City Swordsman

City Swordsman
Episode 1


__ADS_3

Pagi telah menjelang,dan bulan pun berganti matahari.Pagi ini di sebuah gubuk kecil Louis tengah membangunkan sang kakek.


"Kakek ayo bangun" ucap Louis sambil menggoyangkan badan sang kakek.


"Iya iya kakek bangun kok" ucap sang kakek sambil membuka mata.Luo Xiao adalah nama dari kakek Louis,dia biasa dipanggil kakek Luo.


"Kakek aku sudah membuat singkong rebus,jadi bangunlah dan makan" ucap Louis.


"Iya Louis,tapi kakek mau cuci muka dulu" ucap kakek Luo lalu bangkit dari tidurnya.


"Louis tunggu di depan ya kek" ucap Louis.


"Iya" ucap kakek Luo kemudian berjalan ke arah kamar mandi yang ukurannya sangat kecil dan hanya ditutup oleh kain panjang.


Kakek Luo pun membasuh wajahnya kemudian mengelapnya dengan handuk kecil.


"Segarnya" ucap kakek Luo.


"Kakek ayo kita makan,aku sudah sangat lapar karena menunggu kakek" teriak Louis.


"Dasar anak itu,pagi-pagi sudah teriak gak jelas" ucap kakek Luo sambil menggelengkan kepala.


"Iya sebentar" sahut kakek Luo lalu segera menghampiri Louis.


"Kakek kenapa lama sekali,apa kakek tau kalau aku itu sudah menahan lapar sejak tadi" gerutu Louis


"Sudahlah Louis jangan menggerutu terus,kalau kamu terus menggerutu kapan kamu akan makan?" ucap kakek Luo.


"Iya iya kek" ucap Louis lalu memasukkan singkong rebus ke dalam mulutnya.


"Louis nanti kamu ke hutan sendiri ya,kakek mau pergi ke kebun untuk memanen hasil kebun" ucap kakek Luo.


"Iya kek" ucap Louis.


"Ya sudah kakek sudah selesai sarapan,kakek mau ke kebun dulu" ucap kakek Luo lalu pergi ke kebun belakang rumah.


"Iya kek" ucap Louis walaupun tak didengar oleh sang kakek.


Sebelum Louis pergi ke hutan,dia menyiapkan karung dan tali untuk membawa kayu bakarnya saat dia pulang nanti.


"Saatnya ke hutan" ucap Louis semangat.


Louis pun berjalan dengan santai sambil bersenandung ria.


Setelah beberapa saat kemudian Louis sampai di hutan,diapun meletakkan karung dan tali di bawah pohon.


"Widih ada banyak kayu nih" ucap Louis lalu segera memunguti kayu tersebut.


Saat dia sedang memunguti kayu,dia melihat ada sebuah sinar yang sangat terang.


"Apa itu?" tanyanya ada diri sendiri.


"Aku lihat saja lah,daripada penasaran" sambungnya lagi,diapun mengambil benda yang bercahaya tersebut.


"Cincin siapa ini?,kenapa ada cincin sebagus ini?" ucap Louis pada dirinya sendiri.


Cincin tersebut berwarna abu-abu dengan lingkaran berwarna biru diatasnya dan terdapat simbol pedang di dalam lingkarannya.Sangat indah.


"Cincin apa ini?" tanya Louis pada dirinya sendiri.


"Aku pakai aja deh,lagian gak ada yang punya" ucap Louis sambil memakai cincin tersebut pada jari telunjuknya.


"Cocok dan pas" ucap Louis tersenyum sambil melihat tangannya.


"Ah iya,Aku harus menyelesaikan pekerjaan ku dulu dan nanti aku akan menunjukkan cincin ini pada kakek " ucap Louis lalu kembali memunguti kayu.


***


Rumah kakek Luo~


"Kakek" Teriak Louis dari depan rumah.


"Ada apa kamu teriak-teriak" ucap kakek Luo.


"Gak pa-pa sih kek" ucap Louis dengan cengirannya.

__ADS_1


"Kamu mau jual kayu sekarang atau sore nanti?" tanya kakek Luo.


"Sekarang aja kek,aku masih kuat kok" ucap Louis.


"Ya sudah kamu makanlah dulu" ucap kakek Luo.


"Iya kek" ucap Louis lalu masuk kedalam gubuk.


"Anak itu sungguh kuat sekali" ucap kakek Luo sambil melihat dua karung yang penuh dengan kayu bakar


"Kakek aku sudah selesai makan" ucap Louis yang baru saja datang.


"Cepat sekali?,kamu makan apa?" tanya kakek Luo.


"Aku tadi hanya makan sedikit nasi,tapi aku membawa singkong rebus" ucap Louis sambil menunjukkan wadah yang berisi singkong rebus.


"Ya sudah terserah kamu" ucap kakek Luo.


"Kita berangkat sekarang saja" sambung kakek Luo.


"Iya kek" ucap Louis lalu mengangkat satu karung berisi kayu.


Mereka berdua pun berjalan dengan membawa kayu di pundaknya masing-masing.Tak berselang lama mereka pun sampai di pasar dan langsung menuju tempat mereka biasa berdagang.


"Louis letakkan saja kayu itu di sampingmu" ucap kakek Luo.


"Iya kek" ucap Louis kemudian memindahkan kayu disampingnya.


"Permisi kakek Luo" ucap salah satu pembeli.


