
"Oya An ,besok kita foto Preweding,jadi kamu cuti aja ya!" Ujarnya tiba2.
"Apah?,aku kerja kan baru berapa minggu mana mungkin aku libur!" Gumamku.
"Tenang,aku dah ngomong sama bos kamu!" Ujarnya.
Tak lama kemudian akupun sampai kerumah,Wisnu pun tak mampir dia langsung pulang.
"Wisnu bagaimana dengan hubunganmu dengan Anita?" Tanya papaku.
"Aku akan tetap menikahi Anita pah!".
"Lantas apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu itu?" Tanyanya lagi.
"Aku udah yakin pah,bagaimanapun masalalu Anita dengan Deni,itu hnya masa lalu pah!".
"Papah setuju dengan pendapatmu,tapi apa Anita juga mencintaimu?".
"Kenapa diam ?".
"Papah tenang aja,Anita juga udah cinta sama aku pah,udah dulu ya besok aku harus bangun pagi menjemput Anita untuk preweding!"ujarnya.
"Ohh baiklah!".
"Slamat malam pah,good night!".
"Good night to you!".
Akhirnya akupun langsung tidur.
"Bagaimana mungkin aku bisa nikah sama kamu Wisnu?,sementara aku nggak cinta sama kamu!" Ujar Anita dipreweding.
"An,aku cinta sama kamu An,aku yakin seiring berjalannya waktu kamu bakal cinta sama aku!"ujarku.
"Nggak,ini namanya pemaksaan,aku nggak mau!" Ujarnya meninggalkanku.
"An,An!"teriaku.
Annn ..tunggu annn,awasss....
Huuyffffffttt keringat malam membasahi wajahku,ternyata itu hanya mimpi!,hufft!,akirnya aku minum dulu agar lega dan duduk sebentar.
"Semoga mimpiku tak jadi kenyataan!,gumamku dan jam menunjukan jam 2 malam kurang,akupun lanjut tidur lagi.
Aku merenung didalam kamar membayangkan apa yang seharusnya terjadi besok,rasanya berat sekali melewatinya,kenapa sih Wisnu memaksaku begini?,aku kan sama sekali nggak cinta sama dia?,ya Tuhan aku bener2 gk tau harus gimana?" Mataku masih saja nggak bisa terpejam sama sekali,astaga ini sudah jam 2 dini hari dan aku masih memikirkan hal konyol itu.
Jam 3 baru aku tertidur.
Pagi menjulang tinggi saatnya aku kerumah Anita.
"Asalamualaikum!".
"Waalaikumsalam,ehh nak Wisnu,ayu masuk2!" Ujar calon mertuaku.
"Iya bu,Anita mana?" Tanyaku.
"Ada dikamar!,oya nak hari ini preweding nya ya?".
"Iya bu,makanya saya jemput Anita.
"Oo yaudah ibu mau kepasar dulu yah,keburu siang panas!".
"Ya bu hati2!".
"O ya kalau lama tar panggil aja ya!" Ujarnya.
"Iya bu!".
Aku pun mengetuk pintu kamar Anita.
Tok tok tok..
Namun tak ada jawaban,setelah berulang kali aku mengetuk pintu tak ada jawaban,akupun menunggu sbentar siapa tau lgi dikamar mandi jadi gk denger.
15 menit berlalu,aku pun bosan,akhirnya aku kekamar Anita.
Ceklek..
"Ternyata gk dikunci" gumamku .
"Astagaa!" .
Ternyata Anita masih tidur,kudekati Anita yang tidur terlentang diatas ranjang kasur miliknya,kamarnya yang rapi dengan nuansa bunga itu,kulihat tidurnya masih nyenyak.
Bagaimana aku membangunkannya?" Gumamku lagi.
Maju mundur,maju mundur kakiku ragu2 mendekati Anita .
Namun akhirnya kuberanikan diri mendekati Anita yang tertidur pulas.
Wajahnya yang polos,bibir merona membuatku sedikit traveling ,hmmmm.
"An,An!" Ujarku.
"Hmmmm apa si bu?" Ujarnya masih belum membuka matanya.
"Dia kira aku emaknya kali!" Gumamku lagi.
"Bangun An!".
Kubuka mataku sambil mengulet,mataku tersentak ketika aku melihat Wisnu dihadapanku.
Kudorong keras Wisnu kebelakang.
"Iihhhhh Om,ngapain kekamar aku?,Om mau ngapa2in aku ya!" Ujarku.
"Nggak An,!".
"Bohong!,aku langsung menutupi seluruh tubuhku dengan slimut!".
"Nggak An,aku nggak bohong!".
