Cintaku Direnggut Om2

Cintaku Direnggut Om2
Bertengkar


__ADS_3

Ihhh keras kepala banget nih orang!" Gumamku.


"An,jawab!" Tanyanya lagi.


"Maaf om aku ngga bisa jawab!" Balasku menghela nafas.


"Kalau kamu masih butuh waktu,ok aku akan tunggu tapi tolong kamu trima cincin ini!" Ujarnya memberikan kepadaku.


"Ta ..tapi!".


Sesampainya dirumah ibuku sudah didepan rumah,seperti biasa kalau anak gadisnya belum pulang ibuku menunggu diteras.


"Malam tante!".


"Malam!,udah pulang?".


"Ya tante,aku pamit dulu ya!" .


"An aku pamit dulu ya!".


"Ya hati2".


..


Sesampainya dirumah Wisnu dikejutkan dengan kabar tak sedap dari adiknya.


"Kenapa pah kok lesu banget?" Tanyaku pada papa yang terlihat tak berdaya.


"Adikmu nu!" Ujarnya.


"Ada apa lagi pah sama Deni?" Tanyaku sembari menyingkap baju kemejaku.


"Dia ditangkap polisi,atas pelecehan yang dia lakukan!" Ujarnya menatap mataku dengan tajam.


"Apah?" Ujarku sangat terkejut.


"Dan,kau tau siapa gadis itu?,dia adalah Anita calon istrimu Nu!" Ujar papaku.


Rasa lemas tak berdaya menggebu dihatiku,perasaan campur aduk membuat kepalaku sangat pusing,ingin rasanya kutriak sekencang kencangnya,bingung dengan situasi seperti ini,disatu sisi aku menunggu Anita menerimaku disisi lain Deni?,astaga masalah muncul secara bersamaan,tidak memberiku celah sedikitpun untuk masalah ini,dan yang paling menyakitkan dibelakangku calon istri dan adiku sepertinya saling mengenal,walaupun aku ngga tau apakah mereka memiliki hubungan special atau nggak,yang pasti aku bingung.


"Wisnu!" Tanya papaku.


"Huffft aku nggak tau lagi pah,apa aku harus lanjut atau nggak!" Ujarku lemas.


"Papa tau kamu bimbang,tapi papa yakin kamu tau mana yang terbaik,krna ini sepenuhnya bukan salah Anita,dan Deni memang gak seharusnya dia berbuat seperti itu!" Ujar papaku.


"Trus aku harus gimana pah?" Tanyaku bingung.


"Sebaiknya kamu tanyakan besok pada Anita tentang semua ini!,papa rasa ibunya tidak tau akan masalahnya!".


"Baik pah!".


..


Disisi lain Anita sangat puas mendengar kabar baik dari polisi,memang seharusnya begitu mendapat hukuman yang stimpal akan perbuatannya.


Tiba2 handphone Anita berbunyi.


"Wisnu?,ngapain tlfon mlam2,ganggu aja deh!" Ujarku.


"Loh kok gk diangkat ahh sekali lagi coba?".


"Deeh apaann sih nlfon mulu!" Ujarku merejek tlfonnya.


"Eeeh malah diriject!".


"Hmmmm bner2 ya ni cewek jutek bgtt!" Gumamku.


"Yaudah pagi2 besok aku akan bicara padanya!" Gumamku.


"Om Wisnu?" Tanyaku.


"Ehh An jangan om ,am,om om,dia itu calon suami kamu tau!" Ujar ibuku.


Gak kayak biasanya Wisnu sedikit pendiam.


"Yaudah yu An aku anterin!" Ujarnya singkat,dan padat.


"Pamit  ya tante!" Ujarnya.

__ADS_1


Ditengah perjalanan tiba2 Wisnu menjadi pendiam.


"Tumben!" Gumamku.


"An,apa kamu kenal Deni Wirawan?" Tanyanya tiba2.


Sontak membuatku terkejut.


Aku terbengong,ada apa ini?,krna aku lama menjawab tiba2 Wisnu membentakku.


"Jawab An!" Bentaknya.


"Iya aku kenal Deni Om,!" .


"Dan dia ada dipenjara bukan?" Tanyanya lagi.


"Om tau darimana?" Tanyaku terkejut lagi.


"Tau dari mana itu nggak penting,yang pasti kamu harus tau kalau aku udah tau masalah yang menimpamu tempo hari!" Balasnya sedikit menurunkan nadanya.


"Aku nggak ngrti,emang Om ada hubungan apa sama Deni brengsek itu!" Tanyaku.


"Dia adikku!" Ujarnya.


"Apah?,adikmu?" Ujarku .


"Astaga!,ternyata si brengsek itu adalah adik Wisnu?" Gumamku.


"Kenapa kamu nggak bilang dari awal An?,masalahmu tempo hari itu?" Ujarnya.


"Om,apa aku harus bilang sama Om?,lagipula Kita baru kenal juga kemarin?,mana mungkin aku mengatakannya!" Ujarku.


"Aku yakin ibumu nggak tau soal ini!" Sambungnya.


"Jawab An!" Ujarnya.


"Iya Om ibu emang gak tau,aku tau aku salah,aku bodoh!,tapi satu alasan yang harus Om tau,kalau ibu tau aku takut darah tingginya akan  kambuh,puas!" Ujarku kesal.


"Aku mau turun om,brenti!" Ujarku.


Akupun langsung keluar dari mobil dan meninggalkan Wisnu.


Wisnu meraih tanganku.


"Apalagi Om,apalagi yang mau diomongin,semuanya udah jelas,makannya aku nggak mau nikah sama Om!" Ujarku.


Entah bagaimana menjelaskan perasaanku saat ini,yang pasti sangat kacau sekali,apa yang terjadi dan situasi saat ini benar2 mencekam hatiku.


"Lebih baik Om bilang sama ibu kalau perjodohan kita batal!" Ujarku pada Wisnu.


"An!".


Benar2 kacau hari ini.


Dikantor aku tak bisa fokus sama sekali.


"Hey bro,kenapa kau?" Tanya Handoko.


"Pusing gue!,masalah bner2 bertubi tubi datengnya."Kenapa aku harus marah sama Wisnu?" Gumamku dalam hati.


"Kenapa An?" Tanya Indra.


"Gpp ndra!".


"Gak mungkin klau gk ada apa2,kliatan bgt lagi An,ada masalah apa si?,critalah!" Ujarnya.


Sekalipun curhat Indra mana mungkin ngerti perasaan cewe?"gumamku dalam hati.


"Hey An,kenapa kok bengong!" Ujarnya.


"Gkpp kok Ndra!".


"Oo yaudah gkpp kalau gk mau cerita,ntar kalau lu pngen crita ,crita aja An gkpp!" Ujarnya.


"Makasi Ndra!" Ujarku.


"Ya sama2".


Disisi lain Wisnu hanya termenung dengan masalahnya yang datang berbait bait,disaat Wisnu tengah serius dengan Anita malah datang masalah baru.

__ADS_1


"Aku bingung Ko!" Ujarku pada  Handoko.


"Bingung kenapa si?" Tanyanya.


"Adek gue Deni dipenjara,akibat  pelecehan dan wanita itu calon istri gue!,sebelumnya gue gk tau kalau mereka saling mengenal,begitu juga calon istri gue yang gak tau kalau Deni adalah adik gue,sementara papah gue mutusin terserah gue,dan ibunya calon istri gue gak tau tentang ini semua,berhubung ibunya punya riwayat darah tinggi,sementara perjodohan itu masih berjalan sampai 2 minggu mendatang menjelang pernikahan!,gua bener2 pusing ko,gue nggak tau apa yang harus gue perbuat!,disisi lain calon istri gue mutusin secara sepihak kepala gue rasanya mau pecah!."ujarku mengutarakannya pada Handoko.


"Hmmmm,rumit juga ya,ehh tapi gini Nu,kalau menurut gue tinggal gimana lo sama calon lu aja,kalau lu bisa nrima masa lalunya dan berdamai insyaAllah semuanya baik2 saja,dan masalah papah lu nyerahin ke lu krna papah lu yakin dengan kedewasaan lu bisa ngatasin masalah ini,dan untuk ibunya calon mertua kalau masalahnya begitu,baiknya simpan dulu tuh masalah sampai dimana  waktu yang tepat buat ngasih tau,dan buat calon lu,baiknya diselesaikan dengan kepala dingin,gua yakin semuanya akan baik2 aja bro!" Ujar Handoko.


"Hmmm solusinya boleh juga tuh!,thanks ya Ko!" Ujarku.


"Iya sama2".


Setelah mendengar solusi dari sahabatnya itu,Wisnu merasa lebih baikan dari beberapa jam yang lalu,baiknya nanti bicara lagi sama Anita.


..


Waktu menunjukan jam 4 sore dan waktunya Anita pulang,aku memang sengaja pulang jalan kaki biar ibuku gak curiga,kalau aku kerja ditoko.


"Masuk!" Ujar Wisnu mengajak Anita.


"Hah?,Wisnu?" .


Gengsi aku dong,masa tadi pagi habis marah2 trus sekarang aku ikut gitu aja ,aku tak menggubris Wisnu kali ini aku memilih jalan kaki aja.


"Heyy,ayo ikut!" Ujar Wisnu menarik tanganku kemobil.


"Apaan sih!" Gumamku.


Walaupun sebenarnya aku sedikit merasa bersalah krna marah2 tapi aku ttep gengsi lah.


"Aku mau ngomong!"


"Kenapa berbarengan?" .


"Yaudah kamu duluan!,".


"Kamu dulu aja An!".


"Aku minta maaf Om,tadi pagi dah marah2!,aku bener2 gak tau kalau Deni adalah adikmu!" .


"Aku udah maafin itu An,tapi gimana ceritanya kamu bisa kenal sama adikku?" Tanyanya.


"Kita dulu sekelas di SMA,smpet pacaran juga,tapi kita putus krna masalah kemarin!".


Aku ngga bisa cerita sepenuhnya pada Wisnu,takut dia nggak percaya.


"Aku dah tau kok,anaknya emang bandel,susah diatur!".


"Trus papah Om Wisnu tau?".


"Justru papah tau duluan dibanding aku,tapi apa boleh buat!,semua salah Deni,dan dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya!".


"Aku sama sekali nggak tau Om,dan sekalipun sekarang tau,aku nggakpapa kalau gak jadi atas perjodohan ini,aku malah lega!".


"Lohh kok gitu An?".


"Ya buat apa Om?".


"Aku udah memenjarakan anggota keluarga Om,otomatis itu tidak akan baik,apalagi kalau aku ketemu Deni,apa jadinya nanti,dia pasti dendam sama aku Om!".


"Tapi Om gak mau!" Ujarnya.


"Hahh?,gak mau?,apa dia sudah gila? ". Gumamku dalam hati.


"Lohh Om,kenapa gak mau bukannya Om udah tau siapa aku?,aku nggak sesuci kyak dulu,aku nggak pantes!" Ujarku meyakinkan.


Lagipula aku juga gak cinta sama Om2 ini.


"Bagiku kamu adalah calon istri yang dikirim tuhan buat aku,jadi dari awal aku ketemu kamu,aku dah janji bakal memprjuangkan kamu!" Ujarnya.


"Tentang kamu sama Deni,itu hanya masa lalu,dan tentang ibumu kamu jangan khawatir,aku akan jaga masalah ini rapat2!" Sambungnya.


"Astagahh,apalagi sih ini!" Ujarku dalam hati,masih mencerna dan bersikap sewajarnya pada Om2 ini.


"Tapi aku nggak mudah jatuh cinta,lagipula aku sama sekali gak suka samamu !" Jawabku sponstan.


"It's ok aku akan berjuang dan menunggu!" Ujarnya santai.


"Oya 2 minggu lagi kita akan melangsungkan pernikahan,aku hanya bisa berdoa semoga dalam waktu dekat ini kamu bisa nrima aku".

__ADS_1


"Shufft! ,manusia apa sih ini keras kepala banget!" Gumamku dalam hati.


__ADS_2