
Surat Terlarang
"Mas aku mau mengabarkan anak mu sakit keras, kamu harus datang ya! ".
Surat kabar dari Eren dikampung.
Diam2 Wisnu memiliki rahasia yang sangat besar sebelum menikah dengan Anita.
Kebetulan Eren adalah kakaknya Indra dikampung, karena orang tua mereka bercerai, dan mengakibatkan perpecahan diantara mereka.
" Mas, telfon siapa? " tanyaku.
"Ahh sama klien An".
" ooh! ".
" ntar dulu ya An! ".
" ya mas? ".
" Hallo? ".
" ada apa? " .
"Bobi sakit mas, dia butuh kamu!, kamu pulang yah! " ujarnya.
"Hufttt kamu bawalah kerumah sakit tar aku Transfer! " ujarku.
"Hmmmm apa2an kamu mas, ini anak kamu! " ujarnya.
"Iya udah besok aku usahakan! ".
Kulihat Anita sudah tertidur, astaga kenapa si setiap melihatnya aku nggak sanggup menahan gejolak ini.
Khmmm jiwa **** ku meronta ronta terus. " gumamku.
Khmmm tapi kasian juga Anita stiap malam melayaniku.
Pagi pagi sekali aku ditelfon pihak rumah sakit di kampung mengabarkan bahwa bobi dirawat dan Eren menyuruhku kesana.
"Halo mas, bobi dirawat mas, dia butuh kamu" ujarnya panik.
"Ya ya kamu sabar yah! " ujarku.
Pas lagi tlfon tiba2 Anita memanggilku.
"Mas! , tlfon siapa? " tanyanya.
"Hmmmm bukan siapa2" ujarku gugup dan segera mematikan ponselku.
"Kamu udah siap? " tanyanya.
"Udah dong! " ujarnya.
Melihat Anita pakai baju dress begini malah membuat adik kecilku terbangun.
Khmmmm?.
"Knapa Mas? ".
Tanpa pemanasan aku memepet Anita ke dinding, hmmm tubuhnya yang mungil membuatku nafsu berkepanjangan kulumat bibirnya hmmmmmm.
Matanya terpejam yang membuatku menikmati permainan ini.
Tanpa kuragu ku rengkuh tubuhnya.
" Mas, janganlah! " ujarnya.
"Khmmm maaf An, kamu si mancing terus! ".
" ihh apaan sih! " .
"Oya siapa tadi yang tlfon? ".
" klien An".
"Ohh".
Sesampainya dikampus aku langsung menghampiri Silvia didepan kantin.
" Ehhh Sil? " tanyaku.
"An".
" kok lo ke Surabaya nggak bilang2 gue sih! " ujarku.
"Khmmm sorry An, gue gk sempet hp gue hilang kmren! ".
" khmmmm ngapain si ke Surabaya Sil? " tanyaku.
"Iya anak tante gue sakit, jadi gue jengukin! ".
" ooh yaudah masuk yoh! ".
" ehh Adam kenapa An? " tanya Silvia yang melihat Adam berlalu.
"Khhmm nggak tau! ".
Disisi lain Wisnu bingung harus alasan apa pada Anita.
Telfon berdering lagi dari Eren yang gelisah akan keadaan bobi Anaknya.
" ko, tolong jemput Anita yah, gue ada meeting di surabaya 3 hari? " ujarku menyuruh pada Handoko.
"Hmm ya deh! ".
" Ayok An! " .
"Loh kamu Ko? " ujarku terkejut.
"Iya gue disuruh Wisnu jemput kamu".
" khmm emang kemana Wisnu? " tanyaku.
"Dia pergi ke Surabaya ada meeting katanya 3 hari! ".
" ooh, kok nggak bilang sama gue tadi pagi ya? " gumamku.
"Yaudah hayu masuk! " .
"Iya ko".
Diperjalanan Handoko menanyaiku macam2.
" Eh An, kok bisa km nikah sama Wisnu Wiryawan? ".
__ADS_1
" khmm nggak tau aku Ko! " .
"Loh kok gitu? "Tanyanya menggali lebih dalam.
" iya tiba2 ada aja perjodohan yang nggak gue harapin! .
"Hmm tapi lo cinta kan sama dia? ".
" khmm itu privasi gue sorry ya".
"Untung penerbangan ke Surabaya nggak ada kendala".
