudara ke sekolah yang punya donatur sama" jelas nya lagi.
__ADS_1