Cinta Yang Tak Terlihat

Cinta Yang Tak Terlihat
Bab 7


__ADS_3

Jam sudah menunjukan waktu 20:30, Allan yang masih ada di rumah suci tidak menyadari kalau hari udah malam, yah mereka tidak jadi belajar di coffeshop karena suci harus serta menjaga ibunya yang masih sakit, Allan tidak masalah dengan itu asal waktu belajar tidak terabaikan meskipun di lakukan di rumah suci. Di tengah kesibukan mereka belajar tiba tiba Raka datang dengan senyum sumringah nya.


"Selamat malam dunia" ucap Raka yang


langsung menyosor masuk kedalam rumah dan langsung duduk di samping suci.


"Lu kenapa?" Tanya suci dengan keheranan


Raka tidak menjawab tapi langsung memeluk suci dengan sangat erat, jantung suci berdebar dengan sangat kuat. Ia tidak bisa membiarkan Raka memeluknya terus menerus, ia berusaha melepaskan tapi tenaga Raka lebih kuat di banding suci. Dekapan Raka sangat hangat pada malam itu hingga ia mendekatkan bibirnya ke telinga suci. "Gue tadi sore habis nembak dinda" bisik Raka yang membuat suci mematung.


Hati suci pada saat itu sangat teramat sakit, matanya berkaca kaca dan ingin sekali ia mengeluarkan air matanya. Allan yang menyadari itu langsung saja memegang tangan suci dengan kondisi ia masih di peluk sama Raka. "Jangan nangis ci" ucap Allan dengan nada rendah


Genggaman Allan makin kuat, akan tetapi air mata suci sudah tak tertahan lagi sampai akhirnya jatuh ke pipi nya. Raka melepaskan pelukan nya dengan lega, ia menyadari satu hal bahwa saat ini suci tengah menangis. Suci langsung mengelap air matanya dan langsung reflek tersenyum seakan baik baik saja.


"Kok lu nangis?" Tanya Raka


"Eng..enggak kok, gue gak nangis. Ini cuman kelilipan aja tadi hehe"


"Jangan bohong sama gua, siapa yang bikin Lo nangis hah" tegas Raka saat itu.


Tapi suci hanya tetap tersenyum di depan nya, andai Raka tahu bahwa orang yang bikin dia nangis itu adalah dirinya sendiri.


"Lo peluk dia terlalu kuat makanya dia gak bisa napas dan nangis" timpal Allan di tengah obrolan.


Suci dengan reflek menoleh ke arah Allan dengan tatapan lega, dia tak menyangka bahwa improvisasi Allan menyelamatkan dia dari pertanyaan raka. "Gua kuat banget ya peluk lu tadi?"

__ADS_1


"Eh..i..iya hehe, lu meluknya tadi kuat bangettt.. gue nangis deh hehehe" jawab suci dengan cengengesan.


Malam semakin larut, tak terasa suci dan Allan hampir seharian belajar, sedangkan Raka yang dari tadi udah tertidur pulas di atas paha suci. Peristiwa itu sudah sering terjadi, bahkan Raka sudah seringkali tidur siang di kamar suci, meminjam baju kaus milik Suci, bahkan Suci sendiri sudah pernah melihat badan atletis milik Raka dan tidak ada rasa malu yang timbul di antara keduanya.


"Suci nih udah jam 11, gua balik ya, udah capek banget nih otak gue belajar dari tadi sore" jelas allan yang nampak lelah dari raut wajahnya.


"Yaudah lu pulang aja, besok kita lanjut lagi. Btw gue gak bisa nganter Lo sampe depan pintu yaa, nih anak bayi tidurnya pulas banget, gua gak tega bangunin" jawab suci sembari melihat wajah tampan Raka yang tertidur pulas.


"Iya gapapa, Gua balik yaa, Salam buat nyokap Lo" ujar Allan yang langsung pergi keluar dari rumah suci. Tak lama dari situ terdengar suara motornya yang mulai menjauh dari pekarangan nya.


Suci menatap Raka dengan sangat teramat dalam, sejenak suci mengelus kepala Raka dengan sangat lembut. Raka terlelap sekali pada malam itu, bukan dengan bantal tidurnya, melainkan di atas paha sahabat cantiknya itu.


