Cintaku Lebih Besar Dari Galaksi Bima Sakti

Cintaku Lebih Besar Dari Galaksi Bima Sakti
03 . sabar


__ADS_3

' gue kurang ganteng apa yah? 'batin Arya dengan lirih


zahra melihat ke arah Arya dengan tajam dan tak lama ponselnya berdering.


" hallo"


" hallo zahra, ini tante yolanda. "


" Iyah tante ada apa ? "


" tante cuman mau bilang hari ini tante nitip anak tante yah, si Arya "


" maksutnya "


" kamu tolong jagain Arya, dan juga nanti tante akan jemput dia di rumah kamu aja yah, soalnya tante pulangnya malam banget "


" bukannya dia bisa main sama kawannya yah tante, atau dia bisa tinggal di rumah. "


"kalau main sama temannya tante takut dia bakal jadi nakal dan buat masalah, kalau di rumah dia bisa aja panggil kawan nya di rumah terus buat ancur rumah tante, tante mohon yah kali ini aja "


"huuh baiklah tante "


"makasih banyak yah sayang "


tut tut tut


panggilan berakhir , zahra meletakkan kembali ponselnya. zahra menatap bocah sma yang dari tadi diam aja dengan raut wajah lesu nya.


' nie bocah kesambet kali yah ' batin zahra sambil menatap intens


zahra mendekat ke Arya yang menunduk lemas dan lesu. zahra mengangkat sebelah alisnya tanda bingung.


" kau kenapa? "tanya zahra datar dan dingin


" aku... hiks... hiks... hiks.. " Arya menangis tersedu sedu


zahra yang mendengar isakannya langsung menbulatkan matanya dan kalang kabut.


' nie bocah napa nangis dah, haduh kesabaran gue di uji ini ' batin zahra


zahra berinisiatif mengelus kepala Arya, Arya yang mendapatkan elusan dari kepalanya pun mendongak.


' asik di elus sama calon istri ' batin Arya senang


mata mereka bertemu satu sama lain, lama mereka bertatapan hingga zahra memutuskannya.


" sudahlah jangan menangis, dasar bocah masak sudah besar masih menangis " ledek zahra dengan sedikit kekehan.


Arya yang di ledek mengerucutkan bibirnya. dia kesal sama zahra, zahra sama kayak mamanya pasti ngeledekin dia.


haha... zahra tertawa melihat Arya yang seperti anak kecil. awal bertemu Arya dia juga kayak gitu, tapi ini dia lebih menggemaskan.


"jangan tertawa " ucap Arya ketus


'ternyata bocah ini bisa ketus juga... hahaa... ' batin zahra tertawa

__ADS_1


zahra memberhentikan tawanya, lalu memandang intens lagi pada Arya.


" bukannya ini hari Kamis, ini masih waktu mu sekolah tapi kenapa kau malah datang ke butik ku ? " tanya zahra curiga.


"mami pergi ada urusan, aku tak bisa jika pulang ke rumah tidak ada mami, dan juga mami sudah mengizinkan aku tidak sekolah apa masalahnya " ketus Arya dengan kesal.


" ah baiklah, apa kau marah "tanya zahra sambil menatap penuh pada Arya.


Arya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan yang seharusnya tidak di tanyakan.


" yah sudah pergilah dari sini " usir zahra dengan santai


Arya membelalakkan matanya kaget, dia tak percaya dengan apa yang di katakan zahra.


' apa apaan ini, bukankah seharusnya dia membujukku agar aku tidak marah 'batin Arya


zahra berjalan menuju kursinya dan duduk disana, dia mengeluarkan kertas dan juga pensil.


Arya masih berdiri karena syok, setelah berhasil mengendalikan diri dia berjalan ke arah zahra yang asik mencoret coret seperti menggambar.


" kau tak membujukku? "tanya Arya tak percaya akan tingkah zahra


" tidak " jawab zahra singkat padat dan jelas tapi sangat menusuk di hati.


"hiks... hiks... hiks.. kau.. hiks... jahat " Arya menangis sambil duduk dan menendang nendang


" HUAAA... MAMI.... HIKS... HIKS... HIKS.. " teriak Arya dengan kencang hingga membuat gendang telinga zahra hampir pecah.


" HUAAA MAMI.... HIKS... HIKS... MAMI... " teriak nya lagi


zahra menunduk dan melihat Arya yang menangis layaknya anak kecil, sungguh ke sabaran nya sedang di uji.


