
"Pagi bu!"
"Pagi An!"
Sapa seorang laki2.
"Lohh om?"
"Ibu mana?" Tanyaku.
"Ibu ada arisan rombongan katanya,berangkat pagi sekali!"
"Kok ibu nggak bilang2 sih kalau mau pergi!".
"Aku juga baru tau tadi An,pas mau kerumah kamu!".
"Emang ngapain sih,pake kerumah lagi!".
"Kan jemput kamu An!" Jawabnya.
"Aku bisa sendiri lagi Om!,nggak harus dijemput2!" Jawabku.
"Ya gkpp ,om gk ngrasa direpotkan ko!,om palah senang!" Ujarnya.
Kali ini Moodku benar2 rusak,aku ilfil banget deket2 Om2 begini.
"Ya makasih,tapi lain kali nggak usah,aku nggak mau kalau nantinya akan ada hutang budi!" Balasku jutek.
"Heyy An,kenapa si?,apa niat baikku ini salah?" Tanyanya.
"Ya nggak salah,cuman aku nggak level aja deket2 Om2 kayak kamu ,tar dinilai orang gimana?,prasangka orang kan jelek,mikirnya ihhh mau2nya sama Om2,padahal gk ada apa2 " ujarku kesal.
"Lupakan perasaan jelek itu An!,orang lain berhak menanggapi kita,selagi kita dijalan yang benar apalagi yang harus dikhawatirkan?" Tanyanya.
"Kita?,lo aja kali gue mah nggak Om!" Ujarku sinis.
"Yaudah hayu berangkat!" Ujarnya.
Rasanya aku harus resign dari kantor,malas sekali kalau tiap hari harus ketemu pria ini!.
"Maaf Om,aku nggak berangkat hari ini aku mau cuty!" Ujarku yang sebenarnya aku sudah membuat surat pengunduran diri yang kutitipkan pada Handoko teman sekantorku.
"Ya udah gkpp,tapi kalau aku butuh tolong dibantu ya!"
"Ya Om!".
Laki2 itupun meninggalkan rumahku,aku pikir aku lebih baik cari pekerjaan lain daripada harus sekantor dengan pria itu.
Pov Wisnu
"Apa ini?"
"Surat pengunduran Anita ?" ,kenapa dia melakukan ini?,ujarku tertunduk lesu.
Apa aku sangat keterlaluan sehingga dia berbuat sperti ini?,kupikir dia hanya bercanda kemarin!,kenapa menjadi seperti ini?" Gumamku.
Sebaiknya nanti pulang kantor aku harus menemui Anita,kutanyakan kenapa dia begini.
..
Pokoknya aku harus cari kerja!,aku nggak mau kerja sama dia!.
Disisi lain kulihat Deni bersama teman2nya yang brengsek itu.
Kudengar mereka sedikit berbicara tentangku.
"Ehh gimana hubunganmu sama Anita?" Tanya Hans.
"Udahlah jangan bahas dia lagi!" Ujarnya melantur.
"Gila lo ya,sudah dapat madunya lalu kau buang begitu saja!".
"Bahh,aku kan nggak cinta sama dia,aku hanya benci dulu kakaknya yang sangat kucintai menolakku mentah2,malah memilih cowok miskin yang gak punya apa2!" Ujarnya.
"Plakkkk!"
Tamparan keras mengenai wajah Deni.
"Jahat kamu ya Den!,aku nggak nyangka kamu tega sama aku!,aku bakal laporin kamu kepolisi atas perbuatanmu kemarin padaku!" Ujarku mengancam.
"Hey wanita bodoh,siapa suruh kau minum terlalu banyak,lagipula kau juga mau sama mau bukan?" Ujarnya.
"Kupastikan kau dan teman2mu ini,akan mendekam dipenjara Den!" Ujarku.
Krna ini tempat ramai mereka takan berani macam2.
..
Lalu aku pergi melanjutkan pencarianku mencari pekerjaan.
"Wahhhh ada lowongan nih!".
"Selamat siang mba,apa benar disini membutuhkan karyawan?" Tanyaku.
"Benar mba,disini membutuhkan seorang kasir apa mba bisa?" Tanyanya.
"Bisa2 mba".
"Yaudah sebentar ya,saya keruangan bos dulu".
"Ya mba".
Tak lama kemudian aku dipanggil keruangannya.
"Masuk!".
"Selamat siang pak!" Sapaku.
"Ya siang,apa kamu punya pengalaman dibagian kasir?" Tanyanya.
"Sedikit pak!" Ujarku.
"Sebelumnya kerja dimana kamu?" Tanyanya.
"Mmm sebelumnya saya kerja diperusahaan pak!".