Tak lama kemudian aku sampai dirumah sakit.
" gimana pak ada yang bisa saya bantu? " tanyaku.
"Saya keluarga pasien Bobi Barawijaya dikamar nomor berapa ya bu? ".
" ohh sebentar yah saya cek dulu" .
Setelah berapa saat petugas itu mengatakan.
"Oo Atas nama Bobi Barawijaya ada di VIP no 13 lantai 3 ya pak.
" oke sus makasi".
"Eren? " panggilku.
"Mas, Bobi mas Bobi? " ujarnya menangis dan langsung memeluk ku.
"Iyah, kamu tenang aja ya aku disini kok! " ujarku sembari mengelus rambutnya.
"Gimana keadaan Bobi? " tanyaku.
"Bobi masih belum sadarkan diri mas! " ujar Eren.
Nampak dari kejauhan Indra dan Ayahnya datang juga menjenguk Bobi anak Eren.
Betapa terkejutnya Indra melihat Wisnu memeluk kakaknya itu.
"Itu bukannya Wisnu? " gumamku.
Semakin mendekat semakin jelas kalau itu Wisnu Wiryawan suami Anita.
"Ngapain dia disini? " gumamku bertanya-tanya dalam hati.
"Kak! " panggilku pada kak Eren.
"Gimana keadaan Bobi? " tanya papaku.
"Bobi belum siuman pah, " ujarnya terisak.
Betapa terkejutnya Wisnu melihat Indra adalah adiknya.
"Ndra ini kakakmu? " tanyanya.
"Iya dia kakakku".
" loh kalian saling kenal? " tanya Eren.
"Iya kak, " balasku Sinis.
"Rama makasih ya udah dateng nemenin Eren! " ujar papaku.
"Rama? , " gumamku.
"Kak, pah aku laper nih mau makan dulu didepan yah, oyah Kak Rama temenin aku bentar yah! " ujarku menarik tangan Rama alias Wisnu.
"Ehhhhh!.
Sesampainya ditempat yang enak buat kami ngobrol aku menanyakan hal penting pada suami Anita ini.
" ada hubungan apa sebenarnya antara kmu dengan kakakku? " tanyaku.
"Sudah kuduga! ".
" aku nggak ada apa2 Ndra sama kakakmu! ".
" Bohong!, knapa kamu berbeda nama Wisnu tapi disini Rama! ".
" itu nama kecilku dulu Ndra! ".
" hmmm Anita pasti nggak tau soal ini kan? , lantas kenapa bisa kamu disini seharusnya kamu ada buat Anita! " ujarnya.
"Iya kamu benar Ndra, tapi Bobi".
" Wuahhh jangan2 benar ya dulu kamu suami kak Eren yang ninggalin Kak Eren begitu aja, nyatanya kamu tau kalau Bobi sedang masa2 sulit dalam hidupnya! " ujarnya menduga duga.
"Bukan gitu Ndra kamu salah paham! " ujarku.
"Hhhh memang ya, kukira didunia ini luas ternyata salah dunia ini terlalu sempit untuk menyembunyikan sebuah kebohongan, aku kasian pada istrimu, yang kau nikahi tanpa adanya dasar rasa cinta! " ujarku.
"Ndra kamu nggak tau apa2 soal ini dan tentang Eren itu salah, kamu nggak tau apa sebenarnya yang terjadi! ".
" hhh memang apa yang terjadi?, apa sebenarnya pembohong sepertimu layak untuk dipercaya, khhmmm aku nggak bisa membayangkan kalau Anita sampai tau akan hal ini! ".
Disisi lain Eren dan Papanya mengobrol tentang Rama.
" bagaimana hubunganmu dengan Rama? ".
" baik2 pah" .
"Khmmm apa Rama sudah ada niat untuk menikahimu? " tanya papaku.
"Nggak tau pah, dia diem2 aja selama ini! " .
"Hmmm sebaiknya kau tanyakan padanya jangan sampai dia lari lagi! " ujarnya.
"Iya pah! ".
" Ndra tolong dengerin penjelasanku dulu".
"Penjelasan apa? , itu udah jelas kalau kmu tuh pengecut tau ngga, rakus! " ujarnya.
Indra pun meninggalkan Wisnu.
Astaga, Indra pasti salah paham, aku dan kakaknya gk ada apa2!. Gumamku.
Akhirnya aku memutuskan untuk menjenguk Bobi.
