Cintaku Lebih Besar Dari Galaksi Bima Sakti

Cintaku Lebih Besar Dari Galaksi Bima Sakti
04~bersama arya


__ADS_3

' aku harus membeli banyak banyak kesabaran. ' batin zahra


zahra menunggu Arya selesai makan, dia hanya melihat Arya makan dengan lahap.


' ck anak ini, aku tak di perbolehkan main HP. tapi lihat lah dia, dia malah men cuekin aku ' zahra mendengus dalam hati.


lama zahra terdiam sampai akhirnya Arya selesai makan. Arya mengelap sisa makanan yang tersisa di sudut bibirnya.


Arya melihat ke arah zahra yang memasang muka masamnya.arya hampir tertawa melihat wajah zahra yang seperti itu.


"pthh ada apa sayang? " tanya arya dengan menahan tawanya.


" ck... sudah selesai makan bukan, ayo kita kembali ke butik "ketus zahra.


zahra bangkit dari duduknya dan berjalan keluar restoran. arya mengikuti zahra dari belakang.


" aku tidak mau kembali ke butik " ucap arya sambil memasang wajah imutnya.


orang yang berlalu melihat tingkah lucu arya jadi gemas sendiri, tapi tidak dengan zahra. zahra terlihat memutar bola matanya karena kesal .


"baiklah kita tidak ke butik " zahra bersuara dengan datar


" ayo kita berjalan jalan, " ujar arya dengan semangat.


"hmm " jawab zahra dengan deheman


dengan segerah arya menarik tangan zahra dan mereka pun berjalan jalan . mereka pergi ke mall yang ada disini sekitar itu.


mereka menuju lantai empat untuk ke tempat bermain game . sampai di lantai empat masih dengan ke adaan arya menggenggam tangan zahra.


arya menarik zahra ke sana dan kemari. mencoba permainan itu dan ini. banyak yang mereka coba hingga zahra sangat lelah.


" hey bocah aku sudah lelah " ucap zahra ketus dan nafas yang tidak teratur.


" sayang capek yah " setelah mengucapkan itu arya berlalu pergi.


"lah tuh bocah mo kemana, hah dah lah biarin aku capek " gumam zahra.


zahra memijit mijit betisnya yang sangat pegal. di tambah rasa haus yang sangat meradang.


"aku capek, haus, nie kaki pegel," gumam zahra sambil terus memijit betisnya.


"nie " arya datang dan menyodorkan minum pada zahra.


zahra menatap mata arya lalu mengambil minum itu dan langsung meminumnya.


"gimana udah lega? " tanya arya dengan senyum gantengnya.


"udah, btw makasih. ternyata bocah kayak kamu bisa peka juga " ujar zahra sambil berdiri dari tempat dia duduk.


"sayang masak aku gak peka sih, kan aku mau jadi suami yang baik " ucap arya sambil mengedipkan matanya lalu tersenyum lebar.

__ADS_1


zahra merotasi kan matanya. dia kesal dengan tingkah bocah didepannya.


"berhenti panggil aku sayang " zahra menatap tajam dan juga datar.


"yaudah, berhenti panggil aku bocah "


zahra menatap tajam ke arah arya, kalau di pikir pikir zahra harus banyak punya setok ke sabaran.


' kesabaran belik di mana yah ' batin zahra


"kita pergi ke toko mainan yuk "


mereka pergi dengan berjalan santai, tidak ada lagi tarik menarik dan juga berlari.


...toko mainan...


zahra dan arya memasuki toko mainan. mereka seperti sepasang kekasih.


"selamat datang di toko kami tuan dan nyonya ada yang bisa saya bantu " tawar penjaga toko itu dengan sopan dan ramah.


arya memasang wajah datarnya kepada pelayan itu. zahra bingung sendiri jadinya.


"kami ingin mainan ironman edisi terbatas yang baru keluar sekitar 2 menit yang lalu " ucap arya dengan datar.


penjaga toko itu terkaget, bahkan belom ada yang tau kalau mainan itu baru saja keluar dan di kirim kesini sekitar 2 menit yang lalu.


