
gadis cantik dengan penampilan kasual sedang mengendarai mobilnya menuju butik tempatnya bekerja.
dia bukan bekerja sebagai karyawan tapi dia adalah bos nya. jalanan hari ini tidak terlalu ramai oleh pengendara mungkin karena sudah siang.
Beauty Butik
gadis itu masuk kedalam butik itu, dia di sambut dengan hangat oleh para karyawan yang lain.
" selamat pagi bu zahra " sapa mereka.
yah wanita itu adalah zahra aqila , seorang anak yatim piatu yang besar di panti asuhan, namun dengan kerja keras dia berhasil menjadi sukses.
" yah selamat pagi " balas zahra seadanya.
zahra masuk ke ruangannya di ikuti dengan asisten pribadinya. asisten pribadi zahra adalah fifi nurandini, biasa di panggil fifi.
zahra duduk di kursi kebanggaannya. dia melihat ke arah fifi . fifi yang mengerti maksut dari zahra langsung memberi sebuah map.
zahra membacanya dan mengangguk angguk.
isi jadwal nya
***jam 11 . 00 seorang kline meminta untuk bertemu membicarakan tentang desain baju.
jam 13.00 akan ada pertemuan untuk merekrut desainer baru.
jam 14.00 akan ada seminar yang harus di datangi.
jam 15.30 anda di minta datang kerumah seorang pelanggan yang ingin melihat desain dari butik kita.
zahra menutup map itu dan mulai mengambil HP nya.
" ini sudah jam 10.30 berarti masih ada 30 menit sebelum orang itu datang dan membicarakan soal desain nya... "
" haaah sangat melelahkan " keluh zahra.
" pergilah di aku ingin sendiri " perintah zahra.
fifi pergi dari ruangan zahra. melihat fifi yang sudah keluar dari ruangannya membuat raut wajah yang tadi biasa saja berubah jadi sangat menyedihkan.
"kenapa aku harus mengingat pria brengsek itu sih " gumam zahra dengan sedikit berkaca kaca.
zahra mengingat dulu kekasihnya vino, pria yang sangat di cintainya. bahkan sampai sekarang zahra masih mencintai vino sepenuh hati, berkhianat padanya. sungguh ini sangat menyakitkan bahkan dulu zahra sangat terpuruk untung ada fifi yang selalu menyemangati. zahra ingat betul bagaimana hubungannya dulu bersama vino. hubungan mereka adalah hubungan paling romantis yang ada di kampus, bahkan waktu promnight mereka di nobatkan sebagai pasangan teromantis. pasangan yang sudah menjalin hubungan lebih dari 3 tahun, pasangan yang hubungan tererat itulah yang di katakan orang orang. bahkan ada yang bilang mereka akan sampai ke jenjang pernikahan. tapi lihatlah apa ini, mereka putus ketika mereka sudah hampir ke jenjang pertunangan. zahra dan vino putus karena vino yang berselingkuh dengan vanya , sahabat dari zahra. zahra memergoki mereka sedang berkencan di sebuah restoran disitulah zahra langsung memutuskan hubungannya dan vino.
__ADS_1
mengingat itu semua cairan kristal tumpah mengalir dengan derasnya.
'Tuhan kenapa kau tak adil padaku... hiks... kau sudah... mengambil kedua orang tuaku... hiks... dan sekarang kau juga mengambil orang yang... hiks... kucintai... permainan macam apa ini... ' lirih batin zahra
tok tok tok
zahra segera menghapus air matanya, mengelapnya dengan tisu basah dan mengembalikan raut wajah menjadi seperti biasa.
" masuk " suara serah zahra terdengar.
masuklah fifi keruangan itu, fifi datang tak sendiri tapi bersama dengan seorang kline.
mereka berbincang bincang tentang desain apa yang ingin di gunakan. zahra mendengarkan dengan baik, dia juga mengajukan sedikit ide yang terlintas di kepalanya.
tak terasa akhirnya pertemuan itu pun selesai. zahra bangkit dan menyalami kline itu.
setelah nya zahra mengikuti semua jadwal yang di atur oleh fifi. sebenarnya jadwal zahra sangatlah padat tapi fifi bisa mengendalikan agar bos nya itu tidak tertekan dan bisa beristirahat dengan cukup
jam 15.00
zahra keluar dari keramaian orang, zahra habis selesai dari acara seminar.
