
malam itu Safia merasa tidak nyaman ia merasakan sakit kontraksi namun kerana ia telah sering terjadi maka Safia memilih untuk mengabaikan rasa sakit itu yang telah terasa sedari sore hari
tapi malam ini rasa sakit itu semakin kuat dan sering
dahinya berkerut menahan sakit
;aduh,sakit banget;rintih nya sambil berjalan ke ruang kerja kerana Noah ada disana
baru sahaja ganggang pintu dipegang Safia merasa sakit yang teramat sangat membuat Safia menjerit
;,arrrrggghhhh!!!;jerit Safia ketika perut nya merasa kram yang sangat kuat
Noah yang sedang meneliti beberapa berkas pun langsung berlari kecil untuk memeriksa apa yang terjadi
alangkah terkejutnya dia melihat Safia sedang duduk bersandar pada dinding didekat pintu ruangan itu dengan wajah yang kelihatan sangat pucat
; Astagfirullahaladzim,sayang kamu kenapa?;tanya Noah panik dengan keadaan Safia
; sakit ;adu Safia suara nya sangat lemah
;kita kerumah sakit sekarang;tanpa berlengah lagi Noah mengendong tubuh Safia menuju mobil
untung barang barang Safia dan bayinya telah Marisa siapkan di dalam mobil Noah
setelah memasangkan sabuk pengaman pada Safia Noah berlari ke kerusi pengemudi dan melajukan mobil nya ke rumah sakit
Noah memandu dengan kecepatan tinggi hingga beberapa mobil membunyikan klason bila Noah memotong
sampai di rumah sakit Safia diperiksa dan terus dibawa ke ruang rawat sementara Noah menelefon Marisa memberitahu kan tentang Safia
setelah beberapa menit datang seorang suster mendekati Noah
__ADS_1
;suami ibu Safia?;tanya suster itu
;iya, saya suami nya sus;jawab Noah
;dipanggil sama dokter pak,sila kan;kata suster itu sambil menuju ke ruangan yang menempatkan Safia dan diikuti oleh Noah
Noah melihat Safia yang dipakai kan beberapa alat medis rasa sayu melanda hatinya
; bagaimana dengan isteri saya dok?;tanya Noah pada seorang dokter wanita yang berada disitu
;keadaan ibu Safia saat ini sangat lemah jadi kami sarankan isteri bapak melahirkan secara c section;terang dokter itu
;lakukan apapun itu dok,asal isteri dan anak saya selamat;jawab noah
;selain itu kami juga akan melakukan tindakan mastektomi pada ibu Safia; beritahu sang dokter lagi
; mastektomi???;tanya Noah bingung
;ini ada beberapa berkas persetujuan yang perlu anda tandatangani sebelum kami menjalankan operasi;kata dokter itu sambil seorang suster menyerahkan beberapa borang pada Noah
walau masih syok dan bingung Noah mengambil borang itu dan menurunkan tandatangan nya sebelum borang itu diserahkan kembali pada suster tersebut
safia dibawa ke dalam ruang operasi sementara Noah menunggu diluar dengan perasaan yang tak bisa dijelas kan
;Noah,Safia gimana?;tanya Marisa yang baru tiba
Noah tak menjawab soalan Marisa fikirannya kusut memikirkan kata kata dokter tadi sebelum Safia dioperasi
; sebenarnya ibu Safia telah tahu dari awal tentang penyakit nya tapi ia menolak untuk melakukan rawatan kimoterapi kerana dia sedang hamil;itu lah yang disampaikan oleh dokter itu
sebagai seorang suami Noah merasa dirinya terlalu bodoh hingga tidak pernah mengetahui tentang penyakit yang dideritai oleh Safia
__ADS_1
Marisa yang melihat Noah begitu gusar pun hanya mampu menggenggam tangan Noah berharap dapat menyalurkan sedikit ketenangan di hati suaminya itu
setelah dua jam keluar seorang suster dari ruang operasi
;selamat ya pak,anak nya perempuan lahir dengan sempurna dan sehat;ucap sang suster pada Noah
mendengar berita itu Noah merasa sedikit tenang ia mengucapkan syukur pada ALLAH
seorang lagi suster dilihat keluar dari ruangan itu sambil mendorong sebuah box bayi
;kami bawa ke ruang pemeriksaan dulu ya pak,nanti bisa disusuli kesana ya;kata suster itu dengan senyum diberikan pada Noah dan Marisa sebelum berlalu
;kamu lihat anak kamu dulu,biar aku yang tunggu disini ya?;kata Marisa
Noah mengangguk dan pergi menyusul anak nya
Noah mengangkat tubuh kecil itu kedalam gendongan nya air mata menitis saat membisikkan azan dan iqamah pada si anak
;mama kamu pasti kuat,dia mesti sembuh kan nak?;bisik Noah pada puteri nya yang masih lena itu pipi anak nya dikecup sebelum diletakkan semula ditempat nya
Noah kembali ke ruangan operasi sesampainya Noah disitu keluar seorang dokter dari dalam ruang operasi
; alhamdulillah, operasi berjalan dengan lancar sekarang pasien sudah melewati masa kritis nya kita hanya perlu menunggu pasien Sadar;kata kata dokter itu bagaikan air yang menyirami kepala Noah
seluruh kekuwathiran nya hilang saat itu
Safia dipindahkan ke ruang rawat sementara Noah dan marisa mengikutinya tak lama seorang suster datang dengan membawa box bayi
;ini anak nya akan disusukan dengan susu formula dulu kerana ibunya belum Sadar untuk memberikan asi;kata suster itu sebelum keluar dari ruangan tersebut
; namanya sudah ada?;tanya Marisa pada Noah sambil mengelus lembut pipi bayi itu
__ADS_1
;sudah,namanya aurora Nur zarra;jawab noah