Cintaku Direnggut Om2

Cintaku Direnggut Om2
menikah


__ADS_3

"Sebaiknya ditunda dulu Nu ,paling nggak


sebulan stelah meningganya alm ibunya!".


"Baik pah!".


Sebulan berlalu,perlahan aku nggak sedih lagi.


"An,udah sebulanan ini calon suamimu nggak nongol?,kemana dia?" Tanya Indra.


"Nggak tau Ndra,lagipula jadi atau nggaknya itu bukan urusanku Ndra!".


"Loh kok gitu?" Tanyanya.


"Aku nggak  cinta sama dia Ndra!,orang tua aja yang maunya berjodoh!" Jawabku.


"Hmmmmm gitu ya An!,trus skrang gimana kabarnya?" Tanyanya lagi.


"Aku nggak tau Ndra,udah lama nggak ada kabar!,udah ya Ndra,!".


"Ehh An,aku anterin ya!" Ujarnya.


"Nggak usah Ndra!".


"Udah nggakpapa An!".


"Hmmm kamu tuh ya maksa2 deh!" Ujarku.


"Aku seneng ngliat kamu udah mulai ceria lagi An!" Gumamku dalam hati.


..


"Makasi ya Ndra!".


"Iya sama2!".


"Yaudah aku langsung pulang ya!".


"Ya hati2 Ndra!".


Baru juga aku mau masuk rumah tiba2 terdengar ada yang memanggilku.


"An!".


Kutolehkan kebelakang,dan ternyata Wisnu!.


"Om?".


"Hay An gimana kabarmu?" Ujarnya memberikan tangannya tanda salam.


"Baik,Om sendiri?" Tanyaku.


"Alhamdulilah baik juga An!".


Tiba2 Wisnu memegang kedua tanganku yang membuat kami berhadapan langsung tatap muka,tingginya orang ini mencapai 180cm,sementara aku?,aku 160 ,pendek sekali bukan?.


"Maafin Om ya sebulan ini Om gk da kabar!,om Dinas dikalimantan,tidak ada signal,dan apesnya lagi hp om hilang pas dibandara,mau pamit tapi udah nggak sempet!" Ujarnya.


"Nggak papa lagi Om,lagipula aku kan bukan siapa2nya Om,nggak pamit juga nggak masalah!" Tukasku.


Akupun melepaskan tangannya dan berjalan menjauh dari Wisnu.


Aku sama sekali nggak kepikiran tentang pernikahanku dengan Wisnu,kupikir semuanya berakhir!.


"An,apa kamu marah sama  Om?" .


"Nggak ,ngapain marah!".


"Tunggu An!" Ujarnya.


"Mana cincin tunangan kita?" Tanyanya.


Aku terdiam seketika,aku memang melepaskan cincin itu setelah beberapa minggu yang lalu.


Aku harus bilang apa?. Gumamku.


"Ada kok!".


"Kok dilepas An?" Tanyanya lagi.


"Iya gkpp Om!" Balasku.


Tiba2 Wisnu menghadapku dengan tatapan mata tajam.


"Kenapa Om?" Tanyaku.


"Huuuuffffttttt,aku harus gimana si caranya untuk memiliki Anita ini,kenapa hatinya sampai sekarang keras bagai batu!" Gumamku.


"Udah ya Om,aku mau istirahat!".


"Ehh An!"..


..


"Kenapa Nu,ko pulang2 mukanya kusut gitu?" Tanya papaku .

__ADS_1


"Gapapa ko pah,!".


"Ahh ya gimana tadi ktemu Anita?" .


"Ktemu pah!" Jawabku lemas.


"Kenapa kamu kok leseh banget mukanya?".


"Ada masalah?".


"Nggak ada pah,udah ya aku mau istirahat!".


..


"Aku harus gimana lagi sama kamu An?" Gumamku.


..


Pagi ini aku berniat mengembalikan cincin tunanganku dengan Wisnu,kuharap semuanya berakhir secepatnya,aku tau surat wasiat itu tapi aku nggak mau menikah dengan Wisnu.


Aku mengajak Wisnu makan siang.


"Hahh,kenapa ada Om irawan juga?" Gumamku.


Bagaimana ini?.


"Ehh Anita ayu duduk!".


"Iya Om!" Ujarku.


"Om sudah merencanakan pesta pernikahanmu dengan Wisnu,yang akan digelar 3 hari mendatang,".


"Apah Om?,secepat itukah?" Tanyaku sedikit gusar.


"Iya lebih cepat lebih baik!" Ujar Wisnu.


"Iya,!".


Wisnu hanya tersenyum.


"Kamu tenang aja semuanya biar Papah yang urus!".


"Yaudah kebetulan papa ada janji sama klien,papah tinggal ya!" Ujarnya.


Padahal aku berniat mengembalikan cincin milik Wisnu,tapi malah menjadi kacau.


"An ikut aku !" Ujarnya .


"Kemana Om?".


"Kenapa Om maksa banget nikahin aku!" Tanyaku yang tertunduk lesu.


"Aku pingin nglindungin kamu An,aku cinta sama kamu!" Ujarnya.


"Tapi aku nggak suka sama Om!"  Lagi2 air mataku terjatuh membasahi pipi.


"Maaf ya An,bukan maksudku memaksamu!" Gumamnya.


"Aku nggak tau Om,apa aku bisa membayangkan semuanya,apalagi hidup bersama orang yang sama sekali nggak aku cintai!".


Memang terdengar nyeri saat kata2 penolakan itu keluar dari mulut seseorang,tapi apa boleh buat,cinta butuh pengorbanan!.


Hari H pun tiba.


Pesta pernikahan sangat ramai tapi tidak dengan diriku,Ya Tuhan,cobaan apalagi ini?" Gumamku dalam hati.


Rasanya sangat teriris akan begini jadinya.


"Selamat ya pak Wisnu !" Ujar Handoko.


"Ya trimakasih!".


Banyak tamu undangan mengucapkan selamat pada kami ,tapi aku masih heran kenapa Wisnu mau menikahiku,wanita yang berulang kali menolaknya!".


"Selamat ya An,semoga cpet2 punya momongan!" Bisik sahabatku Fita.


Rasanya geli ihh!. Gumamku dalam hati.


Setelah seharian pesta,aku merasa lelah.


Aku segera pergi kekamar mengganti pakaian,dan menghapus riasan diwajahku.


Tiba2 Wisnu datang memeluku dari belakang.


"Sayang!" Ujarnya menyandarkan dagunya dipundakku.


"Om!,lepasin!" Ujarku.


"Om2 emang aku Om mu apa!" Balasnya.


"Iya!" Balasku.


"Enak aja,aku sekarang tu suami kamu tau!" Ujarnya.


"Iiiihhhhhhhhhh,apa si Om ,!".

__ADS_1


"Lepasin gak,kalau gak dilepas aku teriak nih!" Ujarku mengancam.


"Silahkan!,wong kita cuma berdua!".


"Apah?,kan masih ada papah!" Ujarku.


"Papah diruang paviliun ,nglanjutin kerjanya disana!" .


"Apah?".


Sebenernya aku capek banget,tapi kenapa laki2 ini malah menggangguku!.


"Om lepasin!" Pintaku.


"Nggak mau!" Ujarnya.


"Aku capek Om mau istirahat!".


"Pokoknya aku nggak mau kalau kamu masih manggil aku Om!". Ujarnya.


"Ishhhh !" .


"Panggil aku Mas!" Pintanya.


"Aku nggak mau Om,iiihhh Om ,om!" Ujarku.


"Yaudah kalau nggak mau nggakpapa kyakgini terus!" .


"Aduhhh Om,ya ya !".


"Mas lepasin aku!" Ujarku masih kesal .


"Hmmm ngomong yang bener dong sayang,yang lemah lembut!" Pintanya.


Makin aneh2 aja nih Om2!" Gumamku,dengan berat hati kulakukan supaya mau melepaskanku.


"Mas... tolong lepasin aku..


aku capek mau istirahat!" Ujarku dengan nada yang dibilang lembut.


"Ok baik!".


"Sini aku gendong!".


"Awwww mas!"


Mataku melotot saat dibopong keranjang.


"Biasa aja kali !".


"Gantengkan suamimu ini?" Tanyanya.


"Nggak!,jelek!"bilangku.


"Ihhh nakal ya!" Ujarnya.


Berat juga kamu ya!" Ujarnya.


"Hmmm biarin,biar kapok!" Ujarku.


"Ehhhh!,apa kamu bilang!"ujarnya meledek.


Setelah menaruhku diatas ranjang kulihat Wisnu meninggalkanku.


Dugaanku ternyata salah,dia hanya menutup  pintu!.


"Makasi mas udah nganterin aku !" Ujarku.


"Ya sama2,ayok tidur!" Ujarnya sambil mematikan lampu penerang dan hanya menyisakan lampu tidur.


"Lohh,kok Om disini?" Tanyaku.


"Ya iyalah masa ya iya dong!".


"Eeeeehhh kamu bilang apa coba pengen denger!,om2,Mas!" Pintanya.


"Iya aku belum terbiasa Mas!" Ujarku.


"Yaudah ayuk tidur!" Ujarnya.


"Ihhh mas ini kan kamar aku,kok tidur disini sih!" Ujarku.


"Hmmmm,kamu nggak paham ya kalau suami istri harus tidur bareng!".


"Iihhhh aku nggak mau!" Ujarku.


"Ehh dosa tau! ,udahlah tidur aku juga capek!".


"Yaudah!".


Setelah Wisnu tidur aku pindah kebawah,ihhhh aku nggak mau lah tidur seranjang,akhirnya akupun tertidur .


Astaga,keras kepala banget ni istriku!".


"Ngapain marah?" Tanyaku.

__ADS_1


__ADS_2