
Hari ini adalah hari keberangkatan Louis ke luar kota dan pagi ini Louis sudah berada di Kantornya lebih tepatnya di ruangan Presdir.
"Permisi tuan,mobilnya sudah siap" ucap Feng dengan sopan."Baiklah kalau begitu kau bawakan tas ku dan semua keperluan ku" perintah Louis dengan sombongnya.
"Baik tuan" ucap Feng dengan tersenyum paksa."Cih,mentang-mentang jadi bos,sembarangan perintah saja huh" gumam Feng tetapi masih di dengar oleh Louis.
"Kau keberatan?" tanya Louis."Tidak tuan saya tidak keberatan sama sekali" ucap Feng sambil tersenyum,namun di dalam hati Feng mungumpat sumpah serapah untuk Louis.
"Dasar bos sialan!".Umpatnya dalam hati.
"Baiklah kalau tidak keberatan silahkan bawa barang-barangku ke mobil" perintah Louis. "Baik tuan" ucap Feng lalu segera pergi dari hadapan Louis dengan wajah yang memelas.
"Haha,****** kamu" ucap Louis sambil tertawa lepas sampai tidak menyadari kalau ada salah satu karyawan yang melihatnya.
"Per-permisi tuan" ucap karyawan tersebut sambil menundukkan kepala Louis.Louis pun berhenti tertawa dan langsung menatap karyawan tersebut dengan tatapan tajam.
"Sejak kapan kau disini?" tanya Louis dengan nada dingin."Dari tadi tuan" jawab karyawan tersebut.
"Kenapa kau tidak mengetuk pintu?".
"Ma-maaf tu-tuan,sa-saya tadi sudah mengetuk pintu tetapi tidak ada sahutan dan akhirnya saya langsung masuk tuan" jelas karyawan tersebut dengan gugup.
"Lain kali jangan di ulangi,saya tidak mau punya karyawan yang tidak sopan" ucap Louis dengan nada dingin.
__ADS_1
"Ba-baik tuan".
"Oh ya,kenapa kau masuk ruangan ku?" tanya Louis."Sa-saya disuruh tuan Feng un-untuk memanggil Tuan Louis,dan Tu-tuan Feng sudah menunggu anda di bawah" jawab karyawan tersebut.
"Baiklah,kau keluar dari ruangan ku sekarang!" perintah Louis dan karyawan tersebut pun pamit lalu keluar dari ruangan Louis.
"Huft"
Louis menghela napasnya pelan sebelum akhirnya dia keluar dari ruangan pribadinya nya.
Sedangkan di parkiran perusahaan Feng tengah duduk di kap mobil untuk menunggu Louis."Dasar bos tukang perintah,tukang telat,jalanya kayak siput,sok dingin padahal aslinya bobrok! dasar bos sialan" umpat Feng tanpa menyadari kalau dirinya tengah diawasi Louis.
"Oh bagus ya kamu,sudah berani mengumpat saya?" ucap Louis sambil melipat tangannya di depan dada.
"Eh..emm,bos kok berdiri di situ sih,ayo bos masuk saya bukakan pintunya" ucap Feng sambil membuka pintu mobil untuk Louis.
"Dasar bos sialan" umpat Feng lalu menutup pintu mobik dengan kasar."Feng!" teriak Louis dari dalam mobil.
"Haduh gawat lagi" ucap Feng sambil menepuk dahinya.
"Cepat masuk!" perintah Louis."Baik Tuan"ucap Louis lalu segera masuk ke dalam mobil.
"Pak jalan" perintah Feng pada sopirnya yang berada di sampingnya."Baik tuan" jawab sangat supir lalu melajukan mobilnya.
__ADS_1
"Feng" panggil Louis."Iya ada apa Tuan" ucap Louis sambil menatap Feng dari pantulan kaca kecil yang ada di depan.
"Berapa lama perjalanannya?" tanya Louis."Sekitar satu jam Tuan" jawab Feng yang masih tetap melihat kaca kecil.
"Baiklah" ucap Louis kemudian membuka laptopnya dan mulai mengerjakan pekerjaannya lagi.
***
1 jam kemudian~
Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kota C dan kini Louis dan Feng sedang menginap di salah satu hotel milik Louis di kota C.
"Jam berapa kita meeting?" tanya Louis yang saat ini sedang menonton acara televisi bersama Feng."Jam sepuluh siang dan setelah itu kita akan makan bersama dengan klien" ucap Feng sambil memakan kacang kulit.
"Sekarang masih jam delapan masih ada dua jam lagi" ucap Louis sambil memperhatikan jam yang berada di kamar hotel.
"Maka dari itu aku tidur dulu dan nanti bangunkan aku" ucap Feng lalu membaringkan tubuhnya di kasur milik Louis.
"Cih enak sekali kau langsung tidur setelah kau mengotori kamar hotel ku" ucap Louis kesal sambil memukul kaki Feng dengan bantal.
"Gapapa lah,nanti juga ada yang membersihkannya" ucap Feng santai.
"Dasar jorok" cibir Louis dengan kesalnya.
__ADS_1
Bagaimana tidak kesal kalau kamar hotel yang ditempati Louis sudah berantakan dengan kulit kacang berserakan di lantai dan jangan lupakan bungkus snack yang juga berserakan di mana-mana dan yang lebih parahnya lagi orang yang telah membuat kamar Louis berantakan kini tengah tertidur dengan pulas nya tanpa memikirkan kondisi kamar hotel milik Louis.
Benar-benar teman yang menyebalkan.Batin Louis sambil menatap datar Feng yang tengah tertidur.