
' nie bocah matanya mintak di congkel 'batin zahra.
zahra menatap tajam ke arah Arya , tapi Arya malah semangkin menatap wajah zahra dengan kagum. jantung Arya bahkan berdetak lebih kuat dari biasanya.
' mi jantung Arya mau copot mi, ' batin Arya
" ehem " dehen nyonya Dirga
zahra yang sedang menatap tajam ke Arya langsung mengalihkan atensinya, Arya pun sama cepat cepat dia menatap maminya.
"mi mbak ini siapa? " tanya Arya pada maminya dengan sangat antusias dan semangat.
nyonya Dirga menaikkan alisnya satu, dia menatap curiga pada putra bungsunya.
"mami kenapa natap Arya kayak gitu sih " cemberut Arya sambil memalingkan wajahnya.
sikap Arya sangat seperti anak kecil yang tak di kasih permen. fifi dan nyonya Dirga terkekeh pelan. sedangkan zahra dia hanya menatap tajam ke arah Arya.
"aduh anak mami, jangan cemberut gitu dong. gantengnya nanti ilang loh " goda nyonya Dirga
" iiih mami " rengeknya pada nyonya Dirga
zahra yang malas melihat drama keluarga ini pun langsung meminta izin untuk pulang.
"maaf nyonya jika saya mengganggu anda dan anak anda, tapi mohon maaf karena saya harus segera kembali ke butik " ujar zahra dengan tegas tapi tetap ada sopan santun didalam nya.
" ah Iyah,,, tapi jangan pernah panggil saya dengan sebutan nyonya, panggil aja tante yolanda " tante yolanda tersenyum manis.
' apa apaan ini, tadi dia menatapku dengan sinis dan tajam sekarang malah tersenyum manis ' batin zahra bingung
"Iyah nyo... eh tante.. " ucap zahra terbata bata.
tante yolanda terkekeh geli melihat tingkah zahra. zahra dan fifi pun pamit dan pergi meninggalkan rumah dirgantara.
" ma tadi itu siapa? "tanya Arya penasaran
" dia... " omongan yolanda berhenti dan menatap anaknya dengan intens
"kenapa tiba tiba kamu bertanya ar ? " tanya yolanda pada anak bungsunya
" em, kalo Arya bilang Arya sukak sama mbak itu mami bakal ngapain? "tanya Arya ragu ragu.
" eeemmm menurut mami.. " yolanda menaruh telunjuknya di dagu, dia menirukan orang berpikir.
" dia cantik, baik, cuman dia sedikit pendiam, kalo bicara juga tegas , mami suka sama yang tegas tegas, mami setujuh deh " jawab yolanda yang membuat Arya tersenyum cerah.
" jadi mi, nama mbak nya sapa? "tanya Arya antusias, terlibat jelas di wajahnya.
" nama dia zahra aqila " ucap yolanda tersenyum pada putranya yang seperti mengingat nama lengkap zahra.
' zahra aqila nama yang cantik sama seperti orangnya , memang pantas menjadi istri ku ' batin Arya sambil senyum senyum sendiri.
yolanda yang melihat putranya tersenyum bahagia pun ikut tersenyum.
Beauty Butik
__ADS_1
zahra dan fifi sampai di butik dengan selamat. zahra langsung masuk ruangannya sedangkan fifi bergabung bersama anggota yang lain.
butik zahra memang butik yang bagus dan juga terpandang, bahkan butik ini sudah memiliki banyak karyawan.
zahra juga punya niatan untuk membuka anak cabang di suatu daerah yang akan di kelolah oleh orang kepercayaan nya.
zahra mendudukkan dirinya di kursi kerjanya. zahra menutup matanya dia sangat lelah sekali hari ini.
sering ponsel zahra membuat zahra yang sudah hampir masuk alam mimpi di tarik kembali ke alam nyata. zahra memanganbil hpnya dan mengangkat telepon itu.
"hallo"
"Iyah hallo "
" apa benar ini nomor nona zahra, pemilik Beauty butik? "
" Iyah benar dengan saya sendiri ada apa yah? "
" emm.. apa kamu tau siapa saya? "
" anda nyonya Dirga, yolanda dirgantara "
" wah ternyata kamu begitu mengenalu suaraku "
" ah... emm Iyah "
" baiklah, zahra saya mau desain itu besok, saya dan anak saya akan datang ke beauty butik untuk melihat desain yang telah kamu buat zahra "
" baiklah nyo, eh salah maksudnya tante yolanda saya akan usahakan untuk bisa menyelesaikan desainnya besok. kalau boleh tau tante akan datang jam berapa yah "
" baiklah tante saya akan bekerja keras, apa ada lagi yang ingin di tanyakan atau di sampaikan? "
" tidak ada, dan Terima kasih selama sore zahra menantuku "
" ah... mak.. "
tut tut tut
panggilan terputus secara sepihak. zahra paling tidak suka jika panggilan di putus secara sepihak apalagi pihak lain ingin mengutarakan sebuah pendapat.
zahra mendengus kesal dengan tante yolanda. dia sangat kesal dan sedikit marah.
zahra tak ingin memikirkan tentang tante yolanda hingga dia mulai merancang baju untuk keluarga dirgantara.
detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, telah di berlalu, sekarang sudah larut malam.