" HUAAA MAMI... HIKS... HIKS.. HIKSS.. HUAAA... " tangis Arya dengan kencang


" diam lah aku akan menuruti apa pun yang kau mau " ucap zahra spontan.


Arya yang mendengarnya pun berhenti menangis, Arya menatap zahra dengan minat.


" benarkah? "tanya Arya mencoba menyakinkan


" iya aku akan menuruti apapun yang kau mau, asal kau tak menangis " ujar zahra dengan mengelus kepala Arya.


Arya diam lalu mengangguk, dia menghaous air matanya, dia juga ingin mengelap ingusnya yang keluar karena menangis tapi di hentikan oleh zahra.


zahra mengambil tisu yang ada di tas selempang nya. zahra memberikan tisu itu pada Arya.


Arya mengambil dan mengelap ingusnya dengan itu.zahra memandang Arya dengan sedikit jijik.


" ayo " Arya berdiri lalu menggenggam tangan zahra.


Arya menarik tangan zahra agar zahra mengikutinya, tapi zahra malah menahan dan tetap diam di tempat.


Arya menoleh kebelakang dan melihat ke arah zahra yang memandang Arya dengan bingung.


" kau bilang akan melakukan apapun yang ku minta " ucap Arya dan di angguki oleh zahra

__ADS_1


" kalau gitu ayo ikut aku makan, aku lapar " tambahnya dengan nada merengek.


zahra mengangguk mengerti, zahra melepas genggaman Arya dengan pelan lalu mengambil tas selempang nya.


" ayok" sekarang zahra yang menggenggam tangan Arya.


Arya tersenyum senang dengan perlakuan zahra. mereka keluar dari butik dan pergi ke tempat makan.


zahra meninggalkan butik karena sudah ada salah satu karyawan yang sudah datang.


...restoran ...


mereka sudah sampai di restoran yang di tuju. masih sunyi, tapi restoran ini sudah buka.


zahra dan Arya mencari tempat di pojok dekat jendela yang kalau kita menatap ke jendela akan menemukan jalanan yang ramai orang.


" selamat pagi, nona dan tuan. mau pesan apa "tanya pelayan itu dengan menyodorkan menu makanan.


Arya membuka buku menu tapi tidak dengan zahra dia malah membuka ponselnya.


" saya pesan sate kambing 25 tusuk dan sate ayam juga 25 tusuk . minumnya teh es aja satu "


Arya menutup buku menu dan juga meletakkannya kembali.


" baiklah pesanan sudah di catat, mohon tunggu sebentar. "


pelayan itu pun pergi meninggalkan zahra dan Arya. Arya kesal dengan zahra yang asik main ponsel terus.


Arya mengambil ponsel itu dengan cepat lalu menyembunyikan ponsel itu di sakunya.


" apa ponsel itu lebih menarik dari calon suami mu ini sayang " tanya Arya dengan sedikit mengoda.


jangan lupakan tatapannya itu membuat zahra bergidik ngeri.


" kembalikan " ucap zahra dengan datar


" tidak mau , calon suami mu ini tidak mau di angguri " ucap Arya sambil mengerucutkan bibirnya.


zahra memutar bola matanya malas dengan tingkah Arya yang seperti anak kecil.


' zahra bersabarlah 'batin zahra sambil mengelus dadanya supaya sabar.


" baiklah kembalikan ponselku, aku tidak akan menganggurimu " zahra mengulurkan tangannya.


Arya menatap tangan itu kemudian menatap mata zahra, dia menatap zahra dengan penuh selidik.


" kau berjanji " ujar Arya tak percaya


" Iyah aku janji " zahra mengeluarkan jari kelingking nya sebagai pembuatan janji.


Arya dengan senang hati menerimanya, Arya menyatukan jari kelingking mereka, pertanda persetujuan dari dua belah pihak.


Arya tersenyum lalu, mengeluarkan ponsel zahra dan memberikannya. makanan yang di pesan Arya datang.


zahra terbelalak tak percaya, makanan ini sangat banyak, ada 50 tusuk sate yang ada di meja mereka dan juga satu teh es.

__ADS_1


zahra menatap Arya yang sedang asik memakan makanan itu dengan lahap. zahra menggeleng geleng kan kepalanya .


' aku harus membeli banyak banyak kesabaran. ' batin zahra


__ADS_2