"Jadi apa ,dimana?" Tanyanya lagi.
"Jadi sekertaris pak,diperusahaan!" Jawabku.
"Loh kenapa malah mau kerja disini?,gaji disini perbulan hanya 3jt,kalau kerjamu bagus yaa bisa dinaikan!" Ujarnya.
"I..iya pak ibu saya ngajak pindah kesini,jadi saya harus resign,krna gk mungkin saya sendirian diluar kota,lagipula ibu sendirian!" Ujarku.
Bah lagi2 ibu kujadikan alasan,maafkan anakmu ini bu!" Batinku.
"Oo yaya,gpp kamu boleh kerja disini tapi ingat ,jadi kasir harus ramah pada pembeli,kamu juga harus rajin ya,".
"Ya pak ,saya akan usahakan semaksimal mungkin!".
"Bagus,mulai besok kamu kerja ya,soalnya kasir yang didepan harus pulang ,katanya ibunya sakit,tapi dari kemarin belum ada serepnya!".
"Ya pak,yaudah saya pamit dulu pak".
"Ya!".
..
Waktunya makan siang nih,aku memutuskan untuk makan dulu.
"Lohh itu kan Anita?,ngapain dia disini?"
"An!".
"Ya!" Ujarku menoleh kebelakang.
Betapa terkejutnya aku melihat Om Wisnu dibelakangku.
__ADS_1
"Om?,ngapain disini?,iiihhh om mbututin aku ya!" Sarkasku.
"Kamu yang ngapain disini?" Tanyanya balik.
"Aku mau makan siang om!" Ujarku.
Melihat orang ini rasanya aku kenyang sekali jadi hilang selera makanku.
Lebih baik aku cari tempat lain aja lah!" Gumamku sembari berjalan.
"Ehh An,aku mau ngomong sebentar!" Ujarnya menarik tanganku.
"Ngomong apa Om?" Tanyaku.
"Kenapa kamu ngundurin diri dari kantor?" Tanyanya.
"Aduh om,yang jelas aku udah nggak mau om!''.
"Ya apa?,kenapa apa kamu maunya nikah?" Tanyanya.
"Plakk!" Tanganku langsung emosi menampar pipinya yang menghadapku.
"Cukup ya om,aku nggak mau denger itu lagi,dan Om nggak usah coba2 rayu aku!,makin ilfil tau nggak,!intinya aku nggak lagi ada urusan sama om,lagipula kalau om mau nikah,ya nikah aja sana,nggak usah kegatelan gitu deh,aku tu gak level tau nggak!" Ujarku memaki maki Wisnu.
"Kupikir selama ini,aku berusaha akan membuahkan hasil ,ternyata aku ttep aja nggak laku!" Pikirku.
"Ngeselin banget sih!" Gumamku.
Untung aku punya bukti untuk menjebloskan deni Dkk ke penjara,jadi dengan mudah aku melaporkannya!".
"Pak tolong tangkap orang ini pak,mereka sudah melecehkan saya!," ujarku.
"Apa anda punya bukti?" Tanyanya.
Sudah kuduga pertanyaan ini akan muncul juga.
"Sebelumnya maaf pak,kejadian itu terjadi 2minggu yang lalu tapi saya yakin pak polisi tidak akan mudah percaya,karena penjahat itu pasti tidak akan mengaku makannya saya mencari bukti dulu pak,saat itu saya masih Syok dan trauma untuk menghadapinya" ujarku.
"Tak masalah,asal ada bukti dan keterangan anda akurat,kami akan segera memproses & menangkap penjahat itu!" Ujarnya.
"Oya pak ini buktinya disini ada rekaman CCTV dikejadian!" Ujarku menyodorkan.
"Baik laporan anda akan segera diproses!" Ujarnya.
"Baik pak terimakasih,saya pamit dulu!" Ujarku.
"Ya sama2".
Setelah itu aku pulang.
1"Darimana aja kamu An!,baru pulang!" Ujar ibuku.
"Kerja lah bu!". Jawabku.
"Jangan bohong!"
"Apaan sih bu,aku capek bu,pulang2 ngoceh2 aja!'' Ujarku kesal.
"An,ibu blum slesai ngmong!" .
"Au ah !" .
"Kenapa dia ini?".
Akhirnya Wisnu memutuskan pulang kerumah.
"Pulang juga kamu!" Ujar papanya.
"Kenapa?,apa aku nggak boleh pulang kerumah ini?" Tanyanya.
"Dan kalau kamu pulang berati kamu setuju dengan keputusan papa,kamu gk bisa menolak itu!".