" mbak. ini dah malam , "peringat fifi
" eh sudah malam yah, saya kira masih sore hehehe " zahra menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
zahra membereskan semua desain yang telah dia buat. keluarga dirgantara terdiri dari 4 orang, jadi zahra bisa dengan cepat menyelesaikan nya.
awalnya dia sedikit frustasi tapi karena ntah kenapa tiba tiba otaknya berjalan dengan lancar membuat zahra tak perlu susah susah.
besok harinya
__ADS_1
zahra hari ini ke butik lebih cepat, sekitar jam 8 dia sudah sampai di butik. hal langkah ini terjadi pada hari ini, hari dimana seorang zahra aqila datang sangat pagi pergi ke butik nya.
zahra menatap setiap sudut ruangan kerjanya, hanya kekosongan yang ada.
tok tok tok
' siapa yang datang sepagi ini, kami bukakan jam 9 , sedangkan ini masih jam 8 ' batin zahra sambil melirik ke arah jam nya.
zahra berjalan ke arah pintu utama butik, zahra membukanya perlahan.
"hallo mbak zahra " sapa seseorang dengan senyum yang sangat mengembang.
zahra menaikkan alisnya satu, dia menatap orang itu dengan intens dan juga tajam. orang itu adalah Arya dirgantara.
" mau apa kau disini, butik ku belum beroperasi " ketus zahra dengan wajah datarnya
" aku tau, aku kesini bukan mau menemui butik, tapi aku ingin menemui sang pemilik " Arya mengedipkan matanya sebelah pada zahra lalu masuk ke dalam butik
" hei, dasar bocah tidak sopan asal masuk aja " pekik zahra lalu mengejar Arya ke dalam.
mereka sekarang sedang berada di ruangan zahra, Arya duduk di kursi zahra dengan sangat tenang dan nyaman.
" hey bocah menyingkirlah dari kursi ku " ucap zahra datar dan dingin
Arya sama sekali tidak bereaksi dengan ucapan yang di lontarkan oleh zahra, baginya perkataan zahra hanyalah angin lalu.
zahra yang melihat itu menjadi kesal, dia tipekal orang yang gak sukak di acuhkan apa lagi omongannya di abaikan.
" kau pergilah " ucap zahra mencoba untuk sabar.
" sayang, tempat duduk mu ini sangat nyaman " ujar Arya tampa menatap zahra bahkan sekarang matanya terpejam sambil menikmati tempat yang paling pas.
" hey anak nakal jaga ucapan mu " ketus zahra yang terlihat kesal.
" kalau aku tidak mau bagaimana? "tantang Arya.
zahra kesal tapi dia tak ingin bermasalah dengan anak dari kline nya apa lagi keluarga dirgantara sangat tak bisa di pandang rendah salah dikit bisa ancur hidupnya.
" keluarlah bocah aku tak ingin membuat masalah jadi cepat pergi tinggalkan ruangan ku " ucap zahra dingin
Arya diam dan menatap mata zahra, Arya berdiri dan berjalan ke arah zahra. tapi, zahra tetaplah zahra , dia tidak akan seperti wanita lain yang akan mundur atau maju, dia akan tetap diam di tempatnya.
sekarang Arya sudah tepat berdiri didepan zahra, bahkan jarang wajah mereka sangat la dekat.
" nikah sama aku yah "
empat kata yang keluar dari mulut Arya membuat zahra menyatukan alisnya pertanda dia tak mengerti.
" Iyah nikah sama aku, nanti kalau aku dah lulus SMA kita langsung nikah " tambah Arya lagi.
zahra menggeleng dengan cepat, dia tak habis pikir dengan pola pikir bocah SMA di depannya ini.
' wah ngadi ngadi nie bocah, gue plastikin buang ke lubang buaya baru tau 'batin zahra
melihat zahra menggeleng membuat hati Arya sakit. ini pertama kalinya dia di tolak ma cewek dan juga ini pertama kalinya dia nembak cewek, eh bukan nembak tapi ngelamar.
__ADS_1
' gue kurang ganteng apa yah? 'batin Arya dengan lirih