Cinta Yang Tak Terlihat

Cinta Yang Tak Terlihat
Bab 2


__ADS_3

*2 hari sebelumnya*


"Halo raka, tolongin gueee"


"Ya halo ci, lu kenapa nangiss?"


"Rakaaa, tolong gueee. Nyokap gue jatuh di kamar mandi dan sekarang pingsan, gue gak tau harus gimana sekarang tolongin gue rak" ucap suci dengan penuh isakan tangis.


"Yaudah lu tunggu situ gua telepon ambulans dulu yahh, lu tenang okay" ucapnya dengan nada halus.


    Dengan sekuat tenaga suci membopong ibunya ke ruang tamu, setelah itu ibunya dia tidurkan di kursi sofa panjang. "Ibu tahan yaa, bentar lagi ambulans datang" ucapnya sambil menangis.


    Suci hanya tinggal berdua bersama ibunya, dari kecil ia tidak pernah tahu apakah ayahnya masih hidup atau tidak, apakah dia punya saudara atau enggak. Selama ini jika suci menanyakan hal itu, ibunya selalu bungkam dan tidak ingin membahas nya. Sekitar 10 menit akhirnya ambulans datang di iringi Raka yang naik motor nya di belakang, dengan sigap Raka langsung membopong ibunya suci ke dalam ambulans di bantu dengan petugas lain nya, suci yang sudah menangis dari tadi langsung ikut masuk ke dalam ambulans sedangkan Raka menyusul menggunakan motornya.


    Saat tiba di rumah sakit suci tak henti henti nya menangis, bagaimana tidak di dunia ini ia hanya tinggal berdua bersama ibunya, ia sangat takut kehilangan ibunya.


    Ibu nya di masukan ke ruangan ICU untuk di periksa lebih lanjut, sedangkan suci dan Raka menunggu di luar. "Hey kamu tenang ya"ucap Raka sambil memegang pundak suci, suci terus saja menangis hal itu membuat Raka tidak tega dan langsung memeluk suci. "Jangan nangis, ada gue disini, gue akan selalu temenin lo sampai kapan Pun" ucapnya lagi sambil memeluk


   


    Suci terhanyut dalam pelukan Raka, suara Isak tangisnya semakin bertambah dalam pelukan Raka.


"Raka.. peluklah lebih lama lagi, sampai gua benar benar tenang"


"Iya ci iyaa, gua janji gak akan tinggalin lu"


   


     Suci benar benar memeluk Raka dengan sangat erat, ia tidak mau sahabatnya itu pergi dari nya, selain ibu nya hanya Raka lah yang selalu membantunya kala apapun itu.


   


    15 menit memeriksa akhirnya dokter nya pun keluar dari ruangan, dan Alhamdulillah tidak ada penyakit serius yang di alami ibunya, hanya sedikit benturan di tulang ekor nya akibat terpeleset, suci lega dan menatap Raka dengan tatapan penuh arti. "Untuk sementara ini, biarkan beliau istirahat dulu ya" ucap dokter itu sembari langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


    "Yaudah gua pergi pulang dulu yaa, mau ambil baju ganti lu dan nyokap lu, sklian beli makanan. Gua juga mau izin dulu, nanti gua temenin lu ya nginap di sini"


    Suci hanya memberikan senyum tipisnya setelah mendengar apa yang Raka ucapkan,  suci memeluk Raka sekali lagii, kali ini bukan pelukan ke sahabat, tapi pelukan untuk pria yang telah di cintai nya selama 10 tahun.


   

__ADS_1


    Di tengah perjalanan tiba tiba saja raka melihat ada ke anehan di pinggir jalan, Raka melajukan motornya ke arah dua orang perampok yang lagi berusaha menarik tas milik seorang gadis remaja berpakaian seragam sekolah, dengan sigap ia langsung menambrak  salah satu perampok tersebut hingga terlempar sedikit jauh. "Woy anjing, berani nya sama cewek" tegas Raka sambil turun dari motornya. Gadis remaja yang menyaksikan itu langsung mengambil tas nya yang ikut terlempar dan mulai menjauh dari lokasi tersebut. "Apa Lo hah, sini Lo maju anjing"


    Raka menghajar perampok itu dengan sangat brutal, sampai gak lama kemudian datang lah para warga setempat yang mendengar keributan dan langsung melerai perkelahian tersebut. Gadis itu menceritakan semuanya bahwa di tengah jalan mobil nya di ikuti sampai di palang di lokasi ini, perampok itu memaksa nya untuk keluar dari mobil kalau tidak mereka akan memecahkan kaca mobilnya, dia turun dan saat itu juga tas nya di rampas. Untung saja dia berhasil bertahan sampai Raka datang menolongnya. Jelasnya kepada warga


    "Makasih yaa, aku gak tau kalau ga ada kamu tadi" ucapnya


    "Santai aja, lain kali hati hati. Kalau ada yang ngehalangi jalan kamu yaa tabrak aja kalii"


    Gadis itu spontan tertawa kecil setelah mendengar ucapan dari Raka, Raka yang melihat itu hanya memberikan senyum tipisnya. 'cantik banget' batin nya terhadap gadis itu. "Nama Lo siapa?" Tanya Raka


    "Namaku Dinda, adinda eyrinska" jawabnya sambil menyodorkan tangan. "Gua Raka, Raka Adiwijaya" jawabnya juga sambil membalas sodoran tangan Dinda. "Lu gak cape apa?"


