
' mama sama anak sama aja ' batin zahra kesal.
zahra ngedumel dalam hati melihat tingkah Arya dan tante yolanda.tapi dia gak bisa secara langsung memperlihatkan kekesalannya.
'dunia serasa milik berdua ' batin zahra sambil menatap Arya dan tante yolanda dengan malas dan muak.
mereka berdua asik sendiri dengan dunianya hingga membuat zahra semangkin jengkel sendiri.
" tante saya permisi, soalnya sya ingin segera menyiapkan desain yang nyonya pesan " tutur zahra
"kamu belum mengkur badan kami " ujar tante yolanda
" iyah tante, tapi saya juga belom menyelesaikan desainnya. saya baru menyelesaikan beberapa desain, dan saya juga belom tau tante ingin menggunakan desain yang mana " jelas zahra dengan sabar.
" benarkah? bagaimana selesai kita sarapan bersama kita ke butik mu " usul tante yolanda
" mi, Arya harus sekolah hari ini. gak bisa besok aja apa!! Arya kan hari ini ulangan harian, coba aja enggak Arya bakal bolos kayak semalam " cemberut Arya.
" hmmm kamu kan bisa nyusul " ujar tante yolanda dengan santai.
zahra yang mendengar ucapan tante yolanda dengan santai melotot tak mengerti bagaimana pola pikir tante yolanda.
' ada yah ibu ibu kayak gini ' pikir zahra sambil menggeleng geleng kecil.
"bener juga kata mami kan bisa nyusul, lagian sekarang aku gak ngerti. aku belum ada belajar " ujar Arya dengan semangat.
zahra semangkin bingung dengan pola pikir keluarga dirgantara yang terkenal dengan ketegasan dan yang lainnya.
zahra hanya bisa menggeleng geleng kecil sana melihat tingkah laku keluarga dirgantara yang tidak di ketahui orang lain.
'ternyata keluarga yang di kenal tegas bobrok ' batin zahra.
mereka sarapan bersama, meja makan terasa hening karena semua larut dengan pemikirannya masing-masing
' aduh sayang, jangan kayak gitu makannya, kamu itu tambah cantik banget. jantung aku aja gak karuan jadinya. ' batin Arya
Arya curi curi pandangan dari sudut ekor matanya. dia mengamati zahra secara sembunyi sembunyi.
'astaga anakku sudah dewasa, bahkan dia bisa melirik wanita dengan sangat ahli ' batin tante yolanda sambil terkikik geli melihat tingkah anaknya.
__ADS_1
zahra hanya dia karena dia asik sama makanan yang ada di hadapannya jadi dia tak terlalu memikirkan sekeliling. sekarang yang ada di pikirannya cuman 'makanan ini enak'
'nanti aku tanyak resepnya apa ah. enak banget ini ntar aku suruh koki di rumah masak kayak gini ' batin zahra.
...•°•°•°...
zahra sudah ada di butik, dia di butik dengan karyawannya. karena masalah mendesak tante yolanda tidak bisa melihat hasil desain yang di buat.
zahra sedang asik asiknya membuat desain baju, dia juga sudah menyelesaikan desain untuk keluarga dirgantara.
keluarga dirgantara hanya berjumlah 3 orang jadi tidak terlalu banyak membuang waktu. dia sudah menyesuaikan menurut konsep dan yang lainnya.
tok tok tok
" masuk " jawab zahra yang sedang asik dengan gambar desain nya.
orang itu pun masuk kedalam ruangan zahra.
" mbak, hari ini mbak ada temu janji " ujar fifi. yah orang yang masuk adalah fifi.
" sama siapa di, kalo kayak kemarin lagi mbak gak mau " tolak zahra mentah mentah.
" nama? "tanya zahra sambil menatap fifi
" namanya pak Toni dan ibu sania mbak " jawab fifi seadanya
" oke kamu atur aja " ujar zahra dan kembali membuat desain baju yang sedang terlintas di kepalanya.