'what bagaimana tuan ini bisa tau ' batin penjaga toko itu


'bocah ini baru berbicara datar dan juga tatapannya tajam. is bocah yang aneh " batin zahra


5 menit, mbah yang penjaga toko mainan itu pun kembali dengan mainan ironman edisi terbatas yang baru keluar itu.


arya mengambil lalu mengecek mainan itu, lalu di kembalikan kembali pada sih mbak penjaga toko mainan itu.


"ini " arya menyodorkan kartu black CART.


mbak itu dengan segerah mengambil lalu menyodorkan kembali kepada arya untuk menekan pin


zahra menggeleng geleng kan kepalanya tidak percaya.


'astaga bocah sma ini punya black CART. aku saja tak punya ' batin zahra


setelah selesai dari toko mainan mereka kembali pulang ke butik. zahra langsung masuk ke ruangannya di ikuti arya di belakang.


banyak pengunjung dan juga karyawan yang ada di sana bingung. pasalnya zahra memasang wajah masam tapi arya memasang wajah cerianya.


di ruangan zahra, arya bermain dengan mainan ironman nya itu. zahra dia sedang asik dengan ponselnya.


tok tok tok


"masuk " ucap zahra tanpa melihat kearah pintu dan siapa yang datang

__ADS_1


" mbak, "panggil fifi. yah orang yang masuk itu adalah fifi.


" ada apa fi "tanya zahra dengan malas dan juga tanpa melihat ke arah fifi.


" mbak, hari ini kita ada kline, dan juga mbak harus bertemu dengannya di restoran xx " jelas fifi


"lalu, jam berapa? " tanya zahra


" jam 11 mbak " jawab fifi sambil melihat notebook nya.


zahra melihat ke arah arloji yang ada di tangannya. matanya melotot kaget, karena sekarang jam 11 kurang 15 menit.


"kok kamu baru bilang sih fi " kesal zahra sambil memasukkan semua peralatan dan juga desainnya.


" mbak kan baru datang ke butik " jawab fifi dengan tenang.


zahra mendengus kesal, andai dia tidak pergi menemani arya pasti semua ini tidak terjadi.


" ayo fi. " zahra bergegas pergi di ikuti fifi dan arya di belakangnya


mereka memasuki mobil, dengan arya duduk di belakang , zahra di samping pengemudi dan fifi sang pengemudi.


mobil di jalankan dengan sedikit ngebut oleh fifi. zahra tidak menyadari keadaan arya yang ada di belakang.


zahra melihat kebelakang karena dia ingin mengambil sesuatu kebelakang.


" heh bocah ngapain kamu ikut hah " bentak zahra dengan kesal


"sayang aku kan bakal ikut kamu kemana pun kamu pergi " jawab arya dengan santai dan tenang. bahkan dia malah asik bermain dengan mainan ironman nya


'astaga aku harus ekstra sabar untuk ini ' batin zahra


zahra mengalihkan pandangannya kearah depan, dia menatap jalanan dengan pandangan kosong.


zahra sedang tak ingin berdebat dan juga dia sedang dalam mood yang buruk. semuanya sangat buruk hari ini. bagi zahra hari ini sangat tidak mengenakkan.


zahra terus saja melamun, fifi fokus ke jalan dan mengemudi, arya fokus sama mainannya.


tak terasa mereka sudah sampai ke restoran tempat bertemu kline.


"maaf nyonya membuat Anda menunggu lama " ujar fifi sambil menunduk maaf.


zahra masih diam, dia tak tau mau ngapain soalnya dia dah terlanjur kesal. bahkan dia tak fokus sama siapa kline nya ini.


"zahra lama tidak bertemu yah" ucap orang itu tersenyum sinis


mendengar namanya di panggil, zahra langsung tersadar. betapa kaget dan tegangnya dia.


zahra diam dan mematung tak ada yang keluar dari bibirnya. hanya diam memandangi wanita yang ada di depannya.


dengan keadaan kesal zahra pergi meninggalkan restoran itu . jujur mood zahra sekarang hancur sekali.

__ADS_1


"kenapa harus dia ' batin zahra lirih


__ADS_2