"Apa aku harus terima perjodohan itu?,aku nggak yakin dengan semua ini,hari ini cukup membuatku pusing,pekerjaan,soal Anita,patah hati,tamparan,cacian,apa aku harus menerima perjodohan itu?" Tanya ku pada diri sendiri.
"Maaf pah,aku udah kabur dari rumah,aku rasa aku nggakpapa kalau aku dijodohkan!" Ujarku sedikit lemas,walaupun kenyataan hari ini cukup membuatku patah hati.
..
"Bu aku berangkat dulu ya!" Ujarku.
"Ehh An,mana Wisnu biasanya jemput kamu?" Tanya ibuku.
Ibu nggak boleh tau kalau aku udah resign dari kantor,ibu pasti akan marah dan akan menyalahkanku!" Ujarku dalam hati.
"Aku nggak tau bu!,udah ya bu aku pamit dulu assalamualaikum!.".
"Anehh!" Gumam ibuku.
Ini hari pertamaku kerja diminimarket kuharap ini awal yang baru untukku .
"An gimana kerjanya?" Tanya seseorang.
"Lohhh?,Indra?,kamu ngapain disini?" Tanyaku.
"Iya ini minimarket papaku punya!" Ujarnya.
"Hah?" Ujarku terkejut.
"Iya,gimana kerjanya hari ini?" Tanyanya lagi.
"Hmmm baik2 dah dulu ya ndra aku lagi sibuk!" Ujarku.
Aku takut saja ntar kinerjaku kurang bagus,apalagi diminimarket kan banyak pembelinya,ntar kalau kantru gimana?.
"Ahh ya udah selamat berkerja ya An" ujarnya.
"Ya ndra makasi!".
Akhirnya pergantian Shif juga!,waktunya aku pulang.
"Assalamualaikum bu!"
"Waalaikumsalam ".
"An,ibu mau bicara sebentar!".
"Apa bu?" Tanyaku.
"Nanti malam jam 8 keluarga pak irawan akan kesini sama anaknya,kamu dandan yang cantik ya!" Ujarnya.
"Siapa dia bu?".
"Mereka datang untuk melamarmu?".
"Apah?,apa ibu tetap mau melanjutkan perjodohan itu bu,aku mana tau wajahnya seperti apa,katanya anaknya kabur!" Ujarku sedikit kesal.
Baru saja hidup tenang,sudah diusik lagi.
"Nanti kalau kamu nolak,ibu yang malu An,krna ibunya dulu sangatt suka samamu!" Ujarnya.
"Itu kan ibunya bu,bukan anaknya!" Ujarku.
'' pokoknya nurut kata ibu!',kamu mau ibu darah tinggi terus!''.
"Ahh ibu egois!".
Akupun pergi kekamar.
..
"Lohhh inikan rumahnya Anita?" Gumamku trkejut.
Apa mungkin ada perempuan lain selain Anita?,atau ?".
"Kenapa bengong?,ayok turun!".
"Iya pah".
__ADS_1
"Asalamualaikum!"
"Ceklek".
"Waalaikumsalam ayo masuk pak irawan silakan!" Ujar ibunya Anita.
"Ini nggak mungkin!" Gumamku.
"Ayo masuk nak!" Ujar ibu Anita.
"Ahh mungkin anaku canggung karena blum pernah disituasi seperti ini!" Ujar papaku.
"Ahhh ya ya pasti pak!".
"Papa masuk aja dulu tar aku nyusul!" Ujarku.
"Sebentar ya pak,sya panggilkan anak saya dulu!"
"Silahkan diminum dulu pak!" Ujarnya.
"Ahh ya ya!".
"Wisnu,Ayo masuk!" Ujar papaku.
"Kamu ni kaku banget sih,kaya mau ketemu penjahat!" Ujar papaku.
Gimana aku nggak kaku?,aku sendiri kemarin ditolak mentah2 sama wanita yang papah jodohkan!,apa aku sanggup menatap matanya nanti?" Tanyaku dalam hati.
Rasa gugup,gelisah menyelimutiku saat ini,enntah jawaban apa yang akan Anita berikan saat aku melamarnya malam ini!,kemarin aku dimaki2 habis2an dan eehh sekarang papa menyuruhku melamarnya!,astaga mimpi apa aku semalam!" Gumamku dalam hati.
"An Ayo!''.
"Tapi bu,Anita gk mau nikah bu!".
"Hey jangan malu2in ibu An!".
Setelah cukup menguras emosi akupun nggak bisa berbuat apapun.
Dari kejauhan kulihat 2 pria yang sedang duduk diruang tamu yang hanya terlihat dari belakang,itu pasti papanya dan anaknya.
"Pak kenalkan ini Anita!".
Mereka berdua pun berdiri.