"Kapan sih lu peka sama gua Raka" ucapnya yang masih mengelus rambut Raka


"Gue cinta sama Lo raka"


"Hati gue sakit saat dengar omongan Lo tadi, gue nangis saat liat Lo lebih milih nganter Dinda ketimbang gue, gue rapuh saat tau Lo ngeduluin Dinda ketimbang menemani gue di rumah sakit saat itu" ucapnya lagi sambil menangis.


"Lo gak tau gimana rasanya nyimpen semua ini, Lo gak akan pernah tau Raka" ucapnya lagi sambil meringis pelan.


Raka terlelap dengan sangat dalam, semoga saja ia tidak mendengar apa yang di katakan suci barusan. Saat ini suci berusaha agar air matanya tidak jatuh di pipi Raka, takutnya nanti Raka terbangun dan mendapati suci dalam keadaan menangis lagi seperti tadi.


Suci mengambil ponselnya yang terletak di atas meja, ia mengabari orang tua Raka bahwa Raka saat ini tengah menginap di rumahnya, alhasil orang tua Raka tidak menjadikan itu masalah besar dikarenakan memang sudah terbiasa terjadi terhadap mereka berdua.


Dengan hati hati suci membopong tubuh besar raka untuk masuk ke dalam kamarnya, karena tinggi dan berat badan Raka melebihi kapasitas suci akhirnya ia terjatuh bersamaan dengan Raka yang pada saat itu posisinya ia menindih Raka dari atas. Raka terbangun dan shock melihat suci yang sudah berada di atasnya langsung mendorong nya hingga suci terpental sedikit jauh darinya.

__ADS_1


"eh monyet, gue tau Lo sahabat gue, tapi lu jangan nodain gue seenaknya gitu dong" sergah Raka yang langsung menutupi dirinya menggunakan tangan nya.


suci yang masih menahan sakit sekaligus shock hanya bisa menatap aneh kepada sahabatnya itu. "Lu kira gue cewek apaan anjir, siapa juga yang mau nodain Lo" jawab suci yang berusaha untuk bangkit dari lantai.


"Ya trus tadi apa, lu nimbrung di atas gue. Mana nempel banget lagi"


"Apanya yang nempel?"


"Ya itu" ucap Raka dengan ragu


"Gak ada yaa anjir"


"Adaaa, lu mana ada ngerasa. Kan gue yang korban" jelas Raka yang semakin lucu


Suci mengernyitkan dahinya dan mulai merencanakan sesuatu untuk mengerjain Raka saat itu. Ia mendekat dan mulai merapat kan dirinya ke arah Raka. Dengan polosnya saat itu Raka merasa ketakutan, ia merasa suci akan benar benar menodai dirinya.


"mau ngapain Lo, jangan macem macem lo" ucap Raka sambil mundur perlahan.


Suci semakin mendekat dan wajah Raka makin ketakutan saat itu, di tambah dengan tatapan suci yang terlihat sangat mendalami peran. Suci makin mendekat dan "toloooooooong" jerit Raka dengan sangat kuat. Suci tersadar dan langsung menampar Raka pada malam itu. "Jangan berisik anjir, nanti nyokap gue bangunnnn" tegas suci yang membuat Raka meringis memegang pipinya.


"Ya lagian Lo kayak gitu" jawab Raka dengan nada rendah


"Helooooww gak mungkin kali suci gadis yang cantik ini menodai seorang cowok yang lembek kayak Lo gini" ucap suci sambil mengejek


"Ooohhh jadi lu ngatain gue lembek?? Mau adu panco sama gue?"

__ADS_1


Suci merasa tertantang dan menyetujui tantangan tersebut. "okee siapa takut" jawab suci yang menantang balik. Raka tersenyum licik dan dengan sigapnya langsung menggendong suci Masuk ke dalam kamarnya. "Eh eh ini gak sesuai konseeeeeepp" teriak suci yang membuat Raka malah tertawa.


Tenang aja, mereka cuman bercanda. Karena sehabis adu panco, mereka langsung tertidur di dalam kamar milik suci. Gak ada yang terjadi Antara mereka berdua karena mereka sudah tau batasan dari dulu.


__ADS_2