" fi apa lagi jadwal ku " tanya zahra dengan lesu pada fifi
" kita akan menemui kline mbak, sebaiknya kita pergi sekarang soalnya perjalanan dari sini kerumah kline itu mencapai setengah jam. " tutur fifi menjelaskan dengan sopan
kediaman dirgantara
mobil zahra berhenti di depan gerbang, satpam yang berjaga menghampiri mobil zahra.
" ada yang bisa saya bantu nona? "tanya satpam itu sopan.
" kami ingin bertemu dengan nyonya Dirga, dan pak kami sudah buat temu janji "jelas fifi tak kalah sopan dan ramah.
" tunggu dulu nona, saya akan menghubungi nyonya dulu " ucap satpam itu, sepertinya satpam itu belom percaya dengan ucapan kami.
satpan itu pun menelepon nyonya nya. tak berapa lama satpam itu kembali.
" nona silakan masuk, nyonya sudah menunggu. maaf telah menghambat " satpam itu tersenyum ramah
" iyah pak tak apa "fifi melanjutkan masuk kedalam rumah.
zahra dan fifi masuk ke rumah mewah itu, ada bercak kekaguman untuk ke indahan rumah ini.
__ADS_1
" kalian sudah datang "
sebuah suara mengagetkan zahra dan fifi yang sedang mengagumi isi rumah itu.
" eh... i.. Iyah nyonya " jawab fifi terbata bata.
" silahkan duduk " nyonya Dirga menyuruh zahra dan fifi duduk
"terimakasih nyonya " ucap zahra dan fifi bersamaan.
" baiklah , saya memanggil kalian karena saya ingin butik kalian membuat baju untuk keluarga saya. " jelas nyonya Dirga
fifi mengangguk paham , sedangkan zahra masih diam tak merespon.
" jadi saya akan membuat pesta untuk aniv saya sama suami saya, kami sekeluarga ingin memesan baju yang di buat oleh butik kalian... bla.. bla... bla... bla " jelas nyonya Dirga dengan panjang lebar dan jangan lupakan nada tergasnya.
" baik nyonya saya mengerti, butik kami akan menyiapkan baju terbaik untuk nyonya sekeluarga " ucap fifi dengan tegas , tapi terkesan sopan
zahra sedari tadi diam saja, entah apa yang merasuki nya hingga dia hanya diam tak bergeming sedikit pun.
nyonya Dirga menatap zahra dengan tajam dan juga sangat intens, tapi zahra masih tak bergeming. fifi yang melihat itu seterah menyenggol tangan zahra.
zahra tersentak kaget, dia menatap kesana dan ke mari. keringat dingin juga mulai mengguyur wajah cantiknya.
zahra yang melihat nyonya Dirga yang menatapnya dengan tajam dan juga sinis, bulu kuduk nya berdiri. zahra mengontrol raut wajahnya dengan cepat.
"nyonya maafkan saya yang tidak fokus pada penjelasan anda. saya... " ucapan zahra terpotong oleh teriakan seseorang.
"MAMI....I'M BACK " teriak orang itu. jujur teriakan itu sangat menggegar
orang itu memeluk nyonya Dirga, nyonya Dirga juga membalas pelukan itu, bisa di simpulkan bahwa dia anak bungsu nyonya Dirga.
" sayang kamu udah pulang ? kok cepet? " tanya nyonya Dirga bertubi tubi.
" ih mami ini gimana sih, aku pulang telat di marahin, aku pulang cepat juga di marahin mami mau nya apa sih " orang itu ngambek pada nyonya Dirga
orang itu adalah Arya dirgantara putra bungsu dari keluarga dirgantara. dia seorang siswa SMA kelas akhir. Arya anak yang nakal, jahil, dan juga bad boy. semua siswa mau pun siswi takut dengan Arya karena jika seseorang mencari gara gara dengan Arya tamat lah sudah riwayatnya. oleh karena itu Arya anak yang disegani dan di takuti di sekolahnya.
"Arya sayang maksut mami bukan gitu, " nyonya Dirga mencoba menjelaskan tapi putranya itu tidak ingin mendengarkannya.
Arya ngambek dan membuang wajahnya ke arah berlawanan dengan maminya, hingga matanya sampai menatap zahra.
' ,siapa mbak cantik ini, aduh jantungku kok deg degan yah' batin Arya , secara refleks dia memegang jantungnya.
__ADS_1
mata Arya tak lepas dari zahra, hingga membuat zahra merasa tak nyaman.
' nie bocah matanya mintak di congkel 'batin zahra.