__ADS_1
"Pergi2 Om pergi!" Ujarku.
"Hey dengerin aku An!" Ujarnya.
"Kenapa om nggak pergi2!" Ujarku.
"Astaga aku mikir apa sih!" Gumamku.
"Baiklah aku tunggu didepan kamu mandi dulu ya!" Ujarnya.
..
Sin beralih,akupun segera mandi,Ya Tuhan bisa bisanya Wisnu kekamarku tanpa ijin!" Gumamku.
Tak lama kemudian aku segera menemui Wisnu.
Ini sudah jam 9 pagi ternyata!.
"Ibu mana Om?" Tanyaku.
"Ibu kepasar!".
Melihatku yang hanya memakai dres kimono dengan style seadanya membuatku PD,tapi entah kenapa dengan pria ini malah bengong.
"An,kamu cantik banget!" Ujarnya.
"Hhh makasih!" Ujarku.
"Ayuk An berangkat!" Ujarnya.
Ya Tuhan kenapa lagi ini?,prewed?,aku blum siap!" Ujarku.
"Tunggu Om!".
"Apalagi!" Ujarnya.
"Om,aku kan nggak mau nikah om!,aku nggak mau!" Ingin rasanya aku menangis tapi entah kenapa aku nggak bisa.
"An,Om tau kamu nggak mau,tapi jangan sampai masalahmu Om bocorkan sama ibu!" Ancamnya.
"Astaga masalah ini lagi,ini lagi sebagai senjata!,harus gimana aku ini supaya lepas dari jeratan cinta om2 ini Tuhan!" Gumamku.
"Baiklah Om,dengan berat hati aku terima semua ini!".
"Mana cincinnya?,pake!" Ujarnya mendekatiku.
Aku pun mengambil cincin itu dari lemari tumpukan bajuku.
Aku bernafas berat saat ku keluar dari kamarku.
"Kalau kupakai cincin ini,otomatis Om2 itu !" Ahh pikiranku nggak tau kemana,Tuhan tolong aku,aku nggak mau!".
"Ini Om!" Ujarku menyerahkan.
"Sini kupakaikan,mulai detik ini kamu sudah terikat pertunangan sama aku,ity artinya sebagian yang ada dalam diri kamu sbentar lagi akan jadi milik aku!" Ujarnya .
"Ingin rasanya aku menangis sekencang kencangnya,mendengarnya bicara membuat bulu kudukku merinding!".
Didalam mobil hanya sesal dan sesak didada yang kurasa,kenapa Tuhan begitu baik padanya?,sementara aku masih ragu dan gak punya rasa apa2.
Difoto preweding pun aku merasa sedih,kenapa seperti ini,aku harus pura2 bahagia untuk hari ini hanya untuk menutupi hatiku pada orang2 yang ada disesi pemotretan ini.
"An,senyum dong!" Ujarnya.
"Nahh gitu dong!" Ujarnya.
Selesai pemotretan aku pun terdiam membisu ,membayangkan!.
"Sayang aku pergi dulu yah cari makan,habis itu kita makan siang tar pulang sore!".
"Akupun mengangguk!".
Tak sengaja kudengar pembicaraan fotografer dengan satu rekan kerjanya yang sedang mengedit fotoku.
"Kok foto calon mempelai wanitanya kayak gk ada bahagia2nya ya bro!" Ujarnya.
"Iya malah mau nangis!".
"Tapi ada si bberapa foto yang mendingan,ini si parah banget kayak gk suka sama cowoknya!" Gumamnya.
"Hushhh!".
..
Tak lama kemudian Wisnu datang.
"Yok makan dulu!."
"Kamu kenapa sih mlamun aja An!" .
"Nggak papa lagi Om,!".
Setelah itu kamipun pulang.
"Loh ngapain Om brenti!".
"Kamu kenapa diam aja dari pagi An?".
"Aku nggakppa!" .
Tiba2 Wisnu mencium bibirku.
"Cuuup muahh!".
"Om!,sentakku.
"Jangan keterlaluan yah!".
"Kalau kamu diem terus jangan salahin aku klo aku bakal nyiumin kamu ya!" Ujarnya malah meledek.
"An!,tatap mataku!,aku sangat cinta sama kamu,tolong kamu belajar buat mencintaku!".
__ADS_1
Diliat dari dekat Wisnu lumayan macho juga!astaga,kenapa denganku.
"An!"panggilnya lagi.
"Cinta itu nggak harus belajar Om!".
"Tapi kamu sebentar milikku!".
Hari ini benar2 membuatku berasa pusing 7 keliling!.
