
;saya terima nikah dan kahwinnya Marisa Katrina binti Abdullah Latiff dengan mas kahwin berupa emas lima ratus gram dan seperangkat alat solat dibayar tunai;ucap Noah jelas dan lancar
;bagai mana para saksi,sah?tanya penghulu yang menjabat tangan Noah
;sah!;kata para saksi serentak
doa pun dibaca kini Marisa dan Noah sudah resmi menjadi pasangan suami isteri
Marisa mencium punggung tangan Noah dibalas Noah dengan kecupan di kening Marisa,Safia yang menyaksikan semua itu menitiskan air mata
setelah itu Marisa dan Noah datang ke kerusi yang diduduki oleh Safia, keduanya memeluk Safia
;kalian harus sentiasa bahagia ya?;bisik Safia pada kedua pengantin baru itu membuat kedua mereka menitiskan air mata
para tamu yang melihat mereka ikut merasa tersentuh,tanpa mereka sangka ada sepasang mata yang menatap dengan penuh kebencian
doni yang menaruh dendam pada Noah juga Marisa kerana rencana busuk nya pada Marisa dibuat gagal oleh Noah
;takkan kubiar kalian hidup bahagia;kata doni dalam hati
__ADS_1
Marisa dan Noah sedang melayani para tamu yang mengucapkan selamat pada mereka
senyum manis mereka terus terukir,Safia juga terlihat bahagia melayani para tamu
hingga malam tiba para tamu beransur pulang hanya Safia telah ke restoran kerana ada pekerjaan
meskipun ini bukan kali pertama mereka berduaan di dalam satu kamar namun kali ini terasa berbeda baik Marisa mau pun Noah masing masing merasa canggung sekali
;aku mandi dulu atau kamu dulu?;tanya Noah bagi mencairkan suasana
;aku Duluan ya?; kata Marisa seraya melangkah ke kamar mandi
Noah duduk di sofa sambil mengotak atik ponselnya,ada panggilan masuk,Noah mengangkat nya wajah nya langsung berubah apabila panggilan tersambung
ia ke restoran tempat Seharusnya Safia bertemu client nya, namun Safia tiada disana, hati Noah kian bimbang fikiran nya mulai kacau
;kamu dimana sayang?;lirih Noah sambil menelusuri jalanan
tadi Noah menerima panggilan dari Safia namun baru saja panggilan tersambung terdengar bunyi dentuman yang cukup keras
__ADS_1
sementara Marisa baru selesai dari kamar mandi ia mendengar bunyi telefon namun tak menjumpainya,setelah lama mencari ia menemukan telefon bimbit nya di bawah tempat tidur
;Noah kok gak ada,kemana ya?; marisa bertanya sendiri ia menjawab telefon dari pak hakim yang memberikan selamat atas pernikahan nya dengan Noah setelah ngobrol sebentar panggilan pun diputuskan
Noah masih mencari Safia,ia berhasil menemukan mobil Safia berkat pelacakan dari GPS tracking,Safia ditemukan tak jauh dari mobil nya dalam keadaan luka dan tak sadarkan diri
;sayang,Hei bangun sayang kamu kenapa?;Noah cuba menyadarkan Safia pipi Safia ditepuk perlahan namun tiada respon yang Noah dapat,Noah menggendong Safia ke mobil ia melaju ke rumah sakit,didalam hati Noah berdoa agar tak terjadi sesuatu yang serius pada safia
sesampai nya mereka ke rumah sakit Safia diberikan pertolongan pertama oleh para petugas dan dokter
Noah menunggu ia mencuba menenang kan diri melihat doktor dan perawat yang keluar masuk kedalam tempat Safia ditangani membuat hatinya gelisah,berkali kali Noah meraup wajah nya kasar berharap bisa membuang fikiran buruk nya
seorang dokter keluar dari ruang penangan
;keluarga ibu Safia?;tanya dokter itu
Noah langsung berdiri menanyakan kondisi Safia
;gimana keadaan isteri saya dok?;tanya Noah
__ADS_1
; kami sedang berusaha membantu nya pak,sebaiknya kasus ini ditangani pihak yang berwenang,kerana terdapat tanda tanda isteri anda mendapatkan kekerasan fizikal selain luka tusukan diperintah;usul sang doktor membuat Noah terduduk tak berdaya
;siapa yang melakukan semua ini,isteriku salah apa?;Noah bertanya sendiri,air matanya mulai mengalir