...•°•°•°...
zahra dan fifi baru saja selesai temu janji dengan pak Toni dn ibu sania. kali ini permintaan dari pengantin wanita sangat merepotkan buatnya.
zahra sangat lelah mendengar celotehan dari ibu sania. dia terus saja berbicara tentang segala hal bahkan zahra tak tau apa yang sedari tadi sania bicarakan, yang zahra tau sania sedang berbicara tentang pakaian yang akan dia kenakan pada hari pertama nikah sampai acara puncak.
zahra berpikir apakah menikah sangat sesulit itu, ah dia tak pernah membuat gaun atau melihat proses dari acara pernikahan dari awal hingga akhir. karena zahra selalu datang di puncak acara saja.
bahkan ketika temannya menikah zahra hanya datang di acara puncak saja. dia terlalu sibuk dengan dunianya hingga tidak terlalu peduli dengan dunia orang lain.
ini lah zahra yang sekarang. zahra yang hanya mengenal dunia milik dirinya sendiri tanpa ingin mengetahui dunia milik orang lain.
__ADS_1
semua ini terjadi juga karena masa lalunya. masa lalu yang membuat zahra berubah 180 ° . bahkan banyak dari teman teman zahra yang kaget dengan sifat zahra yang sekarang.
" mbak mau mampir dulu ketempat lain atau balik langsung ke butik? " tanya zahra sambil mengemudikan mobil.
" langsung ke butik aja, jangan lupa nanti bawakan makanan yah keruangan " perintah zahra. fifi membalasnya dengan anggukan saja.
suasana menjadi hening hanya alunan musik yang terdengar. alunan yang begitu indah, suara yang memiliki ciri chas tersendiri, suara yang memiliki suatu sifat yang bisa membuat seseorang tenang.
...•°•°•°...
zahra turun dari mobil dan langsung masuk kedalam butik. dia terkejut karena isi dari butiknya adalah segerombolan anak SMA yang seperti baru pulang dari sekolah, karena mengingat ini sudah jam 3 sore.
" apa yang kalian lakukan disini ? " tanya zahra dengan dingin dan datar.
" sayang kau sudah kembali " panggilan melengking dari Arya membuat zahra melotot horor kearahnya.
" yak bocah berhenti memanggilku dengan embek embel sayang " ketus zahra sambil menatap tajam ke arah Arya.
" bos, apakah ini yang akan menjadi calon istri yang kau bilang itu? " tanya salah satu dari mereka yang bernama amran.
zahra dan para pegawainya menaikkan alis mereka tak mengerti.
" iyah" jawab Arya singkat
" dia sangat cantik dan galak, dia memang pantas menjadi calon istri mu bos, iyah kan" pinta salah satu anak yang bernama ziko.anak yang lain mengangguk pertanda setuju dengan ucapan anak itu.
" apa yang kalian bicarakan? " tanya fifi tak mengerti.
"kakak cantik, " panggil salah satu amran lalu berjalan ke arah fifi.
" dia adalah calon istri dari bos kami " jelasnya sambil merangkul fifi dan menunjuk zahra.
" ck. buang waktu. bocah pergilah sebelum aku abis kesabaran dan mem buat diri mu tak bisa jalan selama seminggu " usir zahra dengan dingin dan datar.
" sayang, kenapa aku harus pergi kalau kau ada disini " jawab Arya tenang dan langsung pergi masuk keruanga zahra.
zahra yang melihat Arya masuk pun melotot dan segera menyusul Arya.
ketika zahra masuk dia sudah melihat Arya yang tidur selonjoran di sofa dengan sangat santai. dia tak habis pikir dengan tingkah bocah yang ada di depan nya saat ini.
__ADS_1
'kenapa dia sangat suka membuat ku kesal ' batin zahra kesal dan mengumpati Arya dengan segala umpatan.