"Gimana udah siuman Om? " tanyaku.
"Belum".
" Hasil rongsen akan keluar besok ya pak bu" ujar bu dokter.
__ADS_1
Indra melihatku dengan sinis, aku tau apa yang dipikirkannya, tapi aku berusaha untuk tenang.
"Ya bu makasih".
Waktu menunjukan pukul 11 malam .
" ehh nak Rama tidur dimana malam ini? " tanya pak Edyn.
"Dihotel pak".
" Eren, sebaiknya kamu pulang dulu ya, besok kesini lagi".
"Iya pah".
" Ayo Ndra".
"Pah Rama itu siapa? " tanyaku penasaran.
"Calon suami kakakmu! " jawabnya.
"Calon?, bukannya mereka yang dulu papah nikahkan? " tanyaku.
"Bukan Ndra".
" lalu kemana papanya Bobi? " tanyaku.
"Nggak tau! " udah ya papah ngantuk.
"Ohhh jadi Wisnu alias Rama itu kekasih kakaku, hh awas kau Wisnu " gumamku merasa geram saat tau kenyataan bahwa kebohonganlah yang kutau.
"Anita masih On nggak yah? " kulihat ponselku di watsap.
"Terakhir dilihat 23.10wib, ohh mungkin dia udah tidur! " gumamku lagi.
Dingin malam menyelimutiku seandainya Anita ada disini khmmmm sudah ku lampiaskan semuanya" gumamku.
Pagi hari aku kerumah sakit lagi dan mendapat kabar kalau Bobi sudah siuman.
"Papah! " sapanya.
"Mas? ".
" ehh Bobi udah bangun?, gimana sakitnya?, apa masih sakit? " tanyaku.
"Masih pah, kok baru dateng? Bobi kangen banget pah! ".
" iya papah juga kangen! " ujarku.
"Pah ntar kalau aku sembuh kita maen yah".
" iyah".
"Makasih ya mas udah jadi penyemangat Bobi".
" iya sama2 tapi aku nggak bisa lama Ren, aku harus balik kejakarta besok ".
" ya gapapa ".
Disisi lain Anita tengah di kampus bersama Silvia.
" An, berapa hari ini kok aku nggak liat suamimu, kemana dia? " tanyaku.
"Ada urusan pekerjaan diluar kota sil".
" oooh".
"Ohh iya Ren, papamu sama Indra kemana kok nggak ke rumah sakit? " tanyaku.
"Mereka balik kejakarta Ram! ".
" cepet banget? " tanyaku.
"Iya Indra kan sekarang jadi Dosen sementara papa ngurusin minimarketnya disana yang cabangnya sekarang lumayan banyak, jadi ngga bisa lama! " ujarnya .
"Hmmmm jadi kamu sendiri? " 5
Tanya Rama.
"Nggak, aku sama bibiku disini".
" oo".
"Indra? " gumam Silvia terkejut.
"Kamu kenal Sil? " tanya Anita.
"Ya kenal An, dia sepupu aku".
" haah? " .
"Okeh kita mulai pelajaran ya!.
" akhirnya pulang juga! " ujar Silvia.
"Iya! ".
Tiba2 Indra menghampiri Anita.
" Loh kok bukan suamimu yang jemput An? " tanya Indra yng sengaja menanyakan Wisnu.
"Nggak Pak, kebetulan suamiku lagi tugas diluar kota, besok juga pulang! ".
" ehh itu kan Indra sama Anita".
"Doeer!, khhhmmmm jadi sekarang jadi dosen ku nih ceritanya abang Indra Lesmana! " ledek Silvia.
"Huft iya dong biar nggak bandel kamu! " cubit Indra pada Silvia.
"Iiihhh sakit tau! ".
" ehh bang jangan godain Anita yah dia udah nikah! " ledek Silvia.
"Iya tau! ".
" ihh apaan sih sil! " ujarku,
"Heheh, abangku ini suka usil An kalau gak kasih tau! ".
" iya2 hahah, yaudah aku pulang dulu ya kasian Handoko udah nungguin! " ujarku.
"Iya hati2! ".
" kasian Anita, dia pasti nggak tau kalau suaminya dimana! " gumamku.
"Bang pulang bareng yuk! " ujar Silvia.
__ADS_1
"Hhhh nggak mau ahh! ".
" iiiiihhhh abang! ".