   


"Capek kenapa?"


"Lu gak capek apa cantik terus" ucapnya yang membuat Dinda salting.


Mereka berdua terlarut dalam suasana, hingga Raka tidak menyadari tugas utama yang harus dia selesaikan terlebih dahulu.


"Aku lapar nih, mau singgah di warung makan dulu nggak? Aku yang traktir"


"Kamu gak ada kesibukan kan?


"Enggak kok, tenang aja yukk gua kawal dari belakang"


    Akhirnya mereka berdua pergi mencari warung terdekat untuk mengisi perut mereka, Dinda hanya tersenyum kecil melihat wajah tampan Raka dari kaca spion mobilnya. 'lucu banget' batinnya yang teringat akan seseorang. 15 menit mencari akhirnya mereka sampai di tempat tujuannya, mereka masuk dan duduk di kursi pojok dekat jendela.


"Lu beruntung ajak gua kesini" ucap Raka ke Dinda


"Beruntung kenapa?"


"Ya lu lihat sekeliling banyak yang bawa pasangan, nasib baik lu ngajak gua kesini, jadi lu ada pasangan nya deh hahaha" tawa Raka memecah suasana.


   dinda hanya tertunduk malu mendengar apa yang di katakan Raka. Mereka diam sejenak hingga akhirnya Dinda memanggil pelayan untuk memesan makanan.


"Lu anak pelita bangsa ya?" Tanya Raka memecah suasana.


"Iyaa kok kamu tau"

__ADS_1


"Ya tau lah, tuhh" jawabnya sambil menunjuk lambang yang ada di seragam Dinda.


    Asik bercerita akhirnya makanan yang mereka pesan telah tiba. mereka berdua makan dengan lahap, selang 15 menit mereka selesai dengan makanan mereka tapi entah kenapa ada yang mengganjal di perasaan raka. "Kamu mau di bungkusin nggak? Buat orang tua kamu di rumah" ucap Dinda yang membuat Raka tersadar akan satu hal. "Oh ****, suciii"


    Raka bangkit dari kursinya dengan wajah panik. "Dinda thanks ya udah traktir, gua pergi dulu ada urusan penting" ucap Raka yang langsung pergi ninggalin Dinda begitu saja, Dinda bingung dan hanya menatap punggung Raka yang semakin menjauh ke arah parkiran.


   


     Di rumah sakit suci masih tetap menunggu Raka di depan ruangan ibunya, perasaan nya kini campur aduk, ia tidak tega melihat ibunya terbaring lemah seperti itu. Di tambah saat ini perutnya sangat keroncongan karena menunggu Raka yang hampir 3 jam lebih gak datang datang membawa makanan nya.


     2 jam kemudian akhirnya Raka tiba di rumah sakit dengan perasaan bersalah, saat sampai di depan ruangan ia langsung masuk ke dalam dan hanya mendapati dua orang suster tengah memberesi kamar tersebut. Raka mendadak heran kemana Bu Ratih dan suci? 


"Suster pasien yang di rawat di ruangan ini kemana ya?"


"Mereka udah udah pulang sekitar 1 jam yang lalu karena pasien sudah mendingan dan sudah boleh di pulangkan oleh dokter" jawab suster tersebut.


    Raka keluar dari ruangan tersebut dan segera menuju kerumah suci, ia sangat merasa bersalah saat itu. Dengan sigap ia langsung melajukan motornya menuju rumah suci, kacau banget pikiran nya. Tidak terbayang apa yang suci katakan ke padanya nanti.


    Akhirnya ia sampai di rumah suci dan nampak dari luar kalau pintu rumahnya tertutup. "Assalamualaikum suci" ucapnya sambil mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban. "Sucii gua minta maaf ci"


"Suci gue mohon maafin gue cii" ungkapnya penuh penyesalan. Pintu terbuka dengan pelan nampak suci dengan mata bengkak keluar dari rumahnya


"Ngapain Lo kesini?" Ucapnya dengan nada ketus.


"Ci maafin gue, gua gak ada maksud untuk ninggalin Lo dan nyokap Lo di rumah sakit" jawabnya sambil memegang tangan suci. Tapi suci hanya membuang mukanya dan tidak ingin melihat wajah Raka.


"Lo pergi dari sini, gua gak mau lihat Lo lagi"


"Gak ..gua gak mau pergi sebelum Lo maafin gue"


"Pergiiii"


"Gak"


"Pergi atau gue teriakk"


"Maafin gue atau Lo gue cium"


    Degg. Wajah suci tiba tiba memerah, jantungnya berdetak begitu cepat saat Raka mengucapkan itu.

__ADS_1


   


__ADS_2