Sesampainya dirumah aku terkejut ada ramai banyak orang,ada apa ini?.
"Lohhhh ada apa ini?" Gumamku bingung.
Terdapat bendera kuning didepan rumahku.
Setelah kumasuk kerumah betapa terkejutnya aku melihat ibuku yang terbujur kaku,yang sudah dibungkus kain kafan.
"Bu apa sebenarnya yang terjadi?" Tanyaku,kupeluk ibuku ,ku rengkuh ibuku.
Aku menangis histeris tak dapat kutahan air mataku,tanpa kusadari aku menyandar pada Wisnu.
"Sabar ya An!,masih ada aku!" Ujar Wisnu.
Saking syoknya aku tak sadarkan diri.
"An!,bangun An" .
"Pah apa sebenarnya yang terjadi?" Tanyaku.
"Ibunya Anita kecelakaan dan mengakibatkannya meninggal,dan orang yang nabrak itu melarikan diri!,papah juga tau tau pas papah mau membicarakan pernikahanmu dengan Anita,yang kebetulan pas kecelakaan itu terjadi dan yang mengangkat polisi,krna menghubungi Anita nomornya tdak aktif!" Ujar papaku.
"Astaga!" Gumamku.
"Oya Wisnu kamu temenin Anita ya,kasian dia!,dia pasti butuh kamu!" Ujar papaku.
"Iya pah!".
Beberapa jam kemudian akupun siuman.
"Om Wisnu?" Ujarku.
"An,kamu udah sadar?".
"Ibu mana Om?,ibu mana?" Tanyaku masih tak menyangka kalau ibuku sudah tiada.
"Sabar ya An,ini semua ujian!" Ujarnya memelukku.
"Hiks hiks hiks nggak om,ibu nggak boleh ninggalin aku,aku nggak mau ditinggal ibu!".
"Cup2 sabar yah kamu pasti bisa melewatinya!".
Aku seperti kehilangan gairah hidup,sudah berhari2 sejak kepergian ibu aku tak nafsu makan kerjaanku menangis terus.
"Makan dulu An,ntar sakit!" Ujar Wisnu.
"Biarin Om,biarin aku sakit,biarin aku sama ibu, hiks hiks!" Ujarku menahan tangis.
"Sabar ya ,masih ada Om yang akan selalu ada buat kamu!".
Ini hari ke 4 setelah ibuku meninggal,kabar yang kudapat ibuku meninggal krna kecelakaan,dan mengakibatkan meninggal,sementara orang yang menabrak melarikan diri begitu saja!.
Sadis ,memang sadis,tapi polisi masih mencari pelakunya dan kuharap pelakunya segera tertangkap dan mendapatkan hukuman yang stimpal.
"Bibi Hanum?" .
"Anita!".
"Siapa dia An?".
Belum juga kujawab Wisnu sudah menyapa bibiku.
"Saya Wisnu bu,calon suami Anita!".
"Oo iya,salam kenal yah nak Wisnu!".
"An maaf ya bibi baru tau kabar ibumu kemarin,turut berduka yah An,semoga kamu diberikan kekuatan!".
"Iya bi makasi!" Ujarku.
"Oya An,ibumu menitipkan ini buatmu!".
"Apa bi?" Tanyaku.
"Bibi nggak tau,kamu baca aja!" Ujarnya.
Ternyata itu surat wasiat ibu,dan ternyata isinya cukup membuatku terkejut!.
An menikahlah dengan Nak Wisnu,dia pemuda yang baik,bertanggung jawab.
Ibu sudah tau tentang masalahmu dengan Deni Wirawan dan tentang pekerjaanmu yang kerja ditoko semula ibu sangat marah padamu,tapi krna nak Wisnu membelamu,dan minta jangan marahin kamu jadi ibu rasa itu tidak penting asal Wisnu sama kamu .
Nak,Wisnu sangat mencintaimu An,belajarlah mencintainya.
Jadilah istri yang baik untuknya,istri yang patuh dan berbakti.
Tak terasa air mataku terjatuh,kulihat Wisnu yang duduk didepanku.
"Makasi ya bi!" Ujarku.
"Iya yaudah bibi pamit dulu ya ,soalnya mau njemput Hans sekolah!".
"Iya bi!".
"Ahh nak Wisnu titip Anita ya jaga dia baik2!" Ujarnya.
"Iya bi,pasti!" .
"Om!" Kupeluk Wisnu,aku merasa bersalah padanya,mungkin selama ini aku buta dan nggak punya perasaan padanya.
"Makasi ya Om untuk semuanya!" Ujarku.
__ADS_1
"Iya An,sama2!".