"Iya ada apa?" tanya kakek Luo.


"Saya mau membeli kayu" ucap sang pembeli.


"Mau berapa?" tanya kakek Luo.


"Aku beli mau lima ikat kayu" ucap sang pembeli.


"Ah,baiklah" ucap kakek Luo kemudian menyerahkan lima ikat kayu.


"Ah ya makasih sudah membeli kayu" ucap kakek Luo.


"Sama-sama kakek Luo,kalau begitu saya permisi" ucap sang pembeli kemudian pergi dengan membawa lima ikat kayu bakar.


"Lihatlah kek,padahal kita baru saja datang sudah ada yang beli saja" ucap Louis sambil memakan singkong rebusnya.


"Baguslah,biar kita bisa pulang cepat,dan istirahat dengan cepat" ucap kakek Luo.


"Iya juga ya kek" ucap Louis.


"Oh ya kek,aku tadi menemukan cincin di hutan" ucap Louis sambil menunjukkan cincin.


"Cincin siapa itu?,kenapa bagus sekali?" tanya kakek Luo.


"Aku juga tidak tau kek,aku tadi hanya menemukannya lalu memakainya" jawab Louis.


"Kenapa kau ambil?" tanya kakek Luo.


"Kan bagus kek,lihatlah ada simbol pedang ditengahnya" ucap Louis sambil menunjukkan gambar pedang yang ada di cincinnya.


"Terserah kamu saja lah" ucap kakek Luo.


***


Malam hari~


Saat ini Louis sedang berada di depan rumah,menikmati hembusan angin malam.


'Kenapa tadi cincin ya?' batin Louis bertanya-tanya.


"Jangan-jangan ini cincin sakti" ucap Louis sambil terus memandang cincin yang melingkar manis di jari telunjuknya.


"Ah,mana mungkin ini cincin sakti" ucap Louis lagi.


"Louis ayo masuk sudah malam ini" ucap kakek Luo dari dalam rumah.

__ADS_1


"Iya kek,Louis masuk sekarang" ucap Louis lalu masuk kedalam rumah.


Keesokan harinya~


Hari ini Louis pergi ke hutan bersama sang kakek.Seperti biasa mereka akan mengumpulkan kayu bakar untuk dijual di pasar.


"Kek" panggil Louis.


"Apa?" tanya kakek Luo sambil melihat kearah cucunya.


"Aku mau buang air kecil dulu" ucap Louis kemudian berlari ke arah semak-semak.


"Huft leganya" ucap Louis lalu membetulkan celananya.


"Eh ada buah apel,ambil ah" ucap Louis ketika melihat ada pohon apel yang buahnya sudah matang.Louis pun memanjat pohon apel tersebut dan memetik buahnya serta menjatuhkan buahnya ke tanah.


"Banyak juga buahnya" ucap Louis kemudian turun dari pohon.


Saat tangan Louis menyentuh batang pohon,tangannya seperti terasa tersengat listrik.


"Kenapa ini?" tanya Louis pada dirinya sendiri.


"Kenapa tangan ku seperti kesetrum?" tanyanya lagi.


"Jangan-jangan pohonnya angker lagi" ucap Louis sambil bergidik ngeri.


"Ah sudahlah aku pergi saja sebelum ada hantu atau sejenisnya" ucap Louis lalu memunguti buah apel yang berceceran di atas tanah dan meletakkan nya di baju bagian depan,setelah dirasa tidak ada yang tertinggal Louis pun segera pergi.


"Kakek aku membawa buah!" teriak Louis lalu duduk di samping kakeknya.


"Apa kau memetik buah lagi?" tanya kakek Luo.


"Iya lah kek,tadi di sana ada banyak buah" ucap Louis sambil menunjuk tempat dimana pohon apel tersebut berada.


"Ya sudah kita makan saja dulu" ucap kakek Luo lalu mulai memakan buah apel.


"Iya kek" ucap Louis lalu memakan satu buah apel.


"Kek" panggil Louis.


"Apa?" tanya kakek Luo.


"Apa hutan ini angker kek?" tanya Louis.


"Tidak" jawab kakek Luo.


"Tapi tadi aku kesetrum pohon apel" ucap Louis.


"Ngawur" ucap kakek Luo yang tidak percaya.


"Tidak kek,aku sama sekali tidak ngawur,itu beneran" ucap Louis meyakinkan sang kakek.


"Kakek tidak percaya,mana ada orang kesetrum pohon" ucap kakek Luo.


"Hah sudahlah kek,percuma ngomong sama kakek,pasti kakek tidak akan mempercayai ucapanku" ucap Louis.


"Haha ucapan ngawur kenapa harus dipercaya?" ucap kakek Luo sambil tertawa.


"Kenapa sih kakek gak percaya" ucap Louis kesal.


"Kakek tidak akan pernah mempercayai omongan ngawur dari orang-orang" ucap kakek Luo.


"Bahkan dulu ada orang yang mengatakan bahwa hutan ini dijaga oleh Dewa,tetapi kakek tidak percaya sama sekali" ucap kakek Luo lagi.


"Dijaga oleh dewa?" tanya Louis memastikan.


"Iya" jawab kakek Luo.


"Aku jadi ingin melihat dewa itu" ucap Louis.


"Haish kau ini suka sekali bicara ngawur" ucap kakek Luo.


"Terserah kata kakek sajalah" ucap Louis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2