
"Kenapa kamu belum juga membuka hati kamu buat aku An?" Gumamku dalam hati seraya memandangi Anita.
Harus gimana lagi agar kamu mau nrima aku!.
"Mass!" Aku menutup mataku,aku nggak berani liat Wisnu tanpa baju begini,cuman makai handuk pula!".
"An!,kenapa?,kamu tau juga gakpp An!".
"Ihh nggak2 ,!" Ujarku menutup mataku .
"Hey!" Wisnu membuka kedua tanganku.
"Mas!".
"Kenapa kamu?,teriak2!" Tanyanya.
"Ahhh?,lohh bukannya mas habis mandi?" .
"Siapa yang mandi?,ini baru jam 1 malam An!,hmmm kamu mimpiin aku ya!" Tanyanya.
"Ihhhh nggak!".
"Hayu ngaku!".
"Hmmmm sepertinya ini kesempatan baik nih!" Gumamku,kusengaja menyalakan Ac 19° celcius.
Anita mana tau AC teknologi jaman sekarang,dia taunya kan yang digantung itu,ini mah transparan!" Gumamku.
"Udah yu tidur lagi!".
"Hmmmmmhhh kok dingin bgt yaa!" Gumamku.
"Kenapa An?" .
"Dingin bgt mas!" .
"Yaudah mas peluk ya!".
"Hah?" .
Tanpa basa basi aku mendekati Anita yang tidur lumayan jaga jarak denganku.
Kuraih tubuh Anita,sepertinya Anita hanya diam saja tanpa ada penolakan!,hmmm ini awal yang baik walaupun Anita masih menutup pintu hatinya rapat2.
"Mas!" Panggilnya.
Jantungku berdesir naik turun tak karuan,dalam dekapan ini adalah awal ku menyentuh Anita.
"Ya,kenapa An!".
"Aku nggak bisa tidur!" Ujarnya.
"Sama!".
Keesokan paginya kami melanjutkan perjalanan keliling didaerah itu,kali ini Wisnu mengajakku kepantai.
"Mimpi apa tadi malam sayang?" Tanya Wisnu mengacak acak rambutku.
"Nggak mimpi apa2" balasku.
"Bohong!" Balasnya.
"Kamu mengigau tadi malam!" Lanjutnya.
"Mana mungkin aku mengigau?,aku sendiri nggak bisa tidur!" Gumamku.
"Jangan ngacau deh Mas!" Sangkalku.
"Hmmmmm,tapi hangatkan,pelukan tadi malam?" Tanyanya.
"Mas?,apa yang mas lakuin?" Tanyaku terkejut,pantas saja tubuhku terjaga!" Gumamku.
"Aku nggak ngapa2in!,yaudah bentar lagi kita pulang ke vila,aku ketoilet dulu ya!" Ujarnya.
Mungkin ini kesempatan yang baik agar aku bisa kabur dari jeratan om2 ini!" Gumamku.
"Iya mas!" Ujarku.
"Yaudah kamu tunggu aku disini ya!".
"Ya!".
"Loh kemana Anita?" Gumamku.
"Akhirnya aku lepas juga,aku harus kembali kevila ambil barangku sebelum Wisnu sampai duluan!"gumamku.
"Kemana dia?" Gumamku lagi.
Nampak dari kejauhan datang segerombol preman menghampiri Anita.
"Heey cantik!,mau kemana?" Godanya.
__ADS_1
"Nggak kemana mana!" Ujarku gusar.
Kenapa disaat ada kesempatan baik malah kyakgini?" Gumamku.
Saat aku digoda tiba2 ada pria bertubuh tinggi yang sepertinya tidak asing dari mataku.
"Brugggghhhhhh!" Orang itu menampar penjahat itu.
"Sayang?,kamu nggakpapa?" .
"Wisnu?" Gumamku.
Kenapa pria ini bagai malaikat untukku.
"Maafin mas ya udah ninggal2 kamu,lain kali mas nggak kyakgini lagi,ada yang luka atau lecet nggak,biar mas obatin?" Tanyanya yang penuh perhatian membuatku sangat merasa bersalah.
Aku terdiam sejenak,memperhatikan wajah kekhawatirannya terhadapku,padahal aku tdak pernah berbuat baik padanya.
"Nggak kok ,makasi ya mas udah nylametin aku!" Ujarku.
"Iya sewajarnya aku nglindungin kamu Sayang,yaudah kita balik aja ya ke villa!".
"Sini aku bopong!".
"Hahh?".
Diperjalanan pulang,aku tercengang atas kejadian hari ini,hmmmmm melihat pengorbanannya aku nggak tega kalau terus2an nyakitin perasaannya.
"Sayang are you okey?" Tanyanya.
"Aku nggak papa mas!".
Malam mecekam memikat hatiku,saat aku memandang langit gelap tanpa bintang membuatku sedikit gusar,tiba2 tangan pria itu melingkar dipelukku dari belakang.
"Mikirin apa si?" Tanyanya.
"Nggak kok mas,!" Balasku yang tak mau membuka diri.
"Yakin nggak mau cerita?" .
"Iya!,yaudah mas ini udah malam aku mau tidur!,tolong lepasin!" Pintaku.
"Sayang!".
Aku pun keranjang tidur,tiba2 Wisnu tidur disampingku.
"Sayang ngantuk?" Tanyanya.
"Iya mas!".
Tiba2 hembusan nafas terdengar jelas ditelingaku,ooohhh ya aku baru sadar pakaianku terlalu minim malam ini,mungkin itu desiran angin kali ya.
Tiba2 ada yang menyelinap ke bagian gundukan buah dadaku yang cukup besar,kurasa ini nyata!.
Aku benar2 terkejut ketika Wisnu tepat dihadapanku dengan pakaiannya yang berhamburan ke lantai.
"Mas?,mas mau apa?" Tanyaku gusar.
"Hmmmmm,mas rasa malam ini mas harus memiliki kamu sepenuhnya!" Ujarnya.
"Apah?" Tanyaku tersentak.
"Iya!,bukankah kita pasutri?" Tanyanya.
"Iya mas aku tau tapi aku..!".
"Kalau kamu bilang aku cinta kamu,izinkan aku memberi cinta dirahim kamu!".
"Hah?,anak maksudnya?" Tamyaku melotot.
"Apalagi?,hanya krna dengan kehadiran seorang anak mungkin kamu !".
"An!,aku nggak tau apa yang ada dalam pikiranmu !,sudahlah aku capek membahas ini,lagipula kita sedang bulan madu!" Ujarnya mengakhiri pertengkaran.
Sepertinya Wisnu benar2 marah padaku,aku tau ini jahat,tapi kenapa harus hidup yang dipaksa untuk samanya?,aku sudah bilang dari awal aku tidak mencintainya,bagaimanapun itu sudah paten!,karena cinta dan kepercayaanku sudah rusak oleh seseorang yang tak lain adalah adik Wisnu suamiku sendiri,bagiku nggak mudah untuk mencintai,apalagi ini masalalu dekat denganku!.
Sudah hampir pagi Wisnu diam padaku,mungkin aku terlalu kejam padanya dengan merusak moment bulan madu kami!.
"Mas?" Sapaku .
Diapun masih diam!.
''Mas masih marah?" Tanyaku lagi.
Dia pun masih diam.
"Mas!,aku minta maaf ya!".
Dia masih diam.
"Aku tau aku keterlaluan samamu Mas,maafin aku!".
__ADS_1
Dia masih diam tak menghiraukanku.
"Yaudah kalau gitu maafin aku,dan kalau nggak mau ngomong juga gkpp aku pergi!" Ujarku.
Tiba2 Wisnu merengkuh tubuhku.
"An!,jangan pergi!" Ujarnya.
"Kenapa?" Tanyaku.
"Aku nggak mau km pergi An!".
"Maaf !" Lirihku.
"Aku nggak bermaksud menyakitimu mas!.
Disisi lain Deni yang mengetahui Wisnu menikahi Anita pun geram.
"Sudah2 kita perbaikin semuanya ya!".
"Iya mas!".
Flashback
"Den ini kakak kamu sekarang!".
"Iya pah!".
"Kak ajarin aku naik sepeda dong!" Rengek Deni pada Wisnu.
"Oke!".
"Hmmmm,!".
"Tak kusangka kakakku sendiri tega begini padaku!" Gumam Deni.
..
Disisi lain Wisnu mulai berbicara pada Anita.
"Sayang,2 hari lagi kita akan go home,boleh nggak aku minta hak mas?" Tanyanya.
"Hak?".
"Mm maksudnya?" Tanyaku terbata bata.
"Iya aku minta kamu serahin semuanya buat aku!" Terangnya.
Astaga!,aku bingung!.
"Aku tau ini seperti tabu An,tapi ini kan kewajibanmu!" Sambungnya.
"Hmmmmm!.
"Baiklah!"
"Ahh tidak2 q belum siap mas! ". Ujarku.
" hmmmm, kalau gitu besok yah".
"Yaudah tidur! "Sambungnya.
" ya Tuhan, kenapa semua ini harus terjadi? " gumamku.
..
Singkatnya ini adalah malam yang ditunggu2 Wisnu.
"Mas? ''.
" aku belum siap mas! " .
"Yah gkpp An, masih ada malam terakhir besok" balasnya sayu.
Kali ini Wisnu terlihat sangat kecewa dengan diriku, mungkin aku adalah wanita yang kejam, harusnya aku bisa memberikan tubuhku padanya karena dia suamiku, tapi aku malah membuatnya menjadi sedih.
"Sayang hari ini kita joging yuk! " ajaknya.
"Boleh".
Tak sengaja kulihat sepasang kekasih yang romantis, kulihat Wisnu dengan tatapan sedih, ya Tuhan apa aku terlalu kejam? " gumamku.
Apakah aku harus belajar mencintainya? " gumamku.
"Mas! " panggilku.
"Ya, knapa? ".
" maafin aku ya, aku salah selama ini udah jahat banget sama kamu, seharusnya aku menghargai apa yang kamu inginkan jika kamu ingin menjadi bagian dari hidupku".
"Gpp An, aku ngerti kok, semuanya butuh proses! ".
__ADS_1
" yaudah ayo kita pulang ke vila".