Deg! Begitu aku melihat wajahnya,kaget luar biasa,laki2 yang kukira datang siapa ternyata dia?.
Ibukupun tak kalah terkejutnya sama denganku.
"Lohh Nak Wisnu?".
"Malam tante!" Ujarnya.
"Ahh kalian udah saling kenal?" Tanya papanya Wisnu.
"Ya,Pak,nak Wisnu sering main kerumah!,tapi saya benar2 gak tau kalau Wisnu adalah anakmu Pak irawan!" Ujar ibuku.
Aku pun berusaha tenang dan positif thinking,siapa tau anak pak Irawan ini belum datang.
"Ehh Ayo duduk2,kita ngobrol2"ujar ibuku.
Aku memberanikan diri bertanya pada Pak Irawan.
"Pak,anaknya mana?" Tanyaku.
"Lah itu dekatmu!'.
"Apah?,jadi benar Wisnu adalah lelaki yang akan dijodohkan denganku!" Gumamku dalam hati.
Kulihat Wisnu sejak daritadi diam saja,masih mencerna kejadian detik ini.
"Bu,aku ijin keluar sebentar ya bu!" Ujarku.
Aku menatap bintang dilangit,beralona indah diangkasa sana,tapi suasana tak sama seperti hatiku saat ini.
"Bu,pak Wisnu keluar dulu ya!" Ujarnya.
''Ahh ya" .
"Mereka pasti masih canggung ya Pak!''.
"Iya,tapi ntar juga terbiasa!".
Aku menghampiri Anita yang duduk dibangku kecil ditaman depan rumah miliknya.
"Om?" Tanyaku sedikit ragu.
"An,aku mau ngomong!" Ujarnya.
"Mungkin semesta ingin kita bersama,apa kamu mau hidup samaku?" Tanyanya.
"Apah?".
"Aku nggak habis pikir aja,dan intinya aku nggak ngerti dengan semua ini,nyatanya aku nggak pernah ada perasaan apa2 samamu!" Balasku.
"Aku tau,aku nggak pantes buat kamu An,tapi gimana dengan orang tua kita?" Tanyanya.
"Aku nggak tau Om!" Ujarku.
"Yaudah ayo kita masuk,kita bicara didalam!".
"Ehh gimana?,apa yang kalian obrolin?" Tanya papaku.
"Lebih baik kita kenal aja dulu Om,lagipula kita belum terlalu dekat!" Ujarku.
"Iya pah,lagipula kita juga harus bisa memahami satu sama lain!" Sambungnya.
"Oo ya gpp,papah tunggu kabar baiknya kapan kalian siap kepelaminan!" Ujarnya.
(Menghela Nafas).
"Anita,kamu nggak mungkin nikah sama om2 ini,nanti kmu harus berusaha buat putus ok!" Gumamku dalam hati.
"Yaudah kita pamit dulu ya".
"Ya pak Irawan" ujar ibuku.
..
"Gimana kamu cocok nggak?" Tanya papaku.
"Cocok si cocok pa,tapi papa tau nggak aku mati kutu,bingung harus ngapain!" Ujarku didalam mobil.
"Iya,namanya juga cinta!" Ujar papaku.
"Aku nggak tau kalau Anita adalah calon istriku pah,dan baru saja kemarin aku ditolak cintaku didepan umum!" Ujarku mengusap wajahku yang masih saja tegang.
"Benarkah?,hahaha lantas kenapa itu bisa terjadi nak?".
"Anita menganggapku adalah Om nya pah,semula aku pikir dia juga punya perasaan sama denganku tapi ternyata kusalah!" Jawabku.
"Bahh,berati Anita itu jodohmu nak,barangkali dia menolak cintamu tapi dia tidak akan menolak jika kau adalah calon suaminya!" Ujar papaku.
"Kenapa papah bisa ngomong kyakgitu?".
"Biasanya wanita memang menginginkan laki2 yang tampan rupawan,seperti adikmu Deni!" Ujar papaku.
Memang ku akui adiku Deni jauh lebih tampan dariku,aku cuman modal tinggi dan kulitpun setidaknya tidak seperti orang negro,dibilang putih nggak putih dibilang hitam gk hitam!" Gumamku.
..
"Oo jadi anak pak Irawan itu Wisnu,kok ibu baru tahu ya,perasaan anaknya masih muda!" Gumam ibuku.
"Ibu si pake jodoh2in segala,pokoknya aku nggak mau ya bu nikah sama orang yang gak aku cintai!" Ujarku.
"Ehhh An,emang selama ini kamu nggak tau?".
"Ya nggak tau lah bu!" Ujarku.
__ADS_1
"Udahlah bu aku capek ".