Cintaku Direnggut Om2

Cintaku Direnggut Om2
honeymoon menyedihkan


__ADS_3

"Ren aku pulang dulu ya".


" ya ram makasi ya" .


"Iya sama2".


" An suami lo blm pulang? ".


" belum sil kyaknya lagi dijalan! ".


Khmmmm sebenarnya aku malah senang kalau Wisnu tugas diluar kota jadikan aku bebas.


Tapi sepi juga kalau nggak ada dia! ".


" loh itu kan suamimu An? " tanya Silvia.


"Iya! ".


Disisi lain Indra menghampiri Anita yang sengaja menyindir Wisnu alias Rama itu.


" ayo pulang An! ".


" loh mas pulang kapan? " tanyaku.


"Tadi siang".


" Ehh anda Wisnu Wiryawan ya" sapa Indra tiba-tiba sinis.


Terlihat jelas raut wajah Indra yang memecih.


"Iya, oo ko kamu Indra? ".


" khmm abang kenal sama Wisnu? " .


"Eeh pak dosen" sapa Anita.


"Ya kenal dong, oya An aku mau pesen sama kamu! ".


" Apa pak? " tanyaku.


"Sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat nanti akan jatuh juga, & Sepandai-pandainya bangkai disembunyikan akan tercium juga, aku harap kamu lebih hati2 terutama orang yang paling terdekat! ".


" Hah?, maksdnya? ".


" nanti kamu juga akan tau sendiri! " gumamnya.


"Aku tau maksud Indra apa, pasti dia membuat Anita berpikir kalau ada yang sedang tidak beres! ".


" hhh liat aja Wisnu kmu akan terperangkap dalam masalahmu sendiri, cepat atau lambat Anita akan tau siapa kamu sebenernya! " gumamku dalam hati.


"Yaudah ya pak aku pamit, bay sil aku pamit yah".


" bang kok ngomong kyak gitu si sama Anita! " ujar Silvia.


"Hmmmm".


" Gimana kabarnya selama ku tinggal sayang? " tanyanya.


"Baik kok mas! ".


" khmmmm kamu sendiri gimana nak? " tanyanya pada perutku yang rata.


"Mas,! " tegasku.


"Oya maksud kata2 Indra apa ya? " gumamku dalam hati masih memikirkan kata2nya.


Sesampainya dirumah, aku langsung mandi dan menyiapkan makan malam.


"Hmmm enak banget ! " puji nya.


"Makasi mas! ".


" yaudah kita tidur yuk".


Baru juga mau tidur tiba-tiba hnpon milik Wisnu berdering .


"Angkat aja mas! ".


" nggak, nggak penting An! ".


" tapi mas! " .


"Hduhh ngpain si Eren pakai tlfon segala? " gumamku.


"Angkat aja mas siapa tau penting! " ujarku.


"Nggak penting An, ".


" akhirnya ku matikan HP ku".

__ADS_1


Seperti biasa malam2ku dihiasi dengan cinta , memiliki Anita membuatku semakin bersyukur karenanya.


Walaupun masih jarang kudengar kata2 romantis ataupun canda tawa bersama karena kami sama2 sibuk.


Tapi setidaknya dia sudah mliku seutuhnya.


Pagi hari aku merasakan sakit perut yang luar biasa seperti kram.


"Knapa non? " tanya bi Ira.


"Nggak tau mba, perut sakit banget kram gk kaya biasanya".


" knapa Sayang? " tanya Wisnu.


"Nggak tau mas sakit perut aku kyak kram" ujarku.


"Apa mau priksa? ".


" hmmm ".


" Bi ini bonus ya buat bibi".


"Ya pa makasi".


"Ayo priksa! " ajaknya.


"Tapi mass! " .


"Udah nurut aja? " ujarnya.


"Sejak kapan kamu sakit kayagini? " tanyanya.


"2 hari ini mas, kaya kram " ujarku.


Tak lama kemudian kamipun sampai dirumah sakit .


"Ada yang bisa saya bantu? " tanya seorang petugas.


"Istri saya mau priksa bu" ujar Wisnu.


"Ada keluhan apa ya? ".


" perut kram bu".


"Oya baik ditunggu ya ".


Setelah menunggu antrean akhirnya dipanggil juga.


"Apanya yang sakit mba? ".


" perut kram bu! " ujarku.


"Sudah berapa hari? ".


" 2 hari bu" ,


"Oya mari saya priksa dulu ".


Setelah itu aku terbaring dibrangkar .


Ditekan2 perutku yang rata tapi sakit.


" duhh sakit bu! " ujarku.


Akupun diminta sampel darahnya dan dicek di laboratorium.


Setelah di priksa aku berusaha duduk dan beranjak menghampiri Wisnu yang sembari menunggu hasilnya.


"Tunggu ya mba, hasilnya sebentar lagi akan keluar".


Tak lama kemudian hasil pun keluar.


" jadi istri saya sakit apa bu? " tanya Wisnu.


"Khmmm berdasarkan hasil laboratorium istri anda nggak sakit tapi selamat kalian sebentar lagi akan menjadi orang tua,jadi tolong dijaga baik2 ya makan2an bergizi dan jangan stres supaya calon debay sehat" ujarnya.


Aku termangu mendengar penjelasan bu dokter sedih berkecambuk perih! ".


"Apah yang bener bu dok? ".


" iya ini hasilnya ". Ujarnya menyodorkan secarik kertas.


'Selamat ya usia kandungannya memasuki 7 minggu" ujarnya memberikan selamat padaku dan Wisnu.


" apah?, aku hamil?kenapa aku sampai lupa juga kalau aku telat datang bulan".


Kulihat Wisnu sangat bahagia, sementara mataku  berkaca kaca membayangkan semuanya.


Seandainya dia nggak menyentuhku pasti semua ini nggak akan trjadi.

__ADS_1


" wuah makasi ya bu".


"Iya".


Setelah  itu akupun pamit.


Kulihat Wisnu sangat bahagia tapi aku tidak sama sekali.


" sayang makasi ya" Ujarnya.


Melihat mataku yang berkaca2 membuatnya menorehkan wajahnya padaku.


"Kok malah sedih? ".


" ini kan yang mas mau! " sentakku.


Aku tak mampu menahan air mata yang sedari tadi ingin terjatuh akirnya terjatuh juga.


"Loh maksudnya apa an? Bukannya kamu bahagia dengan semua ini? ".


" nggak, aku nggak bahagia!, seharusnya dari awal mas menghargai keputusan aku yang menunda kehamilan, kenapa mas nggak pernah sedikitpun ngertiin aku mas! " ujarku yang sponstan membuat cucuran air mataku terjatuh bersamaan dengan kesedihanku selama ini.


Wisnu pun bingung menghadapi situasi seperti ini, disatu sisi dia bahagia karena akan mempunyai anak, disisi lain dia sedih krna Anita baru kali ini mengungkapkan kesedihannya.


Selama ini yang Wisnu tau Anita adalah istri yang patuh dan nggak pernah melupakan kewajibannya.


Tanpa protes, tanpa mengeluh, tapi kali ini kata2 Anita sangat menusuk Jantung sampai tak berdaya.


"Mas biarin aku sendiri! " ujar Anita.


Anita pulang kerumah ibunya dulu.


"Tapi An,! " .


"Udah nggakpp, aku bisa! " ujarku yang ingin turun dipegang tangannya oleh Wisnu.


Aku nggak tega ninggalin dia disini baiknya aku menemaninya.


Setelah masuk kerumah aku menangis sejadi-jadinya dikamar mandi bersamaan air mengalir dari atas jetshower.


"Aku benci kamu Wisnu aku benci! " teriaknya.


Wisnu yang sedari tadi diruang tamu mendengar ucapan istrinya , frustasi sekali diriku memaksa wanita untuk menikah tanpa adanya dasar cinta!.


Aku memang egois An, aku egois! Nggak mikirin perasaanmu dari awal maafin aku An maaf" gumam Wisnu memaki diri sendiri.


Pagi cepat sekali datang, Anita terkejut melihat Wisnu yang tidur disofa.


Tidakkah ada celah di hatiku untuk lelaki ini? " gumamku dalam hati.


"Ehh kamu udah bangun sayang? " tanyanya.


Aku hanya bisa terdiam, menahan tangis yang juga belum reda, tapi Wisnu tiba2 lari dan mengejarku kekamar.


"Maafin aku sayang! " ujarnya  memelukku dari belakang.


"Semuanya udah terjadi!, nggak akan bisa kaya dulu lagi! " balas ku.


"Iya mas tau, maaf ya? " ujarnya.


"Demi anak kita An, kita jaga dia ya! " ujarnya.


"Cihhh! " gumamku dalam hati.


"Lepas mas! " ujarku.


"Aku nggak akan nglepasin sebelum maafin aku".


Setelah tanpa  jawaban Wisnu memegang tanganku dari depan yang membuat kami berhadapan.


" sayang maafin aku ya, aku janji kedepannya aku nggak lagi egois, tapi demi anak kita kamu mau kan maafin aku? " tanyanya.


Aku malah terbengong melihat pria tinggi pemakai hem putih dibalut celana panjang hitam ini.


Hmmmm lagi2 ini.


"Cupp muah? " ujarnya mencium kening ku yang menjalar mengangkat daguku ke atas yang membuat kami menatap cukup dekat.


Kebiasaan yang menjijikan.


"Mass! " ujarku.


"Diam ya! " ujarnya melumay bibirku yang terdiam, kubalas dengan senntuhan kecil lidahku.


Apa2an ini kenapa aku malah terangsang?, sebelumnya aku nggak pernah kyak gini.


"Hmmmm ".


Dengan kekuatan tangan yang kupunya kuremas tubuh Wisnu .

__ADS_1


Diapun menghentikannya.


" sial setiap kali ku dekat dengan Anita pikiran kotorku terus saja membayang nggak sanggup menahannya